ZIKIR

Zikir, merupakan amalan ibadah yang paling ringan dan mudah untuk dilakukan dimana saja, kapan saja dan dalam keadaan kita yang bagaimanapun. Tidak ada suatu kewajiban yang diwajibkan oleh Allah kepada hambaNya, melainkan ada batas-batasnya.  Kemudian bagi orang yang berudzur dimaafkan bila tidak dapat melakukannya, kecuali zikir, tidak ada batas, tidak ada udzur yang dapat diterima untuk tidak berzikir, kecuali jika berubah akal (gila). Ini karena zikir adalah pelita penerangan dan  jalan yang paling mudah ditempuh untuk bisa sampai kepada Allah.

Dan Allah SWT telah memerintahkan kita untuk selalu berzikir pada-Nya, seperti tertulis dalam firman-Nya disurah Al Baqarah ayat 152 :  ”Berzikirlah kamu kepada-Ku niscaya Aku berzikir kepadamu”  Jangan pernah meninggalkan zikir, karena kita belum tentu selalu ingat kepada Allah diwaktu kita berzikir.  Sebab kelalaian kita terhadap Allah saat kita tidak berzikir, lebih berbahaya daripada kelalaian kita terhadap Allah ketika kita berzikir. Maksudnya adalah, kadang ada dari kita yang mulut dan hati kita berzikir, tapi kemudian pikiran kita memikirkan hal lain, walaupun kita berzikir, tapi kadang ingatan kita teralih dari Allah (tidak khusu’ dalam zikir kita). Apabila hal itu terjadi disaat kita sedang berzikir, maka hal tersebut tetap jauh lebih baik, daripada kelalaian kita tidak mengingat Allah, diwaktu kita sedang tidak berzikir.

Semoga Allah menaikkan derajat kita dari zikir dengan kelalaian, menjadi zikir yang disertai ingat terhadap Allah (khusu). Kita harus ingat, bahwa zikir adalah satu-satunya jalan yang terdekat menuju kepada Allah.  Orang yang benar dalam keimanannya terhadap Allah SWT adalah  orang yang selalu mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berakata : Ya Tuhan Kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau , maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Al Imran 191)

Dalam hadits Qudsy Allah berfirman :  Aku selalu mengikuti sangkaan hamba-Ku terhadap diri-Ku dan Aku selalu menyertainya ketika ia berzikir kepada-Ku.  Jika ia berzikir dalam hati, Akupun berzikir padanya dalam diri-Ku, dan jika ia berzikir pada-Ku didepan umum, Akupun berzikir padanya dimuka umum yang lebih baik dari golongannya, dan bila ia mendekat pada-Ku sejengkal Aku mendekat padanya sehasta dan bila ia mendekat pada-Ku sehasta Aku mendekat padanya sedepa  dan bila ia datang kepada-Ku berjalan Aku datang kepadanya berlari. (HR Muslim)

Siapaun yang menjaga zikir dan doa serta terus berlindung kepada Allah maka hatinya akan tenang, sebagaiman firman Allah :  Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Arra’du :28)

Allah SWT berfirman :   Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al Ahzaab :41)

Dan perhatikan juga firman-Nya  di surah Al Baqarah ayat 200 : “Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (denga menyebut) Allah, sebagimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang mendo’a:”Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.” (QS. Al Baqarah :200).

BEBERAPA KEUTAMAAN ZIKIR ADALAH:

1. Zikir dapat mengusir setan dan melindungi orang yang berzikir darinya,

  Sebagaimana sabda Rasulullah saw : Artinya: “Dan Aku (Yahya bin Zakariya) memerintahkan kalian untuk banyak berzikir kepada Allah. Permisalannya itu seperti seseorang yang dikejar-kejar musuh lalu ia mendatangi benteng yang kokoh dan berlindung di dalamnya. Demikianlah seorang hamba tidak dapat melindungi dirinya dari setan kecuali dengan zikir kepada Allah.” [Hadits riwayat imam Ahmad dalam Musnadnya (4/202),

Manusia ketika lalai dari zikir maka setan langsung menempel dan menggodanya serta menjadi teman yang selalu menyertainya, sebagaimana firman Allah: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran/ zikir Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur’an) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (QS. Az Zukhruf:36).

Seorang hamba tidak mampu melindungi dirinya dari Setan kecuali dengan zikir kepada Allah.

2. Zikir dapat menghilangkan kesedihan, kegundahan dan depresi dan dapat mendatangkan ketenangan, kebahagian dan kelapangan hidup. Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam firmanNya:

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du :28)

3.  Zikir menghapus dosa dan menyelamatkannya dari adzab Allah, karena zikir merupakan satu kebaikan yang besar dan kebaikan menghapus dosa dan menghilangkannya. Tentunya hal ini dapat menyelamatkan orang yang berzikir dari adzab Allah sebagaimana sabda Rasulullah saw :  Artinya: “Tidaklah seorang manusia mengamalkan satu amalan yang lebih menyelamatkan dirinya dari adzab Allah dari dzikrullah.” [Hadits riwayat Ahmad dalam Musnadnya 5/239 dan dishohihkan Syeikh Al Albaniy dalam Shohih Al Jami’ no. 5644]

5. Zikir menghasilkan pahala, keutamaan dan karunia Allah

Zikir adalah amalan ibadah yang paling mudah dilakukan, dan zikir merupakan amalan ibadah yang paling agung dan utama. Nabi SAW telah menjelaskan betapa besar pahala zikir, sebagaimana tertulis dalam sabda Nabi SAW : “Barang siapa mengucapkan (zikir):  dalam sehari seratus kali, maka itu sama dengan pahala sepulih budak, ditulis seratus kebaikan untuknya dan dihapus seratus dosanya. Juga menjadi pelindungnya dari setan pada hari itu sampai sore dan tidak ada satupun yang lebih utama dari amalannya kecuali seorang yang beamal dengan amalan yang lebih banyak dari hal itu.” [Hadits riwayat Al Bukhori dalam shohihnya, kitab badi’ Al Kholq bab Sifat Iblis Wa Junuduhu no. 3293, Muslim dalam shohihnya kitab Ad Du’a wa Zikir wa Taubah wal Istighfar bab Fadhlu Al tahlil Wa Takbir wa Tahmid no. 2691]

6 . Zikir menjadi sebab mendapatkan Rahmat dari Allah dan salawat dari para malaikat-Nya, sebagamana firman Allah:  Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al Ahzaab:41-43)

9. Banyak berzikir dapat menjauhkan seseorang dari kemunafikan, karena orang munafik sangat sedikit berzikir kepada Allah, sebagaimana tertulis dalam firman-Nya ”  “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut nama Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An Nisa’:142)

10. Zikir adalah amalan yang paling baik, paling suci dan paling tinggi derajatnya, sebagaimana dinyatakan Rasulullah SAW  dalam sabdanya

 “Inginkah kalian aku beritahu amalan kalian yang terbaik dan tersuci serta tertinggi pada derajat kalian, ia lebih baik dari berinfak emas dan perak dan lebih baik dari kalian menjumpai musuh lalu kalian memenggal kepalanya dan mereka memenggal kepala kalian?” Mereka menjawab:’ ya’, lalu Rasulullah menjawab: “Dzikrullah”“. (Hadits riwayat At Tiurmidzi)

Adab dalam berzikir.
Berzikir memiliki adab-adab yang perlu diperhatikan dan diamalkan, diantaranya:

  1. Ikhlas dalam berzikir mengharap ridha Allah SWT.
  1. Berzikir dengan zikir dan wirid yang telah dicontohkan Rasulullah SAW, karena zikir adalah ibadah. Memahami makna dan penunjukkannya dan khusu’ dalam melakukannya. Ibnul Qayim berkata: ‘Zikir yang paling utama dan manfaat adalah yang sesuai lisan dengan hati dan merupakan zikir yang telah dicontohkan Rasulullah serta orang yang berzikir memahami makna dan tujuan kandungannya (Dinukil dari Fiqh Al Ad’iyah wal Azkar hal. 9)

 

Setelah kita mengetahui tentang keutamaan zikir dan betapa pentingnya zikir untuk kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, masih inginkah kita terus hanyut dalam kehidupan dunia dan segenap kesibukannya, yang akhirnya melalaikan kita dari zikir kepada Allah? Sedangkan kita mengetahui dengan pasti, bahwa setan tidak pernah lalai mengawasi kita, menunggu kita lalai dan kemudian menjerumuskan kita. Sadarkah kita bahwa gejolak hawa nafsu pun hanya bisa kita taklukkan dengan banyak berzikir kepada Allah SWT. Karena zikir akan membuahkan keimanan yang kuat, membuat kita dekat dengan Allah, membuat kita merasakan pengawasan-Nya, yang tentunya akan membuat kita menjauhi maksiat dan akan menumbuhkan sikap tawakal dan qanaah dalam diri kita. Qanaah terhadap segala pemberian, perlakuan, ketentuan, pembagian rezeki yang telah diatur Allah untuk kita. Dan semua itu, bisa kita awali dengan satu hal mudah dan ringan untuk dilakukan, yaitu berzikir.

 

 

DEWI YANA

http://groupsyahoo.com/group/jalandakwah

http://www/ygroupsblog.com

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 100 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: