NIKMAT YANG BERUBAH MENJADI AZAB/BENCANA

Betapa banyak dan besar nikmat yang telah Allah SWT anugerahkan kepada kita. Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah kita mensyukuri semua nikmat yang dikaruniakan-Nya kepada kita. Karena bersukur berarti mempertahankan nikmat. Tapi ada dari kita yang setelah dianugerahi berbagai macam nikmat dan kemudahan serta kelapangan oleh Allah SWT berubah menjadi kufur. Inilah yang dapat mengubah nikmat menjadi bencana.

Bila ada yang bertanya, “dapatkah nikmat berubah menjadi azab/ bencana?” Maka jawabannya, Iya hal itu dapat terjadi.  Karena itu, marilah kita senantiasa berdoa, seperti doa yang diajarkan  Rasulullah Saw sebagai berikut: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat, dari azab yang datang tiba-tiba, berubahnya keselamatan yang diberikan oleh-Mu dan dari semua kemurkaan-Mu. ” (HR. Muslim).

Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: ”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan JIKA KAMU MENGINGKARI (NIKMAT-KU), MAKA SESUNGGUHNYA AZAB-KU SANGAT PEDIH” (QS. Ibrahim [14] : 7)

Berikut ini beberapa penyebab yang bisa mengakibatkan nikmat berubah menjadi azab/bencana :

  1. Perbuatan maksiat dan dosa. Banyak sekali ayat-ayat al-Qur’an dan hadits Nabi saw yang menegaskan hal itu, di antaranya, firman-Nya:  ”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. ar-Rum [30]: 41). Dan perhatikan juga firman-Nya, yang lain: “ Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri....” (QS.an-Nisa’ [4]:79).
  2. Apabila kita menisbatkan nikmat tersebut kepada selain Allah SWT Sang Pemberi nikmat. Hal ini sebagai mana yang terjadi terhadap Qarun ketika ia menisbatkan nikmat kepada dirinya dan ilmunya melalui firman Allah SWT : “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.” (QS. al-Qashash [28]: 78). Kemudian Allah mengazabnya sebagaimana tewrtulis dalam firman-Nya berikut ini: “Maka Kami benamkan Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap azab Allah, dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).” (QS.al-Qashash [28]: 81).  Kita tidak boleh menisbatkan nikmat kepada selain Allah SWT. Karena hal tersebut  termasuk kekufuran dan termasuk dalam golongan orang yang kafir,  sebagaimana tertulis dalam firman-Nya: “Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir. ”(QS. an-Nah [16]: 83). Pernahkan teman-teman dalam suatu kasus, misalnya terhindar dari suatu bahaya atau berhasil dalam melakukan sesuatu, lalu berkata,  “untung tadi si fulan mencegah kita, kalau tidak kita pasti sudah… atau, ”kalau saja bukan karena si fulan menolong kita, nggak tahu deh, bagaimana keadaan kita sekarang ini”  atau kata-kata lain yang kira-kira seperti itu. Kalau iya, berarti tanpa teman-teman sadari, teman-teman telah menisbatkan sesuatu kepada selain Allah, dan tidak bersukur kepada Allah.  Karena Allah yang mengatur segala sesuatu, memang tampaknya, hal tersebut terjadi karena suatu sebab, tapi sebenarnya itu adalah jalan Allah menyelamatkan kita, melalui tangan hamba-Nya yang lain atau jalan/cara Allah membantu kita melalui salah seorang hamba-Nya. Jadi tidak ada istilah kebetulan, karena semuanya berada dalam pantauan dan pengaturan-Nya. Tetapi dalam hal berterima kasih terhadap sesama, itu tidak apa-apa, bahkan selayaknya kita berterima kasih kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita dengan mengatakan kepadanya, “Jazakallahu khaira, (Semoga Allah membalas kebaikan kepadamu).”  karena kita tidak termasuk hamba yang bersyukur kepada Allah, bila tidak berterima kasih terhadap sesama manusia. Sebagaimana sabda Rasulullah saw : “‘Tidaklah bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterimakasih kepada manusia.” (Shahih al-Jami’, 7719).  Yang harus kita lakukan, adalah, pertama-tama adalah kita harus bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih pada sesama manusia yang telah membantu kita. Jangan sampai ada terbesit dalam hati kita, bahwa kita bisa selamat dari bahaya, itu karena pertolongan seseorang, karena sebenarnya, itu adalah pertolongan Allah, melalui seorang hamba-Nya.
  3. Apabila kita mempunyai sifat percaya diri yang berlebihan, atau sombong dan congkak terhadap makhluk lain karena memiliki harta yang banyak, properti, ilmu, kedudukan dan sebagainya. Dan Allah SWT tidak suka pada orang-orang yang sombong, perhatikan juga firman-Nya berikut ini: Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.(Luqman [31] :18)
  4. Apabila kita tidak memenuhi hak Allah SWT atas nikmat tersebut. Bila kita memiliki ilmu, maka kita harus mengajarkannya; jika kita memiliki harta, maka kita harus menginfakkannya /mensedekahkannya. Ilmu yang dimiliki seorang muslim bukan untuk dibanggakan di hadapan manusia karena hal itu dapat menjadi bumerang dan merugikan dirinya, seperti hadits: ”Janganlah kamu menuntut ilmu untuk saling membanggakan diri di hadapan para ulama, mendebat orang-orang bodoh, dan menyombongkan diri di depan majelis. Karena, siapa yang melakukannya, maka hendaknya ia berhati-hati dengan api neraka.” (HR Ibn Majah). Dan tentang kita harus menginfakkan rezeki/harta kita, perhatikan firman  Allah SWT berikuit ini: Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan” (QS. Ibrahim [14]: 31).  Oleh karena itu, seperti di dalam kitab ash-Shahih, dua malaikat berdoa setiap harinya dengan doa, Ya Allah, berikanlah kepada orang yang berinfak pengganti dan berikanlah kepada orang kikir kehancuran.” (HR.al-Bukhari dan Muslim).

Mungkin ada dari kita yang bertanya, mengapa kalau kita melihat orang-orang fasik, orang-orang yang bergelimang dosa dan maksiat, tapi hidup mereka senang, tidak terkena azab. Seakan-akan kebaikan terus menerus mengalir deras kepada mereka? Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, perhatikan sabda  Nabi Muhammad saw. Berikut ini, “Bila kamu melihat Allah memberikan kepada seorang hamba dunia dan apa yang ia sukai, padahal ia melakukan berbagai perbuatan maksiat, maka itu hanyalah Istidraj dari-Nya (HR. Ahmad dan al-Baihaqi).  Istidraj adalah : mengulur, memberi terus menerus supaya bertambah lupa, tiap berbuat dosa ditambah dengan nikmat dan dilupakan untuk minta ampunan, kemudian dibinasakan.

Seperti tertulis dalam firman-Nya di surah Al An ’aam, ayat 44 :   “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu, mereka terdiam, berputus asa.” Perhatikan firman Allah SWT dalam surat Hud, ayat 102,: ”Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.

Jadi, nikmat bisa berubah menjadi azab dan bencana, kemenangan bisa berubah menjadi kekalahan, kegembiraan bisa berubah menjadi kesedihan apabila kita mengundang murka Allah. Oleh sebab itu, bila diberi kesehatan, kepandaian/ ilmu, kemudahan, kelapangan, maka kita harus mensyukuri dan mengamalkannya, jangan berbuat sesuatu yang mengundang murka Allah yang akan mengakibatkan nikmat yang kita peroleh berubah menjadi azab atau bencana. Perhatikan dengan seksama firman Allah SWT berikut ini : “Dan Sesungguhnya kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. As Sajdah [32] : 21).   Dan cegahlah diri kita agar jangan sampai menjadi hamba yang di istidraj oleh Allah.

Ya Allah, golongkan kami menjadi ahli syukur atas segala nikmat yang Engkau berikan kepada kami. Dan bimbing kami ya Allah agar kami bisa mengerjakan amal sholeh yang dapat meraih keridhaan-Mu. Ya Allah, jangan biarkan nikmat yang Engkau berikan membuat kami kufur terhadap karunia-Mu dan ampunilah kami, apabila ada dari nikmat yang Engkau berikan, telah kami gunakan untuk maksiat. Ya Allah lindungi kami dan keluarga kami dari kefasikan. Ya Allah, lindungi kami agar tidak melakukan kesalahan yang bisa mengundang murka-Mu, lindungi kami dari kesalahan yang bisa merubah nikmat yang Enagkau karuniakan menjadi azab-Mu yang pedih. Ya Allah, bimbinglah kami, agar kami bisa selalu mensyukuri nikmat-Mu, puas dengan pembagian rezeki yang Engkau atur, sabar terhadap segala ujian yang Engkau berikan, dan selalu bersandar kepada-Mu, Amin Ya Robbal Alamin.

Dewi Yana

http://jalandakwahbersama.wordpress.com

About these ads

69 responses to this post.

  1. Assalamu’alaikum jeng… :)

    Malem-malem gini disuguhi artikel yang menggugah hati… Terima kasih atas pencerahannya. :)

    Salam.

    Balas

  2. peace be open you…ato assalmualaikum…..

    bgtu;lah..bila nikmat gak d sukuri………

    tukeran link ya……

    Balas

  3. Posted by Dangstars on 3 September 2009 at 21:42

    Alhamdulillah atas ,,artikel yang sangat bermanfaat..

    Balas

  4. Assalamualaikum wr.wb. Insya Allah kita termasuk orang yang bersyukur, artikel ini dapat mengingatkan kita agar tidak lalai.

    Balas

  5. Asallamualaikum……..
    Wah….,baru masuk udah dapat siraman penejuk qolbu…..!Hehehehe…..
    Bermanfaat bngt di bulan ramadhan.
    Makasih…..

    tukeran link ya mbak….

    Balas

  6. Artikel yang mengingatkan kita untuk kembali pada-Nya

    Balas

  7. nais inpo mbak…..
    saya kira kalau kita sudah sabar dan syukur dalam segala kondisi maka segala sesuatunya adalah nikmat….dan salah satu upaya utk mencapai itu adalah melalui puasa….sabar ketika berpuasa dan bersyukur ketika berbuka maka lama2 kita akan sabar dan syukur dalam segala kondisi dan situasi

    Balas

  8. Wow… baca2 disini membuat saya semakin sadar, betapa kecil diri ini di hadapan-Nya, subhanallah…

    Btw, makasih Mbak Yana uda meluangkan waktunya mampir ke blog saya.

    Buat yg belum mampi, saya masih tetap menunggu kunjungannya Mantan Copet Itu Akhirnya Jadi Seorang….

    Balas

  9. KArena kufur dengan nikmat Nya. Selalu melakukan kemaksiatan sedangkan fasilitas Allah begitu banyak yang telah diberikan kepada kita. Inilah ujian dariNya agar diri-diri kita lebih bersabar dan kita semakin mengkoreksi diri kita agar selalu memperbaiki diri kita

    salam mampir ke blog kami

    Balas

  10. alam semestea tunduk kepada ketentuan Tuhan, padahal ia begitu luas dan kompleks. sedangkan manusia yang hanya sebutir debu di hamparan semesta, seringkali ingkar kepada-Nya

    Balas

  11. assalamualaikum..
    selamat sahur..
    benar-benar mencerahkan jiwa..
    terima kasih..
    salam rimba raya lestari..
    wassalam

    Balas

  12. Subhanallah, …
    No comment….

    Balas

  13. Assalamu’alaikum,
    Terima kasih atas artikelnya sangat bermanfaat.

    Balas

  14. Assalamu’alaikum.

    Jazakallah. atas artikel yang bermanfaat. Semoga Allah selalu memberi taufik dan hidayahNya kepada umi agar bisa memberikan nasehat kepada kita semua.

    Ana tersentuh ketika membaca artikel ini. Sungguh kita sering mengkufuri nikmat yang terlah diberikan Allah kepada kita, baik itu berupa materi, Ilmu, maupun apa yang ada pada tubuh ini.
    Allah telah memberikan kepada kita amanah berupa tubuh ini, baik mata, mulut, telinga, tangan, kaki, akal, hati, dan yang lainnya agar kita bisa melihat dan merasakan kebesaran Allah. Tapi kita sering sekali menghianati amanah itu dengan melakukan berbagai maksiat-maksiat. Astagfirullah…

    Semoga kita selalu diberi kekuatan iman oleh Allah. agar selalu berada dijalan yang lurus. dan kita berlindung dari segala nikmat yang dapat melalaikan kita.

    Umi ana minta ijin kalo diperbolehkan. ana mau memposting artikel-artikel yang umi buat untuk buletin yang InsyaAllah akan ana terbitkan dimasjid ana.

    Jazakallahu khairan.

    Balas

  15. artikel yanng sangat bermanfaat… thanks

    Balas

  16. Jazakallah mbak… mari perbanyak sykur kita kepadaNYA

    Balas

  17. Sungguh artikel yang penuh dengan peringatan
    Nikmat berubah menjadi azab benacana ?
    Karena ketika nikmat ada maksiat
    Maksiat yang tidak terasa
    percaya diri telah melakukan yang terbaik
    sehinnga terjebak dalam kekufuran
    na’dzubillah
    semoga kita semua mendapatkan perlindungannya
    Amiiin
    Salaaaaaaaaaaaaaaaaaam

    Balas

  18. Demi Allah Tuhan yang nyawa saya di genggaman-Nya… semoga saya terus menerus diingatkan agar senantiasa menjadi hamba yang bersyukur…
    Terima kasih Mbak Dewi telah mengingatkan kami melalui media ini, Insya Allah… Allah Ta’ala membalasnya dengan Rahmah dan Barakah nya untuk mbak sekeluarga… aamiin…

    Balas

  19. jadi inget lagunya Bang Rhoma Irama.

    xixixixi…
    Selamat menunaikan ibadah puasa

    Balas

  20. harus sering2 mensyukuri apa pun yang kita dapatkan..
    harus yakin seyakin2nya, bahwa apa yang telah di tetapkan Allah Ta’ala adalah memang yang terbaik untuk kita..

    semoga kita semua termasuk dalam golongan orang2 yang selalu bersyukur..

    Balas

  21. Saya kira kisah Perang Uhud bisa jadi ilustrasi yang sangat pas di sini. Bahkan dari kalangan shahabatpun bisa tergelincir sehingga kemenangan yang sudah di depan mata berbalik menjadi kekalahan yang sangat menyakitkan…

    Balas

  22. Astagfirullah…

    Balas

  23. Posted by KangBoed on 4 September 2009 at 16:08

    SEUNGGUHNYA NIKMATKU YANG MANA LAGI YANG ENGKAU DUSTAKAN.. waaaaadoooow.. jikalau setiap tarikan nafas ini adalah NIKMAT ALLAH.. sudahkah kita syukuri.. ooo.. setiap tarikan nafas kita.. karena jika kita dustakan sesungguhnya ALLAH berkata azab itu sangat pedih

    Balas

  24. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    Balas

  25. artikel yang sangat bermakna. Disini saya merasa diingatkan untuk selalu berbuat baik dan iklas serta meluruskan niat dan menyempurnakan ihtiar. (Ijin utuk diprint ya!!!). Trima kasih Mbak. Salam

    Balas

  26. sebuah tulisan yang mencerahkan, mbak yana, semoga kita bisa terhindar dari sifat mengkufuri nikmat-Nya hingga nikmat yang kita terima tak berubah menjadi azab.

    Balas

  27. Dulu pernah saya ditanya oleh guru, “Menurutmu, apakah Tuhan menimpakan azab atau ujian kepada hambaNya?”
    Saya jawab, “Tidak guru. Tuhan tidak akan mengazab hambanya karena Tuhan sangat bijaksana dan penuh rahmat. Tidak juga tidak menguji, karena tanpa mengujipun Tuhan sudah tahu apa yang akan terjadi. Tuhan hanya menunjukkan hukum Allah yang telah tertulis di Lauhul Mahfudz, hukum alam, hukum sebab akibat, hukum kekekalan energi, baik secara fisik maupun spiritual. Tentu sangat tidak masuk akal jika setelah Tuhan menciptakan manusia, maka Tuhan akan mengadzab sebagian besar dari manusia itu karena tidak patuh. Kebaikan, keburukan, pahala dan dosa sebetulnya untuk dimafaatkan bagi diri saya sendiri. Dimanfaatkan sebagai bekal spiritual untuk menjalani kehidupan. Jika saya berbuat baik, maka itu akan menimbulkan efek berantai kebaikan. Energi kebaikan menyebar kemana-mana dan akan menghasilkan kebaikan pula bagi diri ini. Jika saya berbuat jahat, maka energi negatif kejahatan itu akan berputar kembali disekitar kami mencari keseimbangan, salah satunya adalah menimbulkan kerusakan pada jasmani, rohani maupun lingkungan saya.”
    Sambil tersenyum guru menjawab, “Benar anakku, semoga pemahaman seperti itu akan engkau pegang terus sampai di akhir hidupmu.”
    Yah, itulah sekelumit perbincangan saya dengan guru. Pemahaman seperti ini belum tentu benar, belum tentu yang terbaik dan tidak perlu diikuti karena setiap manusia bebas memiliki pemahaman yang berbeda-beda. Itulah gunanya kita diberi akal. Untuk mencari pemahaman yang paling sreg.

    Salam Persahabatan.

    Balas

    • Tentu sangat tidak masuk akal jika setelah Tuhan menciptakan manusia, maka Tuhan akan mengadzab sebagian besar dari manusia itu karena tidak patuh.
      maaf saya tdk mengerti akan kalimat ini …

      Balas

      • Mas Kopral Cepot,

        Disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa Islam akan pecah menjadi 73 Golongan, dan hanya satu yang masuk surga yaitu “Ahlussunnah wal Jamaah”. Saya tidak tahu persis berapa persen yang masuk dalam golongan yang selamat itu.

        Dari ranking jumlah pemeluk agama di dunia, hasil survey tahun 2005, menyebutkan bahwa pemeluk agama Islam sebesar 2.1 milyar (32.81%) dari 6.4 milyar penduduk dunia.
        Ref: http://islamabangan.wordpress.com/2009/01/26/ranking-agama-dari-jumlah-pemeluk/

        Hampir sebagian besar umat Muslim menganggap bahwa agama selain Islam tidak diridhoi Allah SWT. Acuannya adalah firman Allah SWT: “Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam” (Ali Imran 19) dan firman: Dan barang siapa yang mencari agama selain Islam, maka Allah tidak akan menerimanya” (Ali Imran 85).
        Ada juga sebagian yang berpendapat bahwa umat non-muslim adalah umat yang kafir. Meskipun demikian ada juga sebagian masyarakat muslim yang mengikuti paham pluralisme seperti Ulil Abshar Abdalla dari kelompok Jaringan Islam Liberal (JIL), atau Dr. Kautsar Azhari Noer dari kelompok Paramadina. Saya sendiri lebih cenderung setuju dengan paham pluarlisme itu.
        Anggaplah 1 golongan yang selamat dari 72 golongan itu mencakup hampir semua umat Islam, 99.99% pemeluk Islam. Tetapi 99.99% pemeluk Islam ini hanya 32.81% penduduk dunia. Artinya ada 67.19% umat non-muslim yang tidak diridhoi Allah. Kesimpulan yang lebih ekstrim lagi, 67.19% umat manusia akan dimasukkan neraka.
        Uraian inilah yang mendasari kalimat “maka Tuhan akan mengadzab sebagian besar dari manusia itu karena tidak patuh”. Semoga menjawab pertanyaan mas Kopral Cepot.

        Salam Persahabatan.

      • Salam Persahabatan Mas Lambang :)

        Hatur tangkyu sudah menjawab komeng sy .. jg hatur tangkyu Mba Dewi yg sdh ngasih info ..
        mengomentari pernyataan Mas Lambang yang diantaranya menyatakan :
        “Tentu sangat tidak masuk akal jika setelah Tuhan menciptakan manusia, maka Tuhan akan mengadzab sebagian besar dari manusia itu karena tidak patuh. … dan sekaligus juga dengan kesimpulan Mas Lambang yang mendasari pernyataan diatas .. Kesimpulan yang lebih ekstrim lagi, 67.19% umat manusia akan dimasukkan neraka.
        Uraian inilah yang mendasari kalimat “maka Tuhan akan mengadzab sebagian besar dari manusia itu karena tidak patuh”.
        … sebelum saya lanjutkan (takut salah presepsi) yang saya tangkap dari pernyataan Mas Lambang bahasa sederhananya adalah “Kenapa Tuhan yang menciptakan manusia, Tuhan pula yang mengazab manusia” .. atawa ” Dia yang menciptakan tp Dia pula yang merusaknya” (Ini yang menurut Mas Lambang tdk masuk akal)… pernyataan inilah yang justru bagi saya tidak bisa dimengerti … nah kenapa yah tidak bisa dimengerti? … Kalo saya menyatakan : “Allah swt yang menciptakan terus Dia yang mengazab manusia yang tak patuh” yaah sah-sah Dia .. itu haknya Allah” … ini yang bisa dimengerti tapi mungkin tidak bisa dimengerti oleh Mas Lambang. Jadi masalah dimengerti dan tidak dimengerti nya sesuatu sangat bergantung pada apa yang ada di dalam pikiran seseorang yang disebut “Pemahaman”. Akal akan memfilter dan menyatakan “tidak dimengerti”,”tak habis pikir”, “kenapa bisa begitu” karena bertolak belakang dengan apa yang “dipahaminya”.
        Bagi Mas Lambang yang setuju pada pemahaman pluralisme tentu akan bertabrakan dengan pemahaman saya yang menolak pluralisme…. btw .. saya tetap menghargai apapun pemahaman seseorang .
        Kembali ke permasalahan diatas .. sejauh yang saya pahami dari Nash Al-Qur’an dalam surat Al-Waaqi’ah (salah satunya) terdapat penjelasan yang menghubungkan antara Balasan Syurga dan Neraka dengan penciptaan manusia.

        Setelah Hari Kiamat, manusia terbagi pada tiga golongan (56/7) yaitu (1) Golongan Kanan (56/8) (2) Golongan Kiri (56/9) dan (3) Sabiqunas sabiqun/golongan paling dahulu beriman (56/10)…. Siapa mereka? Sabiqunassabiqun adalah Muqorrobin/dekat dengan Allah (56/11) yang terdiri dari segolongan besar dari umat terdahulu (56/13) dan segolongan kecil dari orang-orang kemudian (umat Nabi Muhammad) ((56/14), Golongan ini mendapat Syurga-syurga kenikmatan (56/12).

        Yang kedua adalah Golongan Kanan (Ashabul Yamin) yaitu segolongan besar dari yang terdahulu (56/39) dan segolongan besar pula dari orang-orang kemudian (56/40), mereka juga mendapatkan kenikmatan Syurga (56/28-38).

        Yang ketiga adalah Golongan Kiri (Ashabussyimal) siapa mereka? “Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit?) (56/57). ayat selanjutnya adalah pertanyaan retoris dari Allah kepada orang-orang yang tidak beriman.

        Yang saya pahami dari surat al-Waqi’ah diatas .. apa yang menjadi kejadian nanti diakherat adalah apa yang menjadi kenyataan kini di dunia… jadi manusia di dunia ini digolongkan pada 3 golongan besar yaitu Assabiqunassabiqun, Ashabul Yamin dan Ashabussyimal. Dan Masalah keyakinan pada Azab Allah baik didunia dan di Akherat adalah masalah Iman, masalah keyakinan yang dilahirkan dari pemahaman yang didasarkan pada nash Al-Qur’an dan Sunnah.

        Simpulan : Tuhan menciptakan manusia, maka Tuhan pula yang mengazab manusia yang tidak patuh adalah sah-sah saja karena memang hak-Nya. dan ini yang saya mengerti dan masuk akal

        Hatur tangkyu Mas Lambang :)

        Salam persahabatan

  28. assalamu’alaikum

    nggak rugi baca sampai tuntas….mengerti dan memahami apa yang dimaksud bikin saya ingin lebih mendekatkan diri.
    terimakasih.

    salam hangat

    Balas

  29. bila kita memiliki ilmu, maka kita harus mengajarkannya; jika kita memiliki harta, maka kita harus menginfakkannya /mensedekahkannya.. Subhanallah.. terimakasih sudah mengingatkan bundo ya wie..

    Balas

  30. Assalamu’alaikum,

    Shukron katsiiran, atas tanggapannya. semoga kita bisa menjadi hamba yang bermanfaat bagi umat dan agama ini.

    Balas

  31. inilah yang saya suka di blog ini … setiap pengertian .. diantara pemahaman … dalam sebuah keyakinan … Mbak Dewi slalu kembali pada Al-Qur’an …
    Saya belajar dari Mbak …

    Balas

  32. wah..ini artikelnya sangat menggugah hatiku .., makasih ya udah mau berkunjung di blog ane…, salam kenal ya..

    Balas

  33. o ya .., kl gak keberatan tukeran link ya..
    nice blog.. thanks artikelnya..

    Balas

  34. nikmat Allah sungguh melimpah.. nggak bisa tersebut satu-persatu… sayang sekali, banyak di antara kita yg mengingkari nikmat2 itu…
    sll bersyukur…. bersyukur…bersyukur… atas nikmatNYA

    Balas

  35. ass…
    selamat malam mba dewi..
    bagaiman kabarnya kelaurga semoga baik2 saja..
    nonton dan mbaca dulu ya mba…
    dan komnt saya bagus2 tuh masukan dari para senior
    salam hangat dan artikelnya mendekati artikel saya yang baru..
    semoga kita saling asih, asah dan asuh ya mba

    Balas

  36. Assalamualaikum Mbak Yana,
    Apa sih yang tidak mungkin bagi-Nya ? Nikmat berubah menjadi azab, bahkan sebaliknya….
    Analogi sederhana dari saya, es krim akan terasa nikmat jika kita nikmati sesuai dengan porsinya, tetapi jika kita makan es krim berlebihan, masihkah ada rasa nikmatnya ? yang ada mungkin perut mules, demikian halnya dengan nikmat yang di berikan oleh Allah, kita nikmati dengan selayaknya dan sepantasnya… tidak perlu berlebihan, Insya Allah nikmat tidak akan berubah menjadi azab.

    Balas

  37. Pencerahan yang indah. Mengingatkan kita untuk senantiasa bersyukur.

    Balas

  38. iya-ya, mba.. betul juga. makasih pencerahannya.

    oia, mba, aku ngundang mba ke PERAYAAN SEDERHANA DISINI dateng yaa… :)

    Balas

  39. selamat menjalankan ibadah puasa ya…n artikel good tenan..semoga nikmat yang kita peroleh benar benar nikmat yang hakiki dari Allah

    Balas

  40. Assalamu’alaikum Mbak Dewi,
    Mampir sebentar buat ngabuburit….

    Balas

  41. Benarlah Alloh dengan segala firman-Nya… Makasih ya mba udah berbagi ilmu…

    Balas

  42. maRI BERDOA memohon Lindungan Allah

    Balas

  43. Posted by finda on 5 September 2009 at 16:37

    Asslammu’alaikum……wah..maksih banyak mba..nambah ilmu lg nih saya,skaligus kmbali mengingatkan diri yg hina dina ini..,iya btul kadang dlm khidupan shari2 qt suka trlupa dg mengatakan ‘untung ada si A atau untung ada si B’ padahal sesungguhnya Allah lah Sang Sebaik2nya Penolong..Jazakillah….

    Balas

  44. Sudah berbuka puasa dengan keluarga mbak ?

    Balas

  45. terima kasih atas postingnya…

    Balas

  46. moga azab itu tidak mendatangiku… Walo aku tahu aku slalu minta ini itu kepada Nya, tapi tentu itu semata mata karena aku yang slalu merasa kurang,, kurang bersyukur. Oh Allah… ampuni aku. Danjadikan aku sebagai orang yg slalu bersyukur kepadaMu,, tanpa syarat tanpa mengeluh.

    Dan jauhkanlah aku dari azabMu… Ya Allah

    Balas

  47. kalau tak salah…, ada sebanyak 32 kali disebutkan dalam Al-Quran… “NikmatKu mana lagi yang kau dustakan?”

    Balas

  48. Assalamu’alaikum Mbak Yana…

    Teruskan dengan artikel2 membangun seperti ini Mbak..

    Salam semangat Bocahbancar dan kenal BLOG KMM STKS Bandung di http://kmmstksbandung.wordpress.com/

    Balas

  49. aq jd inget cuplikan ayat : nikmatku apalagi yang akan mereka dustakan?
    aq lupa di surat apa ya dewi?

    Balas

  50. SELAMAT BERPUASA MBAKE.. SALAM BUAT SEMUA KELUARGA YAAA

    Balas

  51. Posted by KangBoed on 7 September 2009 at 04:40

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    Balas

  52. Posted by Siti Fatimah Ahmad on 7 September 2009 at 05:34

    Assalaamu’alaikum

    Mudahan Ramadhan yang hadir di pertengahannya memberi seribu rahmah dari yang Maha esa. terima kasih atas info yang menarik di atas. Ia memberi kesedaran buat kita menilik diri agar sentiasa bersykur dengan apa yang ada dan dikurniakan Allah swt serta menyucikan diri dari sifat-sifat mazmumah yang mungkin hadir tanpa disedari yang akhirnya dijadikan ujian dari Allah swt untuk kita sedar kembali. Allah sahaja yang Maha Mengetahu tiap sesuatu yang dilakukan-Nya ke atas makhluknya. Salam sayang selalu buat nak Dewi.

    Balas

  53. Hmmm… mempertebal rasa syukur kepadaNya.
    makasih.
    salam superhangat

    Balas

  54. Kita sering mendustakan nikmat Allah swt, sadar atau tidak.

    Balas

  55. Posted by Dangstars on 7 September 2009 at 12:27

    Nikmat pengennya jangan jadi bencana yah…

    Balas

  56. Bu teruskan menulis bu ……….kami dimalaysia amat berbangga dengan penulisan ilmiah begini namun kalau boleh direngkaskan seberapa yang boleh agar lebih menarik lagi kira diamsukan konsep penceritaan.

    Banyak saya belajar dari penulisan ibu yang banyak ilmu ini …. kira ibu mengunjungi blog saya, tegurlah saya dan nasihati saya ya, kiranya ada yang tersalah dalam tulisan saya. Dan kiranya panjang nasihat itu emailkan kepada saya agara saya boleh memperbaikinya …

    Salam serumpun dan salam ukuhuwah semuga ketemu lailatulqadr.

    Balas

  57. subhanalloh…

    Balas

  58. Semoga ALLAH membli nikmat yang bermanfaat bagi kehidupan saya didunia dan akhirat,Semoga ALLAH SWT terus menunutku kejalan yang diridhoiNya

    Balas

  59. Assalamualaikum,
    mari kita lanjutkan langkah kita berdakwah dengan tulisan…
    nice posting..

    kami ingin mengajak anda untuk bertukar taut, kami tunggu konfirmasi dari anda di Pustaka Eidariesky..

    Balas

  60. assalamualaikum.
    wah, menarik sekali mbak
    untuk urusan yang satu ini mbak deh paling oke.
    saya izi copy yah mbak. makasih banyak mbak.
    semoga jalan dakwah menjadi penyejuk bagi bloggersphere indonesia. amin

    Balas

  61. mbak dewi, tukeran link nya ya
    thanks

    Balas

  62. Allahu Akbar…
    memang benar nimat adalah kata yang menyertai kehidupan kita detik demi detik.. hanya.. kita tak menyadarinya.. bahwa denyut nadi,, helanaan napas dan semuanya adalah nikmat yang kita terima dari sang maha pencipta… lalu… Fabiayi alaa irabbikuma tukadzibaan… .. berapa kali kata itu mengingatkan kita dalam surah Arrhman…

    makasih sobat atas pencerahannya.. betah berlama-lama di blog ini… gimana kalau kita perpanjang silaturahim ini dg saling tukar link ??
    Saung Web

    Balas

  63. assalamualaikum…..

    seakan bumi alit ciptaanku tersentuh sinar matahari kembali…..alhamdulillah terima kasih atas pencerahannya..

    mbak’e andaikan bisa kita memperpanjang silaturahmi ini, bagaimana caranya untuk saya bisa berbagi masalah……

    karena di dunia kehidupan yang sedang saya alami saat ini saya mencoba membuat rumah saya sendiri “bumi alit” untuk bisa bertahan dengan keimanan yang saya punya….untuk bisa bertahan di rahasia NYa yang terkadang, maap membuat saya bingung….

    mohon bantuannya, agar bumi alit yang sedang saya bangun dan tempati ini jadi sebenar benarnya runah yang penuh barokah dan brada di jalanNYa…amin

    Terima kasih….wassalamualaikum

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 103 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: