MA’RIFATULLAH

Dalam khasanah islam, kata ma’rifatullah sudah tidak asing lagi bagi kaum muslimin. Ma’rifatullah berarti mengenal Allah dengan sebenar-benarnya dan merasakan kehadiran-Nya.. 

Kemampuan kita merasakan kehadiran Ilahi dalam kehidupan ini, bahwa Allah lah yang selalu senantiasa bersama kita dalam segala keadaan dan tidak pernah lalai mengurus kita, secara otomatis akan dapat mengantarkan kita untuk menghindari segala bentuk perbuatan maksiat dan secara otomatis juga akan membawa kita pada ketaatan, serta membawa kita pada kekuatan iman dan kebersandaran yang mutlak pada-Nya, disaat dasyatnya gelombang badai ujian datang menghampiri kita.

Karena dalam menjalani hidup ini, kita harus bisa mempersiapkan diri kita untuk menerima kenyataan-kenyaatan yang kadang tidak menyenangkan kita. Kita harus siap menghadapi segala bentuk kegagalan, kekecewaan dalam interaksi kita dengan orang lain. Dalam hubungan kita dengan sesama, kadang kita menuai kebahagiaan, kepuasaan, namun adakalanya juga kekecewaanlah yang kita dapatkan. Hal ini sangat realistis, karena tidak selalu apa yang kita harapkan berhasil, akan berjalan seperti yang kita rencanakan. Kita ini sebagai manusia, wajib usaha, tapi tidak wajib hasil, karena segala hasil usaha yang  kita lakukan, Allah SWT lah yang berhak memutuskannya, apakah akan berhasil atau tidak. Dan dalam menerima segala  keputusan dan ketentuan Allah terhadap hasil usaha yang kita lakukan, semua tergantung pada diri kita sendiri, apakah kita mampu menyikapi semua hasil usaha kita itu dengan bijak atau tidak.

Bila berhasil, wajib kita syukiri, dan bila gagal, kita tidak perlu meratapi dan menyesalinya secara berlebihan, stres, apalagi sampai menyalahkan pihak-pihak tertentu. Ini menandakan kurangnya kedewasaan dalam ketauhidan kita. Karena apabila kita telah benar dalam ma’rifatullah kita, tentunya kita bisa melihat bahwa segala sesuatu berasal, bergantung dan berada dalam ketentuan takdir Allah.

 

Apabila kita bisa menyadari hal tersebut, tentunya kita tidak akan pernah merasa begitu sangat terpukul, stres, tertekan apabila kita gagal dalam suatu usaha. Karena kita menyadari, bahwa segala sesuatu yanjg terjadi dalam hidup kita, telah tertulis dalam kitab Luhul Mahfuzh, seperti tertulis dalam firman-Nya disurah Al Hadid, ayat 22 :  ”Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”

 

Untuk bisa menjadi seorang hamba Allah yang benar-benar bisa meraih ketenangan dan kebahagiaan, yang paling mendasar, kita perlukan hanyalah memperbaiki ma’rifatullah kita kepada Allah SWT, tawakal dan selalu berbaik sangka terhadap segala ketentuan-Nya. Karena sesungguhnya hanya orang yang benar dalam ma’rifatullahnya dan  hanya hamba Allah yang  tawakal saja  yang mempunyai kemampuan untuk tidak merasa stres atau tertekan. Dan sesungguhnya kemampuan tidak merasa stres atau tertekan merupakan karakter mulia yang dapat membantu menghilangkan kesulitan dan meraih kesuksesan.

Seorang hamba Allah yang benar dalam ma’rifatullah nya akan menjadi hamba Allah yang tawakal dan buah dari ketawakalannya adalah keikhlasan. Apabila seorang hamba sudah mencapai tingkatan ini, maka ia mampu menyadari kalau dirinya ditimpa suatu masalah atau keinginannya tidak terpenuhi, semua itu adalah takdir hidupnya. Dia juga menyadari bahwa manusia kadang bisa jadi membenci suatu peristiwa, namun didalamnya justru terkandung kebaikan baginya. Dan bisa jadi dia menyukai sesuatu, namun ternyata didalamnya mengandung keburukan baginya. Dan dia menyadari bahwa kebaikan itu berada dalam pilihan yang ditetapkan Allah SWT.

Dia menyadari sepenuhnya, bahwa dia pasti akan mendapatkan bagian dari jatahnya, baik berupa kesedihan, penderitaan, ataupun kebahagiaan dan kesenangan. Dirinya tidak pernah merasa kaget atau bersedih, dan dalam keadaan bagaimanapun dia tidak pernah merasa tertekan, semua karena ia benar-benar menyandarkan hidupnya secara total hanya kepada Allah, berbuat dan melakukan segala sesuatu pun hanya karena Allah SWT.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: