WAKTU

Kebanyakan dari kita sering kali tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Bahkan kebanyakan dari kita sering kali menggunakan waktu luang kita untuk ha-hal yang tidak bermanfaat. Padahal waktu adalah nikmat karunia Allah yang sangat berharga, yang dengannya, kita bisa banyak mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat nanti. Tapi sayangnya banyak dari kita yang sering mensia-siakan waktu yang di anugerahi Allah SWT untuk kesenangan dunia saja dengan melaluinya dan mengisinya tanpa berbuat sesuatu yang membawa kemaslahatan bagi akhirat kita. 

Nabi Muhammad saw bersabda : ”Ada dua kenikmatan yang seringkali manusia lalai memanfaatkannya : kesehatan dan senggangnya waktu” (HR Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Maajah dari Ibnu Abbas r.a)

Waktu akan menyebabkan malapetaka bagi kita, apabila kita mensia-siakannya dengan melakukan banyak perbuatan dosa dan kelalaian serta bermalas-malasan. Dan ada dari kita yang masih sering bermalas-malasan dalam melakukan ibadah atau melaksanakan amal kebaikan. serta hanya mementingkan urusan dunia saja, mengejar dunia tanpa henti, seakan-akan tidak pernah cukup harta yang sudah dimiliki dan masih ingin terus menambahnya lagi.

Padahal dengan bermalas-malasan/menunda-nunda amal ibadah, mengejar dunia dan melupakan akhirat, hingga membuat waktu terlewat begitu saja tanpa malakukan sesuatu yang membawa kemaslahatan bagi akhirat kita, adalah suatu kesalahan fatal, karena waktu yang telah lewat, tidak akan pernah bisa kembali lagi. Dan kita tidak pernah tahu kapan ajal datang menjemput, akan sangat meruginya kita, apabila kita masih terus saja bermalas-malasan dan berada dalam kelalaian kemudian kematian mendatangi kita, sementara belum ada atau masih sedikit sekali amal kebaikan/amal ibadah yang kita lakukan. Sebaiknya kita persiapkan dulu bekal kita, kita kirimkan terlebih dahulu sebanyak-banyaknya amal kebaikan kita ke liang kubur kita, sebelum kita mendatanginya nanti. Agar saat kita tiba disana, sudah banyak hal-hal menyenangkan yang akan menemani kita hingga sampai kita dibangkitkan nanti.

Sampai kapankah kelengahan dan kelalaian ini berakhir?

Apakah kamu ingin disaat kamu dalam keadaan lupa malaikat maut datang   menjemputmu? Pagi dan sore kamu pergi memburu dunia, untuk apa? Kamu lupa dibelakangmu ada penyetir gila yang menggiringmu ketempat yang hina.  Ingatlah, semua tenaga dan kemampuan yang digunakan untuk ketaatan, jelas lebih berguna bagi orang-orang yang sebentar lagi akan masuk liang kubur.  Perhatikan amalmu, shalatmu, dan kebaikanmu. 

Semua itulah yang akan turut menyertaimu menuju papan pemandian. Akan turut bersamamu dalam keranda kematian, turut menyertaimu disaat kamu dishalatkan.  Serta menemanimu, ketika kedalam liang lahat tempat kamu dimasukkan.

Hingga apabila terompet pembangkit dan kacaunya hari penggiringan mengejutkanmu dan bapakmu, ibumu, serta saudara-saudarimu meninggalkanmu, amal kebaikan itu akan terus setia menyertaimu kemanapun langkahmu menuju.  Didalam kubur, ia menjadi penghibur dalam kegalauan, memberi ketenangan dalam ketakutan, memancarkan pelita dalam kegelapan.

Dihari kiamat, amal kebaikanmu, akan memberimu naungan dibawah naungan Arsy Tuhan. Meringankan bebanmu disaat kamu berdiri menunggu perhitungan.

Wahai saudaraku, mengapa rezeki yang kamu terima menyebabkanmu lupa Pembaginya? Begitu juga kenikmatan yang kamu rasa, mengapa menyebabkan kamu lupa akan Pemberinya?  Kamu lebih mengutamakan yang dicipta ketimbang pencipta.

Apabila kepastian itu mulai datang, disaat kamu dipanggil untuk pulang.  Kamu akan merasa, sungguh tidak bermanfaat harta yang kamu kumpulkan. Semua yang hadir sibuk dalam kebingungan, para dokter mulai lepas tangan, air mata pengunjung mulai bercucuran. Ahli waris menunggu pengumuman kematian.

Hingga disaat rohmu mulai punah, dan suaramu mulai melemah. Apakah harta-harta halal yang kamu peroleh bermanfaat untukmu? Apakah harta-harta haram yang menyelamatkanmu? Atau putra-putri yang kamu banggakan akan membelamu? Atau mungkin istri-suami yang kamu cintai, taman yang kamu rawat, harta dagang yang kamu takut rugi, atau rumah gedung yang menjadi kebanggaanmu, yang akan menyelamatkanmu?  Sama sekali tidak.

Tidak akan ada yang memberi manfaat kepadamu, selain kebaikan yang engkau kerjakan, hubungan silaturahim yang kamu jalin, dua rakaat ditengah malam yang kamu lakukan, tetesan airmata keimanan dan juga sedekah yang kamu berikan. Sudah saatnya, bagi siapapun yang masih terlelap dari tidurnya, dan masih berada dalam kelalaiannya untuk segera bangun dan tersadar, selagi masih ada waktu.

Sesalilah kelalaianmu selama ini, dan berjuanglah sekuat tenaga untuk memperbaikinya. Jangan sampai kemalasan atau keinginan untuk santai, membuatmu mensia-siakan waktu hingga telewat begitu saja tanpa aktifitas yang mendekatkanmu pada Allah SWT.  Manfaatkanlah waktu yang masih tersisa dengan baik dengan melakukan aktifitas yang diridhai allah SWT.

 

 

Bahan Tulisan : Ketika Allah Berbahagia, Dr. Khalid Abu Syadi

 

Dewi Yana

Jalan_dakwah@yahoogroups.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: