GHIBAH

Allah SWT telah menerangkan dengan sangat jelasnya, bahwa sangat tercelanya ghibah, seperti tertulis dalam firman-Nya di Al Quran, surah Al Hujurat (49) ayat 12 :

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”

 

Makna Ghibah

1. Ghibah menurut bahasa ialah:  membicarakan orang lain tanpa sepengetahuannya baik isi pembicaraan itu disenanginya ataupun tidak disenanginya, kebaikan maupun keburukan.

2. Secara definisi: Seorang muslim membicarakan saudaranya sesama muslim tanpa sepengetahuannya tentang hal-hal keburukannya dan yang tidak disukainya, baik dengan tulisan maupun lisan, terang-terangan maupun sindiran. Sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa Nabi saw pada suatu hari bersabda:

Tahukah kalian apa itu ghibah? Jawab para sahabat : Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui. Maka kata Nabi saw: “engkau membicarakan saudaramu tentang apa yang tidak disukainya. Kata para sahabat: Bagaimana jika pada diri saudara kami itu benar ada hal yang dibicarakan itu? Jawab Nabi saw: Jika apa yang kamu bicarakan benar-benar ada padanya maka kamu telah meng-ghibah-nya, dan jika apa yang kamu bicarakan tidak ada padanya maka kamu telah membuat kedustaan atasnya. (HR Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935)

Bentuk-Bentuk Serta Jenis-Jenis Ghibah

1. Aib dalam agama. Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu fasiq, atau fajir (suka berbuat dosa), pengkhianat, zhalim, melalaikan shalat, meremehkan yang najis, tidak bersih kalau bersuci, tidak memberikan zakat pada yang semestinya,  dia suka mengghibah, dan sebagainya.

2. Aib Fisik. seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu buta, tuli, bisu, lidahnya cadel, pendek, jangkung, hitam, gendut, ceking, dan sebagainya.

3. Aib duniawi: seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu kurang ajar, suka meremehkan orang lain, tukang makan, tukang tidur, banyak omong, sering tidur bukan pada waktunya, duduk bukan pada tempatnya, dan sebagainya.
4.Aib karakter. seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu buruk akhlaqnya, sombong, pendiam, terburu-buru, lemah, lemah hatinya, sembrono, dan lain-lain.

5. Aib pakaian. Apabila kita membicarakan tentang bajunya yang kebesaran, kepanjangan, ketat, melewati mata kaki, kotor, dan sebagainya.

6. Prasangka ruruk tanpa alasan. merupakan ghibah hati.

7. Apabila kita mendengarkan ghibah. tanpa mengingkari/menegur, dan tidak meninggalkan orang-orang yang sedang ghibah, maka kita sudsah termasuk berghibah.

 

  1. Dalam hadits lain Rasulullah saw bersabda : ”Orang yang menggunjing orang lain seperti orang yang memasang ketapel. Ia membidik kekanan dan ke kiri. Demikianlah ia melemparkan kebaikan-kebaikannya” Beliau juga bersabda : ”orang yang menggunjing saudaranya berarti menginginkan kejelekannya. Pada hari kiamat, Allah menghentikan langkahnya diatas jembatan jahanam, hingga keluar apa yang pernah dikatakannya.” Selanjutnya sabda beliau : ”Ghibah itu adalah jika engkau menyebut-nyebut saudaramu tentang hal-hal yang tidak disukainya, baik tentang kekurangan pada tubuhnya, nasabnya, perbuatannya, perkataannya, agamanya, maupun dunianya, hingga pakaiannya, jubahnya, dan kendaraannya.”    Dalam hadis lain Rasullullah saw bersabda : ”Barang siapa yang menggunjing seorang ulama, pada hari kiamat akan dituliskan pada wajahnya, :”Inilah orang yang berputus asa dari rahmat Allah”  (mengutip dari Imam a-Ghaali, Menyingkap Hati menghampiri Ilahi).

 

Muslim dengan muslim lainnya itu bersaudara, tidak boleh mengkhianati, mendustakan dan menghina. Setiap muslim dengan muslim lainnya haram kehormatan, harta dan darahnya. Taqwa itu disini ! (sambil nabi SAW menunjuk pada dadanya) Cukup disebut seorang itu jahat jika ia mencaci saudaranya

Sesama muslim (HR. Muslim 2564)

 

Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya sesama muslim, maka Allah SWT akan membelanya dari neraka kelak di hari Kiamat.” (HR. Tirmidzi 1932, Ahmad 6/450

 

Jadi bila masih ada dari kita yang kadang masih suka menggunjing, maka sadarlah segera, karena ghibah merupakan dosa besar yang hanya akan diampuni, setelah orang yang kita gunjing memaafkan kita. Dan biasanya, kebanyakan dari kita, sangat malu untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan kita,  pada orang yang kita gunjing..

 

Untuk selalu mendapatkan materi dakwah terbaru langsung ke alamat email anda, silahkan bergabung di : Milis Jalan Dakwah yahoogroups

 

DEWI YANA

http://dewiyana.cybermq.com

One response to this post.

  1. Posted by M. Fabian on 26 Mei 2009 at 09:09

    Semalam saya baca tulisan ghibah ini bersama istri saya, dia kaget, karena tanpa dia sadari. dia sudah sering ghibah selama ini. Alhamdulillah, ada tulisan seperti ini yang mengingatkan kami untuk terhindar dari dosa besar ghibah.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: