Archive for Mei 26th, 2009

IKHLAS DALAM IBADAH DAN BERAMAL SHALEH

Ikhlas dalam beramal ibadah dan amal shaleh adalah melakukan suatu amal kebaikan, dan dalam melaksanakannya ditujukan semata-mata untuk Allah. Al Quran menyuruh kita ikhlas. Perhatikan firman-Nya sbb :

”dan (aku telah diperintah): “Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik”.
(QS Yunus [10]: 105).

 

Rasulullah SAW mengingatkan, ”Allah tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas untuk mencari ridha Allah semata.” (HR Abu Dawud dan Nasa’i). Imam Ali ra juga berkata, ”Orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amal diterima oleh Allah.”

Kendati bersimbah peluh,  menghabiskan tenaga, menguras pikiran, kalau tidak ikhlas, sebesar apa pun amal, sia-sia di mata Allah. Maka, sangat rugi orang yang sedekah habis-habisan hanya ingin disebut dermawan.

Ikhlas berarti kita tidak memanggil siapa pun selain Allah SWT untuk menjadi saksi atas perbuatan kita.

 

Ikhlas akan membuat jiwa menjadi independen, merdeka, tidak dibelenggu pengharapan akan pujian, tidak haus akan imbalan. Hati menjadi tenang karena ia tidak diperbudak penantian mendapat penghargaan ataupun imbalan dari makhluk. Penantian adalah hal yang tidak nyaman, menunggu pujian atau imbalan adalah hal yang dapat meresahkan, bahkan bisa mengiris hati bila ternyata yang datang sebaliknya.. Orang yang tidak ikhlas akan banyak menemui kekecewaan dalam hidupnya, karena orang yang tidak ikhlas banyak berharap pada makhluk yang lemah.

 

Imbalan dari manusia tidak ada apa-apanya dibanding imbalan dari Allah SWT.

Perhatikan firman Allah SWT di surah An-Nisa [4] ayat 146 :

Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.  

 Subhaanallah, adakah yang lebih berharga dari pemberian Allah?

 Namun dalam kehidupan ini, kadang kita memang menemukan kenyataan, kalau ternyata amal ibadah atau amal kebaikan yang kita lakukan dengan sembunyi-sembunyi dan tidak diketahui orang lain, ternyata justru kadang jadi mengundang, fitnah, gosip, omongan yang tidak enak tentang kita. Mungkin karena orang lain tidak tahu kalau sebenarnya kita ini sudah melakukan amal shaleh, amal kebaikan seperti sedekah, tapi kita menyembunyikannya karena Allah. Maka karena ketidaktahuannya, orang-orang akan menilai kita ini sebagai orang yang pelit, tidak mau sedekah, tidak mau beramal saleh.

Untuk masalah seperti ini, sebaiknya jangan kita pedulikan omongan orang pada kita. Tetap saja jaga kerahasiaan amal kebaikan kita. Jangan pedulikan pandangan orang, cukup puas saja dengan pandangan Allah terhadap kita. Dan masalah omongan atau di gunjingkan yang tidak-tidak, yang mungkin mengatakan kita itu pelit, kikir dan sebagainya, kita serahkan semua pada Allah.

 Dalam beramal saleh atau berbuat kebaikan, seperti sedekah dan lainnya, sebaiknya kita BENAR-BENAR MERASA CUKUP HANYA ALLAH SAJA YANG MENJADI SAKSI DARI APA YANG KITA LAKUKAN Dan yang tidak kalah penting,  jangan sampai kita terjebak riya yang samar, seperti merasa bangga apabila kita sudah berhasil menyembunyikan amal kebaikan kita, kalau kita seperti itu, maka hancurlah amal kita.

 Dalam melakukan setiap amal kebaikan, yang paling mendasar yang perlu dipahami adalah, bahwa segala amal kebaikan yang kita lakukan, itu bukanlah atas kemampuan kita sendiri, tapi itu adalah karena bantuan, pertolongan dan ijin Allah. Dengan memahami hal tersebut diatas, Insya Allah kita bisa memperbaiki amal ibadah kita dengan ikhlas, selamat dari berbangga diri karena telah berhasil melakukannya. Dan InsyaAllah bisa selamat dari riya.  Serta Insya Allah, bisa melindungi kita dari keinginan mengungkapkan amal kebaikan kita dihadapan mahluk, apabila kita mendapati kenyataan diri kita digosipkan, dinilai sebagai orang yang enggan beramal kebaikan, karena kita ikhlas, maka kita menyerahkan semua pada Allah SWT.

 Dewi Yana

http://www.dewiyana.cybermq.com

 

Iklan

KEUTAMAAN MEMBACA ISMULLAAHIL A’ZHAM

Ma’qil bin Yassar meriwayatkan dari Nabi saw bahwasanya beliau bersabda: “Siapa saja yang membaca pada pagi hari a’uudzubillaahis samii’il ‘aliim minasy syaithaanirrajiim sebanyak 3X kemudian membaca 3 ayat terakhir dari surah al-Hasyr niscaya Allah akan kirimkan 70.000 malaikat yang akan selalu mendo’akan si pembaca hingga sore hari. Seandainya ia meninggal dunia pada hari itu maka ia meninggal dalam keadaan syahid. Demikian pula bagi orang yang membacanya pada sore hari”. (HR. Tirmidzi dan Imam Ahmad)

 A’uudzu billaahis samii’il ‘aliim  minasysyaithaanir rajiim 3X. Huwallaahul ladzii laa ilaaha illaa huwa ‘aalimul ghaibi wasysyahaadati     huwarrahmaanur rahiim. Huwallaahul ladzii laa ilaaha illaa huwal malikul qudduusus salaamul mu`minul muhaiminul ‘aziizul jabbaarul mutakabbiru subhaanallaahi ‘ammaa yusyrikuun. Huwallaahul khaaliqul baari  ul mushawwiru  lahul  asmaa ul husna yusabbihu lahu maafis samawaati wal ardhi wahuwal ‘aziizul hakiim   

   Artinya:

Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha

 Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk.  Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana