TAWAKAL

Allah dan Rasul-Nya mengajarkan ketawakkalan dan keikhlasan kepada kita semua dalam menghadapi tiap persoalan hidup dan ketentuan takdir-Nya. Dalam ketawakkalan terkandung kesabaran dan keikhlasan yang menjadikan keimanan begitu indah. Keikhlasan dan kesabaran akan membuat kita menjadi tetap tegar dan tetap bersandar pada-Nya, yang dengan itu semua kita bisa menerima semua persoalan hidup sebagai sesuatu yang memang harus diterima sebagai ketentuan Tuhan.   

Perputaran roda kehidupan kadang tidak bisa kita tolak, karena kehidupan bukan kita yang punya dan bukan kita yang mengendalikan. Makanya kehidupan sering berjalan bertolak belakang dengan yang kita inginkan. Memang, tidak gampang menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan kita atau yang kita rasakan pahit dan buruk. Dikatakan tidak gampang, karena memang kenyataan itu, kadang membawa kita pada kesedihan.  Cuma kalau kita pikir-pikir, diterima atau tidak, sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi, sudah terjadi, kita tidak bisa mengelak ketentuan-Nya.  Kita tidak punya pilihan lain, selain menghadapi kenyataan tersebut dan berserah diri kepada Allah dan mengembalikan lagi semua kejadian kepada Penguasa setiap kejadian atau dengan kata lain bertawakal kepada Allah SWT.

Namun ada dari kita yang kadang menerima ketantuan takdir Allah yang tidak menyenangkan dengan keluh kesah,  menggerutu atau malah menghujat Allah SWT. Misalnya dengan berkata,”Ya Allah, mengapa harus aku? Apa dosaku ya Allah?” Hujatan terhadap Allah seperti ini sangat tidak boleh dan tidak sepantasnya, sebab Allah SWT berfirman :  “Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.” (QS al-Anbiyaa` [21] : 23)

Kita harus rela menerima segala  ketentuan  Allah  dan menyadari bahwa apapun yang terjadi, sudah ditetapkan Allah SWT dalam Lauhul Mahfuzh. Kita wajib menerima segala ketentuan Allah dengan penuh keikhlasan. Allah SWT berfirman :  “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS al-Hadid [57] : 22)

Kita harus bisa sabar terhadap segala ketentuan takdir-Nya serta menerimanya dengan ikhlas.  Bukankah kita bisa sabar dan ikhlas menerima ketentuan takdir Allah yang menyenangkan kita?  Maka sudah seharusnya, kita pun harus bisa sabar dan ikhlas, saat menerima ketentuan takdir-Nya yang tidak menyenangkan, yang berupa kesulitan atau musibah.

Menurut Imam Suyuthi dalam Tafsir al-Jalalain, sabar adalah menahan diri terhadap apa-apa yang tidak kita sukai. Sikap inilah yang wajib kita miliki saat kita menghadapi kenyataan yang tidak menyenangkan atau musibah.  Selain itu, disunnahkan ketika terjadi musibah, kita mengucapkan kalimat istirja’ (Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun ).

Allah SWT berfirman : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” . (QS al-Baqarah [2] : 155-156)

Ayat diatas mengisyaratkan bahwa Allah SWT memang sudah menetapkan bahwa kita semua akan ditimpa suatu ujian yang akan membuat kita merasa takut dan kekurangan. Dan hal itu pasti terjadi pada semua manusia. Yang paling penting adalah bagaimana kita menyikapinya. Sebaiknya kita bersabar dan selalu baik sangka terhadap segala ketentuan-Nya dan tawakal kepada Allah SWT

Yang perlu diingat adalah jangan sampai saat kita ditimpa kesulitan atau musibah, menyebabkan kita su-udzdzan (buruk sangka) terhadap ketentuan takdir Allah. Apalagi sampai  berputus asa,  karena putus asa adalah bagian dari kesesatan dan putus asa adalah pengikut kekufuran, sebagaimana tertulis dalam firman-Nya : ”Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat.”  (QS. Al Hijr ayat 56)

Dan perhatikan juga firman Allah SWT dalam surah Yusuf ayat 87 yang berbunyi : ….jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”

Memang, biasanya orang yang tertimpa musibah mudah sekali terjerumus ke dalam sikap putus asa.  Seperti tertulis dalam firman-Nya : ” Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa  (QS Ar Ruum  [30] : 36).

Kita harus meyakini, bahwa pasti ada hikmah dibalik setiap kesulitan atau musibah yang menimpa.  Mungkin dengan kesulitan atau musibah yang dialami seseorang, akan menjadi penggugur dosa-dosanya. Seperti sabda  Rasulullah SAW :  “Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah tertusuk duri atau lebih dari itu, kecuali dengannya Allah akan menghapus sebagian dosanya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Namun sikap sabar dan tawakal tidak  berarti kita hanya diam termenung meratapi nasib, tanpa berupaya mengubah apa yang ada pada diri kita. Allah SWT berfirman :  “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS ar-Ra’du [13] : 11)

Rasulullah SAW pun memberi petunjuk bahwa segala bahaya (madharat) wajib untuk dihilangkan. Misalnya ketiadaan logistik, tempat tinggal, masjid, sekolah, dan sebagainya. Nabi SAW bersabda,”Tidak boleh menimbulkan bahaya bagi diri sendiri dan bahaya bagi orang lain.” (HR Ibnu Majah)

Jadi saat kita dihadapkan pada ketentuan takdir-Nya yang tidak menyenangkan, yang berupa kesulitan atau musibah, maka yang pertama kali harus kita ingat adalah, bahwa Allah SWT tidak pernah membuat kita menderita, kita harus meyakini bahwa pasti ada hikmah dan pasti ada maksud lain yang ingin disampaikan-Nya dibalik semua kesulitan yang menimpa, dan memang kadang butuh waktu bagi kita untuk memahaminya. Berbaiksangkalah terhadap segala ketentuan takdir-Nya, sertai juga dengan sabar dan ketawakalan, maka insyaAllah segala kesulitan yang paling berat sekalipun akan menjadi ringan, dan kita akan dapat memahami hikmah yang terkandung dibalik ujian kesulitan atau musibah yang menimpa.

Dewi Yana

https://jalandakwahbersama.wordpress.com

http://dewiyana.cybermq.com

2 responses to this post.

  1. Koleksi Foto Masjid Eropa Yang Luar Biasa

    Berada di benua eropa, Islam tetap tumbuh dan berkembang di kawasan itu.
    Walaupun menjadi Minoritas Di Kawasan Eropa, Umat Muslim tetap memiliki
    Masjid – Masjid yang luar biasa dengan corak arsitektur yang berbeda dengan
    Masjid pada umumnya di Kawasan Timur Tengah maupun Asia.
    Berikut ini koleksi Foto Masjid yang berada di Inggris, Belanda, Belgia, Perancis,
    Spanyol dan Italia.
    Dapat di Download di http://www.ziddu.com/download/5155299/Koleksi_Foto_Masjid2_Eropa.zip.html

    Balas

  2. Syukron

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: