IKHLAS

Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak menyertakan kepentingan pribadi atau imbalan duniawi atas apa yang ia lakukan. Tujuan orang yang ikhlas hanya satu, yaitu bagaimana agar apa yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT.   Seorang hamba yang ikhlas, ia tidak akan pernah mengharapkan apapun dari siapapun, karena kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari apa yang bisa diberikan. Ikhlas kepada Allah SWT berarti seseorang melakukan ibadah hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan keridhaan-Nya.

Apapun yang dilakukan kalau tujuan kita hanya kepada Allah, itulah ikhlas. Orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amalnya diterima oleh Allah.  Seorang yang memiliki sifat ikhlas, ia akan menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan hidup. Apapun yang dilakukannya, hanya Allah lah tujuannya.

Allah Maha Tahu segalanya dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,  apabila kita melakukan semuanya semata-mata karena Allah, maka kekuatan Allah lah yang akan menolong segalanya, percayalah.

Orang benar-benar ikhlas, sekalipun dirinya dibilang tidak ikhlas, ia tidak akan membela diri, sebab kalau dia membela diri apalagi sampai marah karena dikatakan tidak ikhlas, itu merupakan tanda-tanda ketidakikhlasannya. Karena orang yang ikhlas, tidak perduli pada penilaian mahluk, ia hanya perduli pada penilaian Allah SWT dan keikhlasannya hanya ditujukan untuk Allah, sehingga tidak perlu orang lain mengetahuinya. Bila ia ingin keikhlasananya diketahui orang lain, itu tandanya  ia belum ikhlas.

Allah SWT telah menjanjikan pahala kepada hamba-hambanya yang ikhlas. Perhatikan firman Allah SWT tentang balasan pahala bagi hamba Allah yang ikhlas, yang antara lain, seperti tertulis dalam surah Al Maaidah ayat 85 dan surah An Nisaa ayat 146, sebagai berikut :

”Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya)”. (QS. Al Maaidah [5] : 85)

”Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar” (QS. An Nisaa’ [4] : 146)

Perhatikan hadits Rasulullah SAW : ” Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amal kecuali jika dikerjakan dengan ikhlas semata-mata Untuk-Nya dan mencari ridha-Nya “. ( HR. Abu Dawud dan Nasai ).

Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut :  Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?”

Allah menjawab, “Ada, yaitu besi” (Kita mengetahui bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluh-lantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).  Para malaikat pun kembali bertanya, “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?”  Allah yang Mahasuci menjawab, “Ada, yaitu api” (Besi atau baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).

Bertanya kembali para malaikat, “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?”  Allah yang Maha Agung menjawab, “Ada, yaitu air” (Api membara sebesar dan sedasyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air).  “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?” (Kembali bertanya para malaikat).

Allah yang Mahatinggi dan Maha Sempurna menjawab, “Ada, yaitu angin” (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).  Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, “Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?”   

Allah SWT yang Maha Kuasa, Maha Perkasa dan Maha Segala kehebatan-Nya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya.”

Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya benar-benar bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.

Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita, bagaimana seorang hamba yang ikhlas ternyata mempunyai kekuatan yang sangat dahsyat.  Yaitu seorang hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Dan ini tidak mudah dilakukan, karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghargaan dan ucapan terima kasih.  Kita pun selalu tergoda dan berkeinganan untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita, keberhasilan kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan.  Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.  Inilah ujian keikhlasan amal kita.

Sekarang mari kita tanyakan dengan jujur pada diri kita sendiri, sudah dapatkah kita menahan diri kita, dari keinginan diketahui orang lain akan keikhlasanan kita? Sudah bisakah kita menahan diri, dari membanggakan amal ibadah atau amal kebaikan atau sedekah yang kita lakukan?  Kalau sudah bersyukur dan pertahankanlah serta yakinlah, bahwa semua itu bisa kita lakukan karena pertolongan Allah semata.  Apabila belum, maka perbaikilah segera.

Begitu beratnya sifat ikhlas untuk dapat menjadi pola hidup seseorang, sampai-sampai ada ujaran yang menyebutkan, “jika seseorang masih melihat keikhlasan dalam sikap ikhlasnya, maka keikhlasannya masih memerlukan keikhlasan lagi,”

Karena itu, mari kita perbaiki amal perbuatan kita dengan ikhlas dan memperbaiki keikhlasan kita dengan perasaan tidak ada kekuatan sendiri, sedang semua yang dilakukan semata-mata karena bantuan pertolongan Allah SWT.

Dewi Yana

https://jalandakwahbersama.wordpress.com

http://dewiyana.cybermq.com

 

One response to this post.

  1. assalamu’alaikum mbak dewi.
    semoga selalu sehat ya mbak.
    ikhlas adalah suatu rahasia antara hamba dan Penciptanya.
    saya berkunjung sekalian mau memberi tahu mbak dewi,
    ada award dari saya utk mbak dewi.
    mohon diambil ya mbak.
    salam.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: