Archive for Agustus, 2009

MENGAPA DOAKU BELUM DIKABULKAN ?

Mungkin ada dari kita yang pernah bertanya-tanya dalam hati, mengapa doa yang kita panjatkan belum juga dikabulkan Allah? Atau mengapa pertolongan Allah belum datang juga, untuk mengatasi kesulitan yang sedang kita alami? Padahal kita telah sungguh-sungguh berdoa.

Ada beberapa sebab mengapa doa tidak segera dikabulkan dan ada hikmah yang terkandung didalamnya:

  1. Allah SWT berfirman: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah [2] : 186). Dalam firman Allah  SWT diatas, jelas sekali disebutkan, bahwa Aku mengabulkan permohonan oran gyang berdoa kepada-Ku, maka hendaklah ia memenuhi (segala perintah-Ku)….. Perhatikan ayat ini dengan seksama, dan tanyakan dengan jujur pada diri kita sendiri, sudahkan kita memenuhi segala perintah-Nya? Atau kita hanya berdoa dan mendatangi-Nya saat kita sedang mengalami kesusahan saja? Tanyakan juga dengan jujur pada diri sendiri, kapankah kita terakhir kali berdoa dengan penuh kekhusu’ an dan benar-benar mendekatkan diri pada-Nya? Tanyakan dengan jujur pada diri sendiri, apakah saat kita dalam keadaan senang dan saat kita tidak ada masalah/kesulitan, kita berdoa dan menghadap pada-Nya, sebaik dan sesering saat kita ditimpa kesulitan? Tanyakan dengan jujur pada diri kita, seberapa banyak kita mengingat-Nya disaat kita berada dalam kelapangan/kemudahan? Sudahkah kita mengutamakan-Nya, diatas urusan dunia kita, baikd alam keadaan kita lapang atau sempit?
  2. Sebab tertundanya pengabulan doa kita adalah karena kita belum memenuhi syarat-syarat diterimanya doa. Mungkin kurang khusyu’ dalam berdoa, atau dalam berdoa,  kita kurang merendahkan diri dan sikap pasrah secara total kepada Allah .
  3. Mungkin karena kita belum bertobat, bertobat yang sungguh-sungguh tobat (nasuha). Atau mungkin ada makanan kita mengandung syubhat atau ada hak milik orang lain pada diri kita dan kita belum mengembalikannya. Karena itu, kita harus bertobat dengan taubat nasuha, dengan melengkapi syrat-syaratnya dan mengembalikan hak orang lain yang mungkin masih ada pada kita.  Perhatikan sabda Rasulullah saw berikut ini: ”Hai Saad (Ibn Abi Waqash), makanlah makanan yang baik-baik niscaya engkau akan menjadi orang yang doanya dikabulkan. Dalam hadits sahih lainnya disebutkan:  ”Lalu Rasulullah mengisahkan seseorang yang rambutnya acak-acakan dan berdebu, sementara tangannya menengadahkan ke langit untuk berdoa, ”Ya Allah, ya Allah”. Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram. Diberi makan dari sumber yang haram. Bagaimana doanya dikabulkan? (HR. Muslim, Tirmizi dan Ahmad)
  4. Penyebab lainnya, mungkin Allah SWT sengaja menyimpan pahala dan balasan doa kita di akhirat kelak atau Allah menghilangkan keburukan dari kita. Diriwayatkan dari Ubadah bin Shamit ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda: ”Tidaklah seorang Muslim yang ada di atas bumi berdoa kepada Allah dengan suatu doa kecuali Dia pasti mengabulkan doa itu atau menghilangkan keburukan darinya selama ia tidak berdoa untuk keburukan atau memutuskan hubungan silaturahim.”. Seseorang berkata ,”Bagaimana jika kita memperbanyak doa?”. Rasulullah Saw bersabda: ”Allah lebih banyak lagi mengabulkan doanya atau menghilangkan keburukan darinya.” (HR. Tirmizi, Ahmad, Ibn Hibban)
  5. Allah SWT tidak segera mengabulkan doa kita, untuk kebaikan kita sendiri. Adakalanya jika seseorang dikabulkan doanya dengan segera, mungkin dia akan lupa diri sehingga Allah menunda terkabulnya doa. Tidak sedikit orang yang di saat miskin ia seorang hamba yang takwa kepada Allah, rajin ibadahnya, namun setelah kaya ia lupa Allah dan jauh dari Allah. Ingatlah, Allah Maha mengetahui, sedangkan kita tidak. Dan Pilihan Allah untuk kita adalah pilihan yang terbaik

Baca lebih lanjut

Iklan

MENJAWAB PANGGILAN ALLAH TEPAT WAKTU

Awal shalat ditandai dengan berkumandangnya azan, tetapi sering kita temukan, baik itu di pasar, dikantor, atau tempat-tempat lain masih saja mereka yang mengaku  umat muslim sibuk dengann urusannya masing-masing. Mereka tidak bergegas memenuhi panggilan azan untuk shalat, bahkan ada juga dari mereka yang benar-benar melalaikan sholat lima waktu.

Shalat di awal waktu adalah amalan yang paling utama di sisi Allah.
Dari Abdullah Ibnu Mas’ud, ia berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah tentang amalan yang paling utama, beliau menjawab: “Shalat di awal waktunya.” (HR. Imam Al Bukhari dan Muslim)

Baca lebih lanjut

MALU BAGIAN DARI IMAN

Kalau kita jalan-jalan ke mall atau pusat pertokoan, maka kita akan melihat suatu pemandangan yang sudah tidak asing lagi dimata kita, dimana, sebagian wanita, baik itu dari kalangan remaja, dewasa dan bahkan ada dari golongan karyawati kantor, yang berpakaian ketat membentuk tubuh atau mengenakan pakaian yang tipis dan mini.  Padahal Rasulullah SAW telah bersabda : Dua golongan termasuk ahli neraka, aku belum pernah melihat mereka; satu kaum (penguasa) yang membawa cambuk (besar) seperti ekor sapi, dengannya mereka memukuli manusia (maksudnya, penguasa yang zolim), dan kaum wanita yang berpakaian tetapi telanjang, menggoda dan menyimpang, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mendapati aromanya, padahal aromanya bisa didapat dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim).

Padahal Allah SWT berfirman: ”….Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59)

Baca lebih lanjut

MUHASABAH/ INSTROSPEKSI DIRI

Perjalanan hidup seorang muslim tidak selamanya berada diatas jalan kebaikan, tetapi kadangkala ada rambu-rambu yang dilanggar seperti menunda-nunda shalat, ghibah, dusta, iri hati, maksiat dan lainya.  Oleh karena itu, sebaiknya kita harus bisa menyediakan waktu untuk muhasabah/introspeksi diri, mengkaji dan mengevaluasi diri kita, mencoba untuk bercermin agar noda dan dosa yang melekat dalam diri menjadi terlihat jelas dan kita bisa segera melakukan perbaikan.

Alangkah baiknya apabila kita selalu mengevaluasi apa yang telah kita lakukan dan juga melakukan persiapan untuk menggapai masa depan yang lebih baik, Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr [59]:18)

Baca lebih lanjut

JANGAN MENCARI-CARI KESALAHAN ORANG LAIN

Entah mengapa, ada dari kita  yang selalu punya kecenderungan untuk menjadi sosok yang gemar sekali mencari-cari kesalahan orang lain. Lihat saja betapa mudahnya seseorang menuntut dan mengkritik orang lain. Sebenarnya boleh-boleh saja mengkritik teman atau siapa pun, tapi dalam menyampaikan kritik, saran atau sebuah koreksi, sebaiknya kita tetap menghormati orang yang kita kritik.  Karena itu dalam menyampaikan informasi yang sifatnya sebuah koreksi, sebaiknya kita menyampaikannya dengan cara yang baik, ramah dan lembut. Dan jangan pernah menyampaikan dengan cara yang langsung menyudutkan dan menyalahkan, tapi kemukakanlah pendapat kita dengan cara yang baik, santun dan bijak.

Berkatalah yang baik atau diam. Ya, kita sebagai manusia memang telah diberikan banyak sekali nikmat oleh Allah SWT termasuk nikmat dapat berbicara. Akan tetapi, banyak yang salah menggunakan nikmat ini. Mereka tidak mengerti bahwa mulut yang telah dikaruniakan oleh-Nya seharusnya dapat dijaga dengan baik dan digunakan hanya untuk kebaikan.

Baca lebih lanjut

JANGAN MENINGGALKAN SHALAT

Kita semua pasti tahu bahwa shalat adalah perkara yang amat penting. Namun, kenyataannya kalau kita melihat disekeliling kita, masih ada orang yang dalam KTP nya mengaku beragama Islam, namun biasa meninggalkan shalat. Dan yang lebih aneh lagi, tidak ada rasa bersalah dalam diri mereka. Waktu saya tanya, mereka  bilang, bahwa mereka tahu dan sadar, kalau meninggalkan shalat itu dosa, tapi tetap saja tidak ada perbaikan. Istilahnya, sadar sih sadar, tapi tidak mau insyaf.

Mereka mengaku beragama islam, tapi tidak mematuhi perintah Allah SWT untuk melaksanakan shalat. Perhatikan  firman Allah SWT berikut ini: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku/mengabdi kepada-Ku” ( QS. Adz Dzariyat : 56).  Serta perhatikan juga firman Allah SWT berikut ini: “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku-lah beserta orang-orang yang ruku” (QS. Al Baqarah [2] : 43)

Baca lebih lanjut

PUASA RAMADHAN

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah [2]:183)

Rasulullah SAW bersabda: “Islam dibangun di atas lima hal: bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan haji ke Baitullah.” (Hadits, Muttafaqun ‘alaih dari Ibnu ‘Umar)

Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Hal ini karena kistimewaan yang dimiliki oleh bulan Ramadhan diantara bulan-bulan lainnya. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kasih sayang, rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Pada bulan ini, semua amal kebaikan diberi ganjaran berpuluh kali lipat dari bulan biasa, sehingga pada bulan inilah, kita dapat menabung amal shaleh sebanyak mungkin sebagai bekal di akhirat kelak.

Bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan diantara keutamaannya adalah :

  1. Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an.  Allah SWT berfirman:  “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS.Al-Baqarah [2]: 185). Rasulullah SAW  bersabda: “Bila datang bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan dibelenggulah para setan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
  2. Pada bulan Ramadhan pula terdapat malam Lailatul Qadar.  Allah SWT berfirman:  “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.” (Al-Qadar [97]: 1-5)
  3. Penghapus Dosa. “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Adapun keutamaan menjalankan ibadah puasa antara lain :

  1. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka”  (HR. Ahmad 3/241, 3/296 dari Jabir, Ahmad 4/22 dan Utsman bin Abil ‘Ash. Ini adalah hadits yang shahih)
  2. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah maka di antara dia dan neraka ada parit yang luasnya seperti antara langit dengan bumi” (HR. Tirmidzi no. 1624)
  3. Dari Sahl bin Sa’ad ra, dari Nabi SAW (bahwa beliau) bersabda: “Sesungguhnya dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar-Royyan orang-orang yang puasa akan masuk di hari kiamat nanti dari pintu tersebut, tidak ada orang selain mereka yang memasukinya. Jika telah masuk orang terkahir yang puasa ditutuplah pintu tersebut. Barangsiapa yang masuk akan minum, dan barangsiapa yang minum tidak akan merasa haus untuk selamanya” (HR Bukhari 4/95, Muslim 1152)
  4. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah SAW bersabda, “ Allah SWT berfirman “semua amal perbuatan anak adam adalah milik-Nya (dapat dicampuri hawa nafsu), kecuali puasa. Dia adalah untuk-Ku dan aku sendiri  yang akan membalasnya. Puasa itu merupakan perisai, maka jika seseorang sedang berpuasa, janganlah berkata keji atau ribut. Kalo seseorang mencaci maki padanya atau mengajak berkelahi, maka hendaknya dikatakan kepadannya “Sungguh aku sedang berpuasa”. Demi Allah yang jiwa Muhammad di tangan-Nya bau mulut orang yang berpuasa bagi Allah di hari kiamat adalah lebih harum dari bau minyak kesturi. Dan untuk orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan,  yaitu : ketika akan berbuka puasa dan akan ketika akan menghadap Allah bergembira akan menerima pahala puasanya”. (Bukhari 4/88, Muslim no. 1151,)

Islam bukanlah agama yang memberatkan bagi setiap pemeluknya. Banyak kemudahan yang dapat kita temui dalam islam. Salah satu kemudahan tersebut adalah tentang kewajiban puasa Ramadhan. Ada beberapa orang yang diberi kelonggaran untuk tidak menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Berikut adalah beberapa dalil yang terkait dengan hal tersebut (tidak saya kutip semuanya) :

  1. ”(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. Al Baqarah [2]: 184)
  2. Ucapan Ibnu Abbas: wanita yang hamil dan wanita yang menyusui apabila khawatir atas kesehatan anak-anak mereka, maka boleh tidak puasa dan cukup membayar fidyah memberi makan orang miskin ” (HR. Abu Dawud ). Hadits Shahih
  3. “Diriwayatkan dari Nafi’ dari Ibnu Umar: Bahwa sesungguhnya istrinya bertanya kepadanya (tentang puasa Ramadhan), sedang ia dalam keadaan hamil. Maka ia menjawab : Berbukalah dan berilah makan sehari seorang miskin dan tidak usah mengqadha puasa .” (HR. Baihaqi) Hadits Shahih
  4. “Diriwayatkan dari Hamzah Al-Islamy : Wahai Rasulullah, aku dapati bahwa diriku kuat untuk puasa dalam safar, berdosakah saya ? Maka beliau SAW bersabda : hal itu adalah merupakan kemurahan dari Allah SWT, maka barangsiapa yang menggunakannya maka itu suatu kebaikan dan barangsiapa yang lebih suka untuk terus puasa maka tidak ada dosa baginya ” ( HR. Muslim)
  5. Wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan menjalankan ibadah puasa Ramadhan, sesuai dengan hadits berikut ini:  “Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra. ia berkata : Disaat kami haid di masa Rasulullah SAW, kami dilarang puasa dan diperintahkan mengqadhanya, dan kami tidak diperintah mengqadha Shalat ”  (HR. Bukhari Muslim).
  6. “Diriwayatkan dari Sa’id Al-Khudry ra. ia berkata : Kami bepergian bersama Rasulullah SAW. ke Makkah, sedang kami dalam keadaan puasa. Selanjutnya ia berkata : Kami berhenti di suatu tempat. Maka Rasulullah SAW. bersabda: Sesungguhnya kamu sekalian sudah berada ditempat yang dekat dengan musuh kalian, dan berbuka lebih memberi kekuatan kepada kamu. Ini merupakan rukhsah, maka diantara kami ada yang masih puasa dan ada juga yang berbuka. Kemudian kami berhenti di tempat lain. Maka beliau juga bersabda: Sesungguhnya besok kamu akan bertemu musuh, berbuka lebih memberi kekuatan kepada kamu sekalian ,maka berbukalah. Maka ini merupakan kepastian, kamipun semuanya berbuka. Selanjutnya bila kami bepergian beserta Rasulullah SAW. kami puasa .” (H.R Ahmad, Muslim dan Abu Dawud)

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA

  1. Dari Abu Hurairah ra. bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW telah bersabda : Barang siapa yang muntah dengan tidak sengaja, padahal ia sedang puasa  maka tidak wajib qadha (puasanya tetap sah), sedang barang siapa yang berusaha sehinggga muntah dengan sengaja, maka hendaklah ia mengqadha (puasanya batal). (H.R : Abu Daud dan At-Tirmidzi)
  2. Diriwayatkan dari Aisyah ra ia berkata : Disaat kami berhaidh ( datang bulan ) dimasa Rasulullah SAW. kami dilarang puasa dan diperintah untuk mengqadhanya dan kami tidak diperintah untuk mengqadha shalat. (H.R : Al-Bukhari dan Muslim )
  3. “Dari Abu Hurairah ra.: bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW. telah bersabda : Barangsiapa yang terlupa, sedang dia dalam keadaan puasa, kemudian ia makan atau minum, maka hendaklah ia sempurnakan puasanya. Hal itu karena sesungguhnya Allah hendak memberinya karunia makan dan minum “ (Hadits Shahih, riwayat Al-Jama’ah kecuali An-Nasai).
  4. “…dan makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam (fajar ), kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam…” ( Al-Baqarah : 187).
  5. Diriwayatkan dari Hafshah, ia berkata : Telah bersabda Nabi Muhammad SAW. Barang siapa yang tidak berniat untuk puasa (Ramadhan) sejak malam, maka tidak ada puasa baginya. (HR. Abu Daud) hadits shahih.

Demikian yang dapat saya uraikan tentang puasa Ramadhan, tentunya teman-teman ada yang lebih mengetahui dengan lebih detail dari yang saya tulis,  saya mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam tulisan saya ini.

Saya dan keluarga, mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1430 H, kepada seluruh teman-teman dan pembaca blog Jalan Dakwah Bersama,  mohon maaf atas segala salah dan khilaf.

Dewi Yana

https://jalandakwahbersama.wordpress.com

http://dewiyana.cybermq.com