PUASA RAMADHAN

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah [2]:183)

Rasulullah SAW bersabda: “Islam dibangun di atas lima hal: bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan haji ke Baitullah.” (Hadits, Muttafaqun ‘alaih dari Ibnu ‘Umar)

Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Hal ini karena kistimewaan yang dimiliki oleh bulan Ramadhan diantara bulan-bulan lainnya. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kasih sayang, rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Pada bulan ini, semua amal kebaikan diberi ganjaran berpuluh kali lipat dari bulan biasa, sehingga pada bulan inilah, kita dapat menabung amal shaleh sebanyak mungkin sebagai bekal di akhirat kelak.

Bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan diantara keutamaannya adalah :

  1. Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an.  Allah SWT berfirman:  “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS.Al-Baqarah [2]: 185). Rasulullah SAW  bersabda: “Bila datang bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan dibelenggulah para setan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
  2. Pada bulan Ramadhan pula terdapat malam Lailatul Qadar.  Allah SWT berfirman:  “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.” (Al-Qadar [97]: 1-5)
  3. Penghapus Dosa. “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Adapun keutamaan menjalankan ibadah puasa antara lain :

  1. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka”  (HR. Ahmad 3/241, 3/296 dari Jabir, Ahmad 4/22 dan Utsman bin Abil ‘Ash. Ini adalah hadits yang shahih)
  2. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah maka di antara dia dan neraka ada parit yang luasnya seperti antara langit dengan bumi” (HR. Tirmidzi no. 1624)
  3. Dari Sahl bin Sa’ad ra, dari Nabi SAW (bahwa beliau) bersabda: “Sesungguhnya dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar-Royyan orang-orang yang puasa akan masuk di hari kiamat nanti dari pintu tersebut, tidak ada orang selain mereka yang memasukinya. Jika telah masuk orang terkahir yang puasa ditutuplah pintu tersebut. Barangsiapa yang masuk akan minum, dan barangsiapa yang minum tidak akan merasa haus untuk selamanya” (HR Bukhari 4/95, Muslim 1152)
  4. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah SAW bersabda, “ Allah SWT berfirman “semua amal perbuatan anak adam adalah milik-Nya (dapat dicampuri hawa nafsu), kecuali puasa. Dia adalah untuk-Ku dan aku sendiri  yang akan membalasnya. Puasa itu merupakan perisai, maka jika seseorang sedang berpuasa, janganlah berkata keji atau ribut. Kalo seseorang mencaci maki padanya atau mengajak berkelahi, maka hendaknya dikatakan kepadannya “Sungguh aku sedang berpuasa”. Demi Allah yang jiwa Muhammad di tangan-Nya bau mulut orang yang berpuasa bagi Allah di hari kiamat adalah lebih harum dari bau minyak kesturi. Dan untuk orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan,  yaitu : ketika akan berbuka puasa dan akan ketika akan menghadap Allah bergembira akan menerima pahala puasanya”. (Bukhari 4/88, Muslim no. 1151,)

Islam bukanlah agama yang memberatkan bagi setiap pemeluknya. Banyak kemudahan yang dapat kita temui dalam islam. Salah satu kemudahan tersebut adalah tentang kewajiban puasa Ramadhan. Ada beberapa orang yang diberi kelonggaran untuk tidak menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Berikut adalah beberapa dalil yang terkait dengan hal tersebut (tidak saya kutip semuanya) :

  1. ”(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. Al Baqarah [2]: 184)
  2. Ucapan Ibnu Abbas: wanita yang hamil dan wanita yang menyusui apabila khawatir atas kesehatan anak-anak mereka, maka boleh tidak puasa dan cukup membayar fidyah memberi makan orang miskin ” (HR. Abu Dawud ). Hadits Shahih
  3. “Diriwayatkan dari Nafi’ dari Ibnu Umar: Bahwa sesungguhnya istrinya bertanya kepadanya (tentang puasa Ramadhan), sedang ia dalam keadaan hamil. Maka ia menjawab : Berbukalah dan berilah makan sehari seorang miskin dan tidak usah mengqadha puasa .” (HR. Baihaqi) Hadits Shahih
  4. “Diriwayatkan dari Hamzah Al-Islamy : Wahai Rasulullah, aku dapati bahwa diriku kuat untuk puasa dalam safar, berdosakah saya ? Maka beliau SAW bersabda : hal itu adalah merupakan kemurahan dari Allah SWT, maka barangsiapa yang menggunakannya maka itu suatu kebaikan dan barangsiapa yang lebih suka untuk terus puasa maka tidak ada dosa baginya ” ( HR. Muslim)
  5. Wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan menjalankan ibadah puasa Ramadhan, sesuai dengan hadits berikut ini:  “Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra. ia berkata : Disaat kami haid di masa Rasulullah SAW, kami dilarang puasa dan diperintahkan mengqadhanya, dan kami tidak diperintah mengqadha Shalat ”  (HR. Bukhari Muslim).
  6. “Diriwayatkan dari Sa’id Al-Khudry ra. ia berkata : Kami bepergian bersama Rasulullah SAW. ke Makkah, sedang kami dalam keadaan puasa. Selanjutnya ia berkata : Kami berhenti di suatu tempat. Maka Rasulullah SAW. bersabda: Sesungguhnya kamu sekalian sudah berada ditempat yang dekat dengan musuh kalian, dan berbuka lebih memberi kekuatan kepada kamu. Ini merupakan rukhsah, maka diantara kami ada yang masih puasa dan ada juga yang berbuka. Kemudian kami berhenti di tempat lain. Maka beliau juga bersabda: Sesungguhnya besok kamu akan bertemu musuh, berbuka lebih memberi kekuatan kepada kamu sekalian ,maka berbukalah. Maka ini merupakan kepastian, kamipun semuanya berbuka. Selanjutnya bila kami bepergian beserta Rasulullah SAW. kami puasa .” (H.R Ahmad, Muslim dan Abu Dawud)

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA

  1. Dari Abu Hurairah ra. bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW telah bersabda : Barang siapa yang muntah dengan tidak sengaja, padahal ia sedang puasa  maka tidak wajib qadha (puasanya tetap sah), sedang barang siapa yang berusaha sehinggga muntah dengan sengaja, maka hendaklah ia mengqadha (puasanya batal). (H.R : Abu Daud dan At-Tirmidzi)
  2. Diriwayatkan dari Aisyah ra ia berkata : Disaat kami berhaidh ( datang bulan ) dimasa Rasulullah SAW. kami dilarang puasa dan diperintah untuk mengqadhanya dan kami tidak diperintah untuk mengqadha shalat. (H.R : Al-Bukhari dan Muslim )
  3. “Dari Abu Hurairah ra.: bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW. telah bersabda : Barangsiapa yang terlupa, sedang dia dalam keadaan puasa, kemudian ia makan atau minum, maka hendaklah ia sempurnakan puasanya. Hal itu karena sesungguhnya Allah hendak memberinya karunia makan dan minum “ (Hadits Shahih, riwayat Al-Jama’ah kecuali An-Nasai).
  4. “…dan makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam (fajar ), kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam…” ( Al-Baqarah : 187).
  5. Diriwayatkan dari Hafshah, ia berkata : Telah bersabda Nabi Muhammad SAW. Barang siapa yang tidak berniat untuk puasa (Ramadhan) sejak malam, maka tidak ada puasa baginya. (HR. Abu Daud) hadits shahih.

Demikian yang dapat saya uraikan tentang puasa Ramadhan, tentunya teman-teman ada yang lebih mengetahui dengan lebih detail dari yang saya tulis,  saya mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam tulisan saya ini.

Saya dan keluarga, mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1430 H, kepada seluruh teman-teman dan pembaca blog Jalan Dakwah Bersama,  mohon maaf atas segala salah dan khilaf.

Dewi Yana

https://jalandakwahbersama.wordpress.com

http://dewiyana.cybermq.com

 

 

40 responses to this post.

  1. Posted by pakcikli00 on 8 Agustus 2009 at 16:04

    asalamualaikum,

    jambu kepal masaknya ranum
    makan orang bulan puasa
    saya gelak dia tersenyum
    hendak ditegur tiada biasa

    terima kaseh salam hormat

    Balas

  2. Waduh ini pencerahan yang luar biasa nih. hebat sekali! terimakasih untuk pencerahannya.Saya suka nih

    Balas

  3. tidak terasa yah sudah mau ramadhan lagi

    Balas

  4. sebelum ramadhan tiba, baiknya kita saling memaafkan terlebih dahulu…

    Salam

    Balas

  5. Mudah2n kita semua mampu melewati hingga hari itu tiba, ^_^…V amien…

    Balas

  6. Assalaamu’alaikum,

    Alhamdulillah puasa segera tiba,
    Selamat menjalankan ibadah puasa mbak Yana,
    terimakasih atas pencerahan ilmunya
    *sedikit koreksi untuk kutipan (QS. Al Baqarah [2]:183) di paragraf pertama, ada salah ketik sedikit ..
    yang dimaksud tentu “bertaqwa”, tapi terketik “bertakaw”

    Balas

  7. Marhaban Ya Ramadhan semoga kita bisa meningkatkan amal Ibadah kita dibulan suci yang akan datang

    Balas

  8. Posted by KangBoed on 9 Agustus 2009 at 01:22

    marilah kita laksanakan dengan penuh cinta dan kasih sayang semoga puasa ii berguna untuk meraih FITRAH DIRI

    Salam Sayang

    Balas

  9. Assalamu alaikum

    Bagaimana menjadikan bulan selain bulan Romadhon menjadi bulan Romadhon???

    Bisa nggak setiap malam yang kita lalui adalah Lailatul Qadar?

    wassalam

    Balas

    • Maaf, sepertinya jawaban atas pertanyaan di atas adalah : TIDAK BISA!
      Salam.

      Balas

    • Wa’alaikum salam,

      Mas Ayruel, untuk menjadikan bulan-bulan lain “sama persis” nilai ibadahnya seperti bulan Ramadhan, itu tidak bisa, karena keutamaan bulan Ramadhan yg berbeda dengan bulan lainnya. Menjadikan setiap malam seperti malam ” Lailatul Qadar”, itupun tidak bisa (lihat tulisan diatas).
      Tapi kita bisa, menjaga amal ibadah yg kita lakukan di bulan suci Ramadhan, agar tetap terjaga di bulan-bulan lainnya., dengan puasa sunnah, melaksanakan shalat tahajut setiap malam, dsb. Nabi Muhammad SAW bersabda : “Pada tiap malam Allah SWT turun (ke langit dunia) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim)
      (Dewi Yana)

      Balas

  10. Begitu berlimpah ruah hikmah di bulan Ramadhan🙂

    Semoga bulan ini aku bisa mendapatkanya…

    Amiin …

    Salam🙂

    Balas

  11. Ya Allah Berkahilah kami di Builan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah Kami ke Bulan Ramadhan.

    Semoga Kita bisa meraih derajat Taqwa di Bulan penuh berkah tsb..amin

    Balas

  12. Persiapan-persiapan….. akan datang tamu istimewa.

    Ziarah ke makam orang tua, ingat bahwa kitapun akan mati
    Menghaluskan jiwa, melembutkan hati
    Membersihkan diri, lingkungan dan tempat shalat
    Membuka pintu cahaya dalam khalwat

    Salam takzim.

    Balas

  13. Posted by KangBoed on 9 Agustus 2009 at 15:18

    hehehe.. lailatul qodar di bulan yang lainnya BISA.. tapi zikrullah yang seperti apa dahulu yang bisa mencapai dan meraihnya
    Salam Sayang

    Balas

    • Ha..ha…ha.. @KangBoed aya-aya wae…
      Dengan nalar dan nash jelas tidak bisa kang. Al Layl Al Qadr hanya ada pada bulan Ramadlan,
      Kalau memaknai “seperti Al Layl Al Qadr” tentunya bisa.
      Ikuti nash saja @KangBoed, pasti benar. Apalagi kalau materinya buat kultum tarawih…hik..hik..
      Kalau yang “tertutup dan terbatas” sebaiknya jangan dibuka”.
      Salam sayang juga. Sukses menyertai.

      Balas

      • Sudah diedit ya….
        Terimakasih buat @Dewi Yana (meskipun ada yang terpotong, gak apa-apa lah.)
        Salam takzim

    • Untuk mbak Dewi Yana, tolong diedit sedikit tulisan saya,
      kalimat – yang “tertutup dan terbatas” yang “jangan dibuka …” seharusnya
      ” tertutup dan terbatas” sebaiknya “jangan dibuka…”

      Terimakasih.

      Balas

  14. Posted by pakcikli00 on 9 Agustus 2009 at 15:34

    Asalamualaikum

    Pokoknya apakah benar pada bulan puasa umat islam menahan diri daripada kekenyangan ? Jika diperhatikan setiap kali menjelang bulan puasa bekalan makanan dipasaran sering tidak mencukupi, Kemeriahan pesta makanan dapat dilihat setiap kali bulan ramadan dipasarnya. Menahan perut betrlapar disianghari, kemudian mengisi perut semaunya dimalam hari adalah satu perbuatan yang paling bahaya disudut kesihatan. Jika diperhatikan disudut ini perbuatan maksiat itu lebih berleluasa di bulan ramadan, sehingga menzalimi fakir miskin untuk memperolehi bekalan makanan dengan harga yang sepatutnya. Kebanyakan umat islam pula berlumba lumba untuk berniaga dan mengaut keuntungan dibulan puasa, melebihi usaha sebelumnya.

    Komentar ini ditulis samoga Puanj Dewi Yana memberi respon kepada saya yang hina ini,

    Terima kaseh salam hormat.

    Balas

  15. Asalamu’alaikum,
    Mas Ayruel, saya sudah mengunjungi dan meninggalkan komentar di blognya Omaq.org, Sesungguhnya, semua amal ibadah yg dituliskan Omaq.org, itu adalah amal ibadah rutin yg biasa dilakukan, oleh teman-teman yg saya kenal dekat (sangat dekat) , dimana mereka melakukannya setiap hari, dan tidak hanya dilakukan di bulan suci Ramadhan saja. Seperti shalat Tahajut setiap malam, shalat berjamaah di masjid (khususnya subuh), saum sunnah, shalat sunnah rawatib, dhuha, shalat sunnah taubat, witir, membaca Al Quran, sedekah, zikir, dll. Jadi semua amal ibadah itu, memang sebaiknya kita lakukan tidak hanya dibulan Ramadhan saja, tapi dalam keseharian hidup kita. Saya YAKIN, BAGI YANG BENAR-BENAR TELAH MELAKSANAKANNYA maka PASTI TAHU betapa NIKMATNYA menjalankan semua amal ibadah itu setiap hari, dan PASTI akan sangat menyesal bila meninggalkannya/terlewat salah satunya, percayalah, karena itu benar adanya.
    (Dewi Yana).
    Untuk Pakcikli00:
    Pakcikli00 yang baik, saya rasa tidak semua umat islam yg menjalankan ibadah puasa Ramadhan, saat berbuka puasa, mereka makan sebanyak-banyaknya/semaunya. Dan untuk mereka yg memanfaatkan moment Ramadhan untuk berjualan mencari tambahan penghasilan, misalnya dengan menjual makanan berbuka, dll, selama tidak mencari keuntungan secara berlebih, menurut pendapat saya tidak mengapa.
    Beberapa waktu lalu saya sudah pernah email Bapak, saya agak kesulitan menjawab Bapak, karena Bapak tidak memiliki Blog, karena selama ini, saya memang JARANG MEMBALAS komentar diblog saya sendiri, TAPI, INSYAALLAH SAYA SELALU MEMBALAS KOMENTAR, SECARA LANGSUNG DI BLOG ORANG YG BERSANGKUTAN. Saya lihat Bapak aktif memberikan komentar, saran saya, cobalah buat sebuah blog, agar kita bisa saling mengunjungi dan memberikan komentar tentang apa yg kita tulis, Bagaimana? semoga Bapak berkenan membuat sebuah blog. Dan kalau sudah punya blog, tolong beritahu saya, InsyaAllah, saya akan kunjungi dan komentari tulisan diblog Bapak. Terima kasih. Mohon maaf, bila jawaban dan saran saya agar Bapak membuat sebuah blog, kurang berkenan dihati Bapak. (Dewi Yana)

    Balas

  16. “Ya Allah berkahi Kami pada Bulan Rajab dan syaban, sampaikanlah kami pada bulan Ramadlan”

    Semoga saja Ramadlan ini bukan Ramadlan yang terakhir untuk kita.

    Balas

  17. Marhabban Ya Romadhon.
    Selamat menyambut bulan yang suci

    Balas

  18. alhamdulilah allah masih memberikan kesehatan sampe sekarang…
    semoga saya masih bisa merasakan bulan suci ramadhan.
    amin

    Balas

  19. Puasa sebentar lagi..
    semalat menunaikan ibadah Puasa.

    Balas

  20. Assalamualikum Wr. Wb.
    Terima kasih mbak sudah berkenan mampir ditempat saya.
    Marhaban ya ramadhan. Tidak lama lagi kita akan menghadapi bulan yang penuh rahmat dan berkah, semoga sama-sama kita diberikan kekuatan oleh Allah untuk menerima rahmatNya di bulan yang suci ini. btw reveransi yang menarik, kalau tidak keberatan mbak link saya adding pada homepage saya. Wassalam.

    Balas

  21. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan
    Salam kenal, nice blog.

    Balas

  22. Trimaksi ilmunya mba….
    marhaban ya romadhan…
    jadi ga’ sabar pengen puasa.. kangen dengan suasananya, tarawihnya, sahurnya, bukanya dan semua-semua nya deh mb🙂

    Balas

  23. Syukran sudah diingatkan kembali..

    Balas

  24. …salam kenal juga…oh ya segera saya pasang linknya Mbak…terima kasih juga udah mampir…

    Balas

  25. Romadhon kembali hadir ketika jiwa ini ada nuansa kesedihan melihat diri karena sesuatu yang besar ada hal yang tak mampu di katakan dalam blog dan tepat romadhon hadir . Dibulan ini tentu banyak hal yang harus kita capai ya minimal itikaf 10 hari bisa terwujud Amien

    Balas

  26. Assalamu’alaikum, @mba Dewi Yana.

    Ramadhan sudah dekat, mari kita tingkatkan iman dan taqwa, jangan lupa kalau tadarus ingat artikel ini untuk membuktikan kebenaran Al Qur’an:

    http://haniifa.wordpress.com/2009/08/11/konsep-bilangan-biner-berawal-dari-al-quran/

    #Haniifa.

    Balas

  27. Assalam ‘alaikum wr.wb.

    Ibu Dewi,

    Saya berharap blog ini lebih banyak yang mengunjunginya, terutama bagi pemula ataupun para muallaf yang ingin mendapatkan referensi tentang Islam. Dan ini akan jadi tantangan buat Ibu Dewi agar lebih rajin mengupdate blog ini dengan tulisan-tulisan yang lebih mencerahkan.

    Dengan segala kerendahan hati saya ingin menyarankan agar masalah-masalah politik yang masih bias dan holistik tidak usah disertakan dalam materi blog ini.

    Semoga Allah membalas kebaikan anda dengan imbalan yang lebih baik.
    Dan semoga anda sekeluarga diberiNya kesehatan untuk senantiasa menjadi milik umat.

    Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (untuk mengaktifasi agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukan (karir) mu. Q.S.47:7

    Balas

  28. Assalamualaikum Wr.Wb. Saya juga mohon dimaatkan, dalam comment mungkin ada peraannya tersinggung . Dewi Yana…lebaran nanti pulang kampun…atau kemana…ya…

    Balas

    • Wa’alaikum salam,
      Teman-teman semua, terima kasih atas komentar yang diberikan, mohon maaf, saya memang agak jarang membalas komentar di blog saya sendiri, tapi InsyaAllah, saya usahakan untuk selalu membalas komentar secara langsung di blog teman-teman.

      Untuk Pakwo, sama-sama, saya juga mohon dimaafkan apabila, ada salah/khilaf dalam setiap tulisan dan komentar saya. Kalau lebaran saya tidak pulang kampung, karena saya berasal dari Jakarta, walaupun suami saya berasal dari Semarang, tapi semua keluarga suami, ada di Jakarta. Kalau lebaran, InsyaAllah saya mengunjungi saudara-saudara,.

      Balas

  29. Posted by azi on 1 Agustus 2011 at 08:38

    bismillah,,
    sya minta izin nge tag.
    syukron…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: