JANGAN MENINGGALKAN SHALAT

Kita semua pasti tahu bahwa shalat adalah perkara yang amat penting. Namun, kenyataannya kalau kita melihat disekeliling kita, masih ada orang yang dalam KTP nya mengaku beragama Islam, namun biasa meninggalkan shalat. Dan yang lebih aneh lagi, tidak ada rasa bersalah dalam diri mereka. Waktu saya tanya, mereka  bilang, bahwa mereka tahu dan sadar, kalau meninggalkan shalat itu dosa, tapi tetap saja tidak ada perbaikan. Istilahnya, sadar sih sadar, tapi tidak mau insyaf.

Mereka mengaku beragama islam, tapi tidak mematuhi perintah Allah SWT untuk melaksanakan shalat. Perhatikan  firman Allah SWT berikut ini: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku/mengabdi kepada-Ku” ( QS. Adz Dzariyat : 56).  Serta perhatikan juga firman Allah SWT berikut ini: “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku-lah beserta orang-orang yang ruku” (QS. Al Baqarah [2] : 43)

Rasulullah SAW bersabda: ”Amalan manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalat. Lalu Allah Azza wa Jalla (walaupun dia Maha Tahu) berkata kepada malaikat, ”lihatlah shalat hamba-Ku, apakah sempurna atau cacat? Jika shalat itu sempurna, dituliskan sempurna. Akan tetapi jika shalat tidak sempurna, Allah berkata kepada para malaikat, ”Lihatlah, apakah pada hamba-Ku ada shalat sunnah? Jika ada, sempurnakanlah shalat-shalat wajibnya dengan shalat-shalat sunnahnya, Demikian pula zakat. Kemudian amalan-amalan lain dihisab seperti itu.”  (HR. Ahmad, Abu Dawud, an Nasai, Ibn Majjah)

Berikut beberapa ayat Al Quran tentang shalat :

  1. Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan(QS. Al ‘Ankabuut [29]:45)
  2. Allah SWT berfirman: “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat. dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya.” (QS. Al Muddatstsir [74]: 42-45)
  3. Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan”. (QS. Ibrahim [14]: 31)
  4. “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang mensia-siakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan (QS. Maryam [19]: 59)
  5. “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”(QS. Al Ahzab [33] : 33)

Berikut beberapa hadits shahih tentang shalat :

  1. Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, ia berkata: “Ya Rasulullah, beritahukan kepada saya satu amalan yang jika diamalkan, saya dapat masuk surga” Lalu Nabi SAW bersabda: “Janganlah engkau menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun walaupun engkau disiksa dan dibakar. Taatilah kedua orang tuamu. Janganlah engkau meninggalkan shalat dengan sengaja, karena siapa yang meninggalkannya dengan sengaja, berarti ia telah melepaskan diri dari jaminan Allah.” (HR. Ath Tabrani)
  2. Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
  3. Rasulullah bersabda : Berilah kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan di kegelapan malam menuju masjid, bahwa mereka akan mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari kiamat (Abu Dawud dan Tarmidzi)

Untuk kita ketahui, bahwa diantara shalat lima waktu, shalat subuh memiliki beberapa keistimewaan, diantara keistimewaannya adalah :

  1. Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat); Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (Al- Isra [17]:78-79)
  2. Selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: ”Barangsiapa yang menunaikan sholat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan coba-coba membuat Allah membuktikan janji-Nya. Barangsiapa yang membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka. (HR Muslim, At-Tirmizi dan Ibnu Majah)
  3. Allah akan memberikan surga yang dijanjikan. Diriwayatkan dari Abu Musa al Asy’ari ra ia berkata Rasulullah SAW bersabda: ”Barangsiapa yang sholat dua waktu yang dingin maka akan masuk surga.” (HR Al Bukhari). Dua waktu yang dingin itu adalah sholat Subuh dan sholat Ashar.
  4. Akan dapat melihat Allah, sebagaimana Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Jarir bin Abdullah ra: ”Kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, ketika melihat bulan purnama. Beliau berkata, ”Sungguh, kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan yang tidak terhalang dalam melihatnya. Apabila kalian mampu, janganlah kalian menyerah dalam melakukan sholat sebelum terbit matahari dan sholat sebelum terbenam matahari. Maka lakukanlah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  5. Rasulullah SAW mendoakan umatnya yang bergegas dalam melaksanakan sholat Subuh, sebagaimana disebutkan dalam suatu hadits, ”Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang bangun Subuh.’‘ (HR Tirmizi, Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah).
  6. Selain waktunya yang sempit sehingga dianjurkan untuk mengerjakannya tepat waktu, sholat Subuh juga lebih diutamakan dilakukan secara berjamaah. Banyak hadits yang mengatakan bahwa sholat Subuh yang dikerjakan secara berjamaah di masjid jauh lebih utama daripada dikerjakan sendirian di rumah. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat Isya dan sholat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  7. Keutamaan sholat subuh berjamaah diantaranya adalah mendapatkan pahala yang besar, sebanyak pahala mengerjakan sholat malam dalam satu malam penuh. Diriwayatkan Muslim dari Utsman bin Affan ra berkata: Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa yang sholat Isya berjamaah maka seakan-akan dia telah shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat Subuh berjamaah, maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat malam satu malam penuh.”
  8. Dalam hadits lain, dikatakan bahwa keutamaan mengerjakan sholat Subuh berjamaah yaitu akan mendapatkan sumber cahaya di hari kiamat yang akan meneranginya hingga mereka masuk surga. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (waktu Isya dan Subuh) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah)

Al Bukhari meriwayatkan hadits dari samrah ibn Jundab ra. Bahwa pada suatu hari Rasulullah SAW bersabda: ”Tadi malam datang dua mahluk kepadaku,. Mereka membawaku, mereka berkata, marilah pergi. Lalu aku pergi bersama mereka. Kami menemui seorang laki-laki yang sedang berbaring. Sementara orang lain berdiri diatas tubuhnya sambil memegang batu. Ketika orang itu menjatuhkan batu itu kekepalanya, melukai kepalanya, batu itu menggelinding. Orang itu tidak kembali ketempatnya sebelum sembuh luka dikepalanya seperti sedia kala. Setelah itu, orang tadi kembali padanya dan melakukan pekerjaan yang sama seperti sebelumnya. Aku bertanya kepada kedua mahluk itu, :Maha Suci allah, apa ini? Mereka menjawab, aku akan mengabarkan kepadamu. Laki-laki pertama yang engkau temui sedang melukai kepalanya dengan batu adalah orang yang mengambil al Quran, lalu menolaknya dan melalaikan shalat fardhu.”  (karena haditsnya sangat panjang, saya potong, saya kutip, khusus hanya yang tentang melalaikan shalat saja, sumber hadits ini buku Imam Al-Ghazali, menyingkap hati menghampiri Ilahi).

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menjaga shalat, niscaya dimuliakan oleh Allah dengan lima kemuliaan”. Inilah lima kemulian yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang menjaga shalat:

  1. Allah menghilangkan kesempitan hidupnya.
  2. Allah hilangkan siksa kubur darinya.
  3. Allah akan memberikan buku catatan amalnya dengan tangan kanannya.
  4. Dia akan melewati jembatan (Shirat) bagaikan kilat.
  5. Masuk surga.

Dan barangsiapa yang mengabaikan shalat, niscaya Allah akan meng-azabnya dengan lima belas siksaan, enam siksa di dunia, tiga siksaan ketika mati, tiga siksaan ketika masuk liang kubur dan tiga siksaan ketika bertemu dengan Tuhannya (akhirat). Inilah siksa yang Allah berikan kepada orang yang mengabaikan sholat ketika di dunia:

  1. Dicabut keberkahan umurnya.
  2. Dihapus tanda/cerminan orang saleh dari wajahnya.
  3. Setiap amal yang dikerjakan, tidak diberi pahala oleh Allah.
  4. Tidak diterima doanya.
  5. Tidak termasuk bagian dari doanya orang-orang saleh.
  6. Keluar ruhnya (mati) tanpa membawa iman.

Siksa ketika akan mati :

  1. Mati dalam keadaan hina.
  2. Mati dalam keadaan lapar.
  3. Mati dalam keadaan haus, yang seandainya diberikan semua air tidak akan menghilangkan rasa hausnya.

Siksa kubur :

  1. Allah menyempitkan liang kuburnya sehingga bersilang tulang rusuknya.
  2. Tubuhnya dipanggang di atas bara api siang dan malam.
  3. Dalam kuburnya terdapat ular yang bernama Suja’ul Aqro’ yang akan menerkamnya karena mensia-siakan shalat. Ular itu akan menyiksanya, yang lamanya sesuai dengan waktu shalat (yang disia-siakannya semasa hidup)

Siksa yang menimpanya waktu bertemu dengan Allah SWT . :

  1. Apabila langit telah terbuka, maka malaikat datang kepadanya dengan membawa rantai. Panjang rantai tersebut tujuh hasta. Rantai itu digantungkan ke leher orang tersebut, kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya dan keluar dari duburnya. Lalu malaikat mengumumkan : ‘Ini adalah balasan orang yang menyepelekan perintah Allah‘. Ibnu Abbas r.a berkata, ‘seandainya lingkaran rantai itu jatuh ke bumi pasti dapat membakar bumi’.
  2. Allah tidak memandangnya dengan pandangan kasih sayang-Nya Allah tidak mensucikannya dan baginya siksa yang pedih.
  3. Menjadi hitam pada hari kiamat wajah orang yang meninggalkan shalat, dan sesungguhnya dalam neraka Jahannam terdapat jurang yang disebut “Lam-lam“. Di dalamnya terdapat banyak ular, setiap ular itu sebesar leher unta, panjangnya sepanjang perjalanan sebulan. Ular itu menyengat orang yang meninggalkan shalat sampai mendidih bisanya dalam tubuh orang itu selama tujuh puluh tahun kemudian membusuk dagingnya.    (sumber hadits ini: Risalah As Sayyid Ahmad Dahlan) Hafidz Al Mundziri, terjemah kitab At Targhiib wat Tarhiib, hal. 32)

Setelah membaca semua uraian diatas, apabila kita menemukan diri kita sendiri atau orang disekitar kita, masih ada yang kadang suka melalaikan shalat, maka marilah kita perbaiki dan berusaha saling mengingatkan orang disekitar kita, sebatas kemampuan kita dengan cara yang baik.

Dewi Yana

https://jalandakwahbersama.wordpress.com

http://dakwahdewiyana.blogetik.com

46 responses to this post.

  1. Assalammualaikum Wr.Wb mba Dewi..akhirnya sampe juga disini..hmmm..sedikit lelah membaca nya namun sungguh suatu pencerahan yang baikuntuk dibaca siang ini…:mrgreen:

    -salam- ^_^

    Balas

  2. Assalamu’alaikum, @Mba Dewi Yana
    Alhamdulillah
    Selain isi blog-nya semakin mantap’s ternyata tampilannyapun semakin menyejukan…..

    Salam hangat selalu sudariku.

    #Haniifa.

    Balas

  3. Ass.
    serem juga yah klo ga sholat….
    sholat ahh…

    Balas

  4. Pernah juga seeh meningalkan sholat tapi nga sengaja,biasanya menunda sholat nanti aja maleman dikit eh gataunya kebablasan . ya Istighfar. nyesel dah

    Balas

  5. Assalamu alaikum

    Dewi…pada point 3 ttg dalil Alqur’an…
    Saya sangat tidak setuju dgn terjemahannya….
    Terjemahannya malah mengaburkan makna serta tujuan…
    kita liat :
    ————-
    Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan”. (QS. Ibrahim [14]: 31)
    —————-

    hendaklah mereka mendirikan Sholat….
    ini terkesan Sholat tidak wajib…

    ok..dewi coba cari dulu….kesalahan lain…

    wassalam

    Balas

  6. Wa’alaikumsalam,
    Mas Ayruel, terima kasih atas tanggapannya, saya sudah cek di tiga Al Quran, terjemahnya sama semua (termasuk di Al Quran Digital yg saya copy paste terjemah ayatnya). Mungkin menurut kita bahasanya kurang tepat, tapi itulah yg tertulis di tiga Al Quran, dan saya paling tidak berani, merubah terjemah Al Quran, atau hadits, karena saya takut salah. (Dewi Yana)

    Balas

    • Menurut saya ayat tersebut adalah salah satu dalil wajibnya shalat … mungkin problem terjemahan saja … klo bisa ditampilkan ayatnya ..
      Memang perintah Allah dalam Al-Qur’an disampaikan beragam ada yg tegas sekali, ada yang terkesan “tidak tegas”, apalagi dilihat dari sisi terjemah… saya kurang bisa memahami bahasa Arab tetapi kalo liat kalimat awalnya :“Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman” obyeknya adalah yang sudah diakui sebagai hamba-hamba-Ku… seperti seorang ibu bicara kepada anaknya … wahai anak-ku … maka perintahnya pasti dengan lemah lembut. Tetapi meski perintahnya lemah lembut seperti “sudilah kiranya” “maukah kamu” dll si anak atawa si hamba akan meresponnya dengan sikap menerima perintah.

      punten ah kumawantun … hatur tangkyu

      Wassalamu’alaikum

      Balas

      • Assalamu’alaikum,
        Kopral Cepot, terima kasih atas masukan yang diberikan. InsyaAllah, nanti akan saya muat ayatnya, selama ini tidak dimuat karena membuat tulisan jadi panjang. Khusus ayat ini akan saya muat :
        Allah SWT berfirman dalam surah Ibrahim [14] ayat 31 : Qul li ‘ibaadiyal ladziina aamanuu yuqiimush shalaata wa yunfiquu mim maa razaqnaahum sirraw wa ‘alaaniyatam min qabli an ya’tiya yaumul laa bai’un fiihi wa laa khilaal. (Artinya bisa dilihat diatas, di berikut ayat Al Quran tentang shalat No. 3)
        (Dewi Yana)

      • saya sangat setuju.. Insya Alloh akan lebih baik kalo ayatnya dicantumkan sekalian..

    • Assalamu alaikum

      Baiklah dewi….tidak usah dihapus….
      Ibrahim 31 :

      قُل لِّعِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُواْ يُقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَيُنفِقُواْ مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلانِيَةً مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ يَوْمٌ لاَّ بَيْعٌ فِيهِ وَلاَ خِلاَلٌ

      قُل =Katakanlah
      لِّعِبَادِيَ =Bagi HambaKU
      الَّذِينَ = Yang
      آمَنُواْ = Telah Beriman
      يُقِيمُواْ =Yang mereka akan Mendirikan
      الصَّلاَةَ = Sholat
      وَيُنفِقُواْ = dan mereka yang akan menafkahkan
      مِمَّا = Dari apa2
      رَزَقْنَاهُمْ = Kami beri rezeki mereka
      سِرّاً = secara sembunyi
      وَعَلانِيَةً = Dan secara terang2an
      مِّن قَبْلِ = dari sebelum
      ن يَأْتِيَ = akan datang
      يَوْمٌ = hari
      لاَّ بَيْعٌ = tiada berjual beli
      يهِ = padanya(pada hari itu)
      وَلاَ خِلاَلٌ = dan tiada persahabatan(perkenalan)

      Terjemahan versi saya :
      Katakanlah!..bagi hambaKU yang telah beriman yg akan mendirikan sholat serta menafkahkan dari apa2 yang kami beri rezeki mereka secara sembunyi dan terang2an dari sebelum akan datangnya hari yang tiada berjual beli pada hari itu dan tiada pula persahabatan.
      ———-
      Apa yang dikatakan ???..maka dijawab di ayat selanjutnya:

      اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقاً لَّكُمْ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ وَسَخَّرَ لَكُمُ الأَنْهَارَ

      14:32] Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.

      ————–
      Ayat 31 surat Ibrahim ..itu menegaskan ..Siapa hamba yang beriman itu….
      ayat 31 ..harus diikut sertakan dengan ayat selanjutnya,kalau tidak…
      Apa yang mau dikatakan….

      wassalam ..semoga bermanfaat

      Balas

      • Assalamu’alaikum,
        Terima kasih atas masukannya Mas Ayruel, saya hanya memuat ayat 31, karena yang saya bahas tentang shalat, saya mengutip ayat tersebut, karena di ayat tersebut ada perintah shalatnya.
        (Dewi Yana)

      • Waalaikum salam

        Ya nggak apa2 dewi..
        Saya mengkritisi terjemahan depag…
        saya banyak mengkritisi terjemahan depag
        contoh disini :
        http://ayruel.wordpress.com/2009/02/23/memahami-hukum-perang-dalam-islam/

        Ibrahim 31
        tetap menegaskan siapa hambaNYA yang beriman.
        Beriman tentu wajib..maka sholat sudah pasti wajib.

        begitu juga dengan perintah katakanlah!!!
        Ini perintah…

        Mengatakan bukan dalam arti terucap di bibir mengeluarkan suara.jikalau begitu…bagaimana halnya dengan orang bisu.
        Surat Ibrahim ayat 32 isinya Tauhid serta pengetahuan :

        اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقاً لَّكُمْ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ وَسَخَّرَ لَكُمُ الأَنْهَارَ

        Wassalam dan moga bermanfaat

  7. pencerahan banget mba…(sstt saya jadi malllu)

    Balas

  8. benar sekali sekali meninggalkan maka akan keterusan dan dosa semakin bertambah..

    Balas

  9. pembatas antara keimanan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.
    nice post mbak Wi, linknya dah dipasang, blogdetiknya dah saya kunjungi.
    salam semangat fuuuuuull

    Balas

  10. tul tuh, aktivitas sehari2 kudu disiplin, tapi shalat juga kudu tetep disiplin.. hehehee

    Balas

  11. Mba Dewi telah menggugah kesadaran kita sebage umat Islam dengan memberikan “bashiran” dan “nadziran” dari Qur’an dan Hadist dan disampaikan dengan bahasa yang lugas n tegas … lurus tur leres .. (teraskeun ah tadzkirah-nya sebage jalan dakwah bersama ka sadayana🙂 )

    Balas

  12. Alangkah indahnya jika seseorang telah menjadikan shalat itu sebagai “penghias pandangan mata” sebagaimana kala tidak salah Rasullullah ketika menyuruh Bilal untuk adzan .Beliau berkata bahwa Shalat itu sebagia “Kurratu Ainin “nya Rasulullah.maaf ya jika salah ingat dan salah tulis..maklum belum banyak faham neh..hehe

    Balas

  13. Hebat mbak…
    saya sudah komen kok di blogdetiknya mbak

    Balas

  14. Ayo para umat..
    Muslimin muslimat…
    Mari Kita berjamaah… Sholat…Sholat…Sholat…🙂🙂

    Salam KBM

    Balas

  15. Posted by hellgalicious on 13 Agustus 2009 at 14:41

    MAMPIR PERDANA MBAK!!!

    Balas

  16. wah gitu ya… makasi banget tuilsannya

    Balas

  17. memang bener…..aku sering gak sholat…..
    angin2 an….
    salam satu jiwa

    Balas

  18. Assalamu’alaikum…
    Haddiirr kembali mbak…

    Hhmmm…..

    terimakasih…

    cu…

    Balas

  19. asstaqfirllah……
    selama ini saya jarang sholat lima waktu…..
    tapi bukan berarti nggak pernah sholat..

    salam peace

    Balas

  20. Allah memerintahkan kita meminta tolong kepada-Nya dengan sabar dan sholat. Tapi kita jarang pake jalur formal ini. maunya informal, berdo’a (titik). betapa tidak tahu dirinya kita.

    Balas

  21. Insyaallah Mbak..
    Tidak hanya sholat, namun insyaallah tidak meninggalkan Sholat 5 waktu berjamaah di masjid🙂

    Salam semangat selalu

    Balas

  22. kapanpun dan dimanapun,tetaplah sholat didirikan

    Balas

  23. Assalamu alaikum,

    Nikmat yang terbesar dalam melaksanakan sholat ialah terbawanya diri dekat dengan Allah, sehingga segala permasalahan dapat terselesaikan atas pertolongan-Nya.

    Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya ,
    Salam sejahtera selalu,
    wassalam

    Balas

  24. Keep Blogging..

    Sholat is number 1

    Balas

  25. kalo belum shalat, hidup ini seperti dikejar-kejar dosa…
    yap shalat is numero uno (no.1)

    Balas

  26. Subhanallah… barakallahufiky mbak… ^^

    Balas

  27. Assalamu’alaikum mb. dewi…
    saya boleh copy n print out artikel ini ya? untuk saya pajang di mushola deket rumah?
    hehe…. tar sumbernya pasti saya cantumkan mba??
    boleh ya?

    trimakasi sebelumnya..🙂

    Balas

  28. Ass Wr Wb,

    Setelah membaca semua uraian diatas, …
    Semoga kita dijauhkan dari sifat yang suka melalaikan shalat.
    Amin Ya Rabbal Alamin..!

    Wass

    Balas

  29. Ass Wr Wb,

    Setelah membaca semua uraian diatas, …
    Semoga kita dijauhkan dari sifat yang suka melalaikan shalat.
    Amin Ya Rabbal Alamin..!

    Saya pernah membuat postingan tentang “SHALAT ISYA & SUBUH”,
    sebagaimana terlampir….

    Wass

    ” TANDA MATA DARI PENGANTIN ”

    123a.jpg

    Suatu ketika pada acara resepsi pernikahan kepada para tamu di bagikan buku saku yang dikemas menjadi souvenir berpita warna kuning keemasan sebagai tanda terima kasih dari sang pengantin.

    Buku saku itu membahas tentang risalah shalat berjama’ah dan diantaranya fakta, bahwa : ”……. tatkala azan Subuh berkumandang banyak orang yang menyikapinya dengan ”3T”. Yang dimaksud dengan ”3T”, yaitu : 1. Tarik Selimut, 2. Tutup Telinga, 3. Tidur terus. Hal ini juga terkadang dilakukan oleh orang-orang yang bertetangga dengan masjid.

    Tarik selimut, memang jalan yang paling cepat untuk mengatasi kedinginan dipagi buta bagi yang ingin tidur nyenyak, apalagi diluar udara masih dingin. Dalam keadaan seperti itu aktifitas yang paling nyaman adalah meringkuk dibawah selimut dan sangat menyenangkan dari pada bangun. Namun bagi yang beriman sikap manusia terlelap tidur adalah lalai, tidak memenuhi panggilan azan Subuh yang selalu menggetarkan kalbu. Tarik selimut identik dengan sikap awal lalai dalam ibadah.
    Tutup telinga, tidak mendengar panggilan azan Subuh yang selalu menggetarkan kalbu, tidak mengalirkan apa-apa kedalam hati yang lalai. Hati nurani yang tidur, tidak akan menghasilkan apa2 karena akal buntu, jelas tidak membuahkan pikiran yang bernas. Bagi yang beriman, pikirannya bernas dan yakin bahwa : ”Shalat itu lebih baik dari pada tidur! Shalat itu lebih baik dari pada tidur!” Suara suci itu merasuk lembut ke dalam relung hati nurani yang telah dipenuhi keagungan asma Allah SWT. Suara takbir membuka telinga alam semesta, semua ikut bertakbir kecuali yang tidur terus.

    Tidur terus, tidak mendengar suara takbir, terbuai mimpi-mimpi godaan iblis, menuruti kemauan hawa nafsu belaka. Tidak demikian bagi yang beriman, ia tetap menjaga akalnya. Akalnya tetap melahirkan pikiran bernas, ia sadar bahwa tidak ada sedikitpun kepentingan Allah SWT memaksa orang tidur, ikut mengumandangkan takbir. Mau tidur terus, menjadi orang yang lalai atau bangun dari tidur, menjadi orang yang orang yang beriman, terserah!

    Padahal Umar bin Khatab menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa, orang yang menjawab azan akan meraih surga. ( HR Muslim). Betapa jelas, amalan ringan bagi orang yang beriman akan mampu mengantarkan mereka ke surga, namun pekerjaan berat bagi yang orang yang ingin tidur terus sampai subuh berlalu.

    Tanda mata ”3T” dari pengantin tadi membuka mata hati kita akan sabda Rasulullah SAW bahwa : ”Shalat terberat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya dan Subuh. Padahal, seandainya mereka tahu betapa besar nilai Shalat Subuh & Isya berjama’ah, niscaya mereka akan datang ke masjid meskipun dengan merangkak”.( HR Ahmad ).

    Sabda Rasulullah SAW yang lain: “Barangsiapa shalat Isya berjama’ah (di masjid) maka seolah-olah ia sholat separoh malam dan barangsiapa shalat Subuh berjama’ah (di masjid) maka seolah-olah ia sholat sepanjang malam”. ( HR Muslim ).

    Berkaitan dengan dua Hadis tersebut diatas, dengan gamblang Ustad Mohammad Zubaidi penulis buku saku yang berjudul “Renungan Sholat Berjama’ah” yang sudah dicetak ulang ke 26 itu, menjelaskan bahwa :

    SHALAT BERJAMA’AH DI MASJID : 1 MALAM = 10 JAM = 600 MENIT

    PAHALA UNTUK :

    1. SHALAT ISYA BERJAMA’AH di MASJID adalah :

    = SHALAT SELAMA ½ MALAM atau 5 JAM atau 300 MENIT

    2. SHALAT SUBUH BERJAMA’AH di MASJID adalah :

    = SHALAT SELAMA 1 MALAM atau 10 JAM atau 600 MENIT

    —> meskipun lama SHOLAT kita di masjid CUMA 5 MENIT

    —> namun PAHALA yang diterima 120x ( perhitungan : 600/5 = 120

    ALLAHU AKBAR ! ALANGKAH RUGINYA

    BAGI MEREKA YANG MALAS KE MASJID !!

    Alur pemikiran penulis asal Kediri Jatim dan alumni fakultas ushuluddin di Saudi Arabia serta kandidat doktor seminari arabistik di Jerman (tidak selesai) ini, sungguh bernas – pasti lahir dari pikiran yang jernih.

    Sebagai penutup, dia mengakhiri bukunya dengan do’a untuk pengantin dari Rasulullah SAW, yaitu :”Semoga Allah memberkahi untukmu, semoga Ia memberkahi atasmu, semoga Ia menyatukan kalian berdua selalu dalam kebaikan”. (At-Tirmidzi: 1114).-

    -*0*-

    Balas

  30. Posted by rovandi on 18 Agustus 2009 at 17:47

    Assalamualaikum wr. wb… Saya malu mengakui kalo sholat saya masih bolong.. hanya jika tidak mengakui saya tidak akan pernah berubah.. Mudah-mudahan dengan membaca postingan mbak ini dapat merubah saya ke kebiasaan yang lebih baik..Aminn.

    Balas

  31. Alhamdulillah dalam kegiuatan apapun saya jarang sekali meninggalkan sholat.
    Ketika mengajak adik-adik berkemah-pun saya selalu menekannkan untuk mendirikan sholat. Bahkan hampir setiap waktu sholat mereka saya ajak untuk berjamaah. Meskipun untuk mengambil air wudlu harus berjalan 30 menit pulang pergi.

    Bukan sok alim, tetapi saya tersadar bahwa tujuan utama saya berada di alam bebas adalah untuk mensyukuri keagungan Allah.

    Balas

  32. Posted by kakaakin on 22 Agustus 2009 at 08:22

    assalamualaikum…
    Mba, mau nanya nih… Saya pernah mendengar bahwa setelah seseorang meninggal dunia, alm. juga mewariskan kewajiban sholat yang tertinggal pada ahli warisnya. Apakah hal ini benar ya?

    Balas

    • Wa’alaikum salam,
      Kakaakin, URL anda tidak terbaca, jadi saya tidak bisa melakukan kunjungan balasan. Sepengetahuan saya, hal tersebut tidak benar, karena apabila seseorang meninggal dunia, maka putuslah segala amal ibadahnya, kecuali, doa dari anak yg shaleh/shalehah, harta yang pernah diwakafkan disaat beliau masih hidup. Jadi , tidak benar, kalau seseorang meninggal, maka kewajiban shalat (orang meninggal) , yang shalatnya tertinggal, diwariskan kepada ahli warisnya. Demikian jawaban saya, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan, mohon maaf lahir batin.
      (Dewi Yana)

      Balas

  33. Syukron atas infonya… Saya juga mikir, klo misalnya mesti digantikan, kita ‘kan ga tau berapa jumlahnya, lagipula akan sangat memberatkan ahli waris…

    Balas

  34. salam kenal,mba..

    membaca postingan ini begitu membuat saya terharu,karena begitu banyak pencerahan dan masukan yang bisa di ambil..memang sholat adalah WAJIB hukumnya,apalagi termasuk ke dalam rukun islam bila tidak di jalankan akan mendapatkan dosa…
    semoga semua bisa lebih mementingkan sholat di atas segalanya terutama umat muslim…karena dengan sholat bisa mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar…amien..

    Balas

  35. kualtias sholatnya jg penting wi,,,
    banyak yg sdh sholat tp kelakuan blm sesuai dg sifat2 sholat…trenyuh jg klo ngeliat…
    g usah jauh2 ,,rekan2 sekantor jg banyak yg msh blm menyerap filosopfi sholat dg baik

    Balas

  36. terimakasih mbak nasehatnya….

    Balas

  37. Blog Yang bagus dan Hebat makna artikelnya. thanks

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: