MALU BAGIAN DARI IMAN

Kalau kita jalan-jalan ke mall atau pusat pertokoan, maka kita akan melihat suatu pemandangan yang sudah tidak asing lagi dimata kita, dimana, sebagian wanita, baik itu dari kalangan remaja, dewasa dan bahkan ada dari golongan karyawati kantor, yang berpakaian ketat membentuk tubuh atau mengenakan pakaian yang tipis dan mini.  Padahal Rasulullah SAW telah bersabda : Dua golongan termasuk ahli neraka, aku belum pernah melihat mereka; satu kaum (penguasa) yang membawa cambuk (besar) seperti ekor sapi, dengannya mereka memukuli manusia (maksudnya, penguasa yang zolim), dan kaum wanita yang berpakaian tetapi telanjang, menggoda dan menyimpang, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mendapati aromanya, padahal aromanya bisa didapat dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim).

Padahal Allah SWT berfirman: ”….Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59)

Para wanita pengumbar aurat ibarat orang yang tidak punya malu. Perempuan seperti itu, ada kita temui dari kalangan artis, walau tidak semua artis seperti itu. Ada beberapa artis yang tidak malu memamerkan keelokan tubuhnya. Contohnya, ada penyanyi dangdut berpakaian sangat ketat yang beraksi di panggung dengan menggoyang-goyangkan seluruh tubuhnya, terutama bagian yang sangat sensistif.  Ketika ada reaksi kritikan dari Ulama dan ummat Islam, aksi maksiat menggoncang syahwat itu justru lebih digencarkan lagi oleh orang-orang yang menjadikan maksiat sebagai alat melawan Islam. Inikah orang-orang yang disebut oleh Nabi SAW, sebagai orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr (minuman keras), dan musik-musik?  Rasulullah SAW, telah menyatakan: Pasti akan ada di antara ummatku kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan musik-musik”. (HR. Bukhari).

Nabi SAW, telah mengingatkan secara tegas, hadist yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid ra: Rasulullah SAW, bersabda, maksud Hadist: “Tidak ada fitnah yang paling membahayakan kaum lelaki setelah sepeninggalku kecuali fitnah dari kaum wanita” . (HR. Bukhari dan Muslim).

Perhatikan hadits Rasulullah SAW berikut ini:: “Akan ada di akhir ummatku orang-orang yang naik di atas pelana seperti layaknya orang-orang besar, mereka singgah di depan pintu-pintu masjid, WANITA-WANITA MEREKA BERPAKAIAN NAMUN TELANJANG, di atas kepala mereka ada semacam punuk unta, LAKNATLAH MEREKA KARENA SESUNGGUHNYA MEREKA ITU TERLAKNAT (HR. Ahmad).

Berikut beberapa hadits tentang malu :

  1. Rasulullah SAW. menjadikan sifat malu sebagai bagian dari cabang iman. Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Iman memiliki 70 atau 60 cabang. Paling utama adalah ucapan ‘Laa ilaaha illallah’, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan di jalan. Dan sifat malu adalah cabang dari keimanan.” (HR. Muslim dalam Kitab Iman, hadits nomor 51)
  2. Rasa malu adalah cabang dari iman. Sebagaimana Rasulullah SAW menyatakan: “Iman terdiri dari enam puluh cabang lebih dan rasa malu sebagian cabang dari iman (HR. Bukhori)
  3. Rasa malu sebagai hiasan semua perbuatan. Dalam hadits yang diriwayatkan Anas r.a. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: “Tidaklah ada suatu kekejian pada sesuatu perbuatan kecuali akan menjadikannya tercela dan tidaklah ada suatu rasa malu pada sesuatu perbuatan kecuali akan menghiasinya. (Musnad Ahmad)
  4. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda pada Al Asyaj al ‘Asry ; “Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai Allah yaitu kesabaran dan rasa malu. (Musnad ahmad)
  5. Diriwayatkan dari abdillah Ibni Mas’ud r.a. ia berkata, Rasulullah SAW telah bersabda pada suatu hari : “Milikilah rasa malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya.! Kami (para sahabat) berkata: Wahai Rasulullah sesungguhnya kami alhamdulillah telah memiliki rasa malu. Rasulullah  SAW bersabda: ”Bukan sekedar itu akan tetapi barangsiapa yang malu dari Allah dengan sesungguhnya, hendaknya menjaga kepalanya dan apa yang ada di dalamnya, hendaknya ia menjaga perutnya dan apa yang didalamnya, hendaknya ia mengingat mati dan hari kehancuran. Dan barangsiapa menginginkan akhirat ia akan meninggalkan hiasan dunia. Barangisapa yang mengerjakan itu semua berarti ia telah merasa malu kepada allah dengan sesungguhnya.(Musnad Ahmad).
  6. Tentang kesejajaran sifat malu dan iman dipertegas lagi oleh Rasulullah SAW “Malu dan iman keduanya sejajar bersama. Ketika salah satu dari keduanya diangkat, maka yang lain pun terangkat.” (HR. Hakim dari Ibnu Umar. Menurut Hakim, hadits ini shahih dengan dua syarat-syarat Bukhari dan Muslim.)
  7. Karena itu, sifat malu membawa kebaikan bagi pemiliknya. “Al-hayaa-u laa ya’tii illa bi khairin, sifat malu tidak mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan,” begitu kata Rasulullah SAW. (HR. Bukhari dalam Kitab Adab, hadits nomor 5652)
  8. Dengan kata lain, seseorang yang kehilangan sifat malunya yang tersisa dalam dirinya hanyalah keburukan. Buruk dalam ucapan, buruk dalam perangai. Tidak bisa kita bayangkan jika dari mulut seorang muslimah meluncur kata-kata kotor lagi kasar. Bertingkah dengan penampilan seronok dan bermuka tebal. Tentu bagi dia surga jauh. Kata Nabi, “Malu adalah bagian dari iman, dan keimanan itu berada di surga. Ucapan jorok berasal dari akhlak yang buruk dan akhlak yang buruk tempatnya di neraka.” (HR. Tirmidzi dalam Ktab Birr wash Shilah, hadits nomor 1932)

Wanita yang beriman adalah wanita yang memiliki sifat malu. Sifat malu tampak pada cara dia berbusana. Ia menggunakan busana takwa, yaitu busana yang menutupi auratnya. Para ulama sepakat bahwa aurat seorang wanita di hadapan pria adalah seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangan.

Ibnu Katsir berkata, “Pada zaman jahiliyah dahulu, sebagian kaum wanitanya berjalan di tengah kaum lelaki dengan belahan dada tanpa penutup. Dan mungkin saja mereka juga memperlihatkan leher, rambut, dan telinga mereka. Maka Allah memerintahkan wanita muslimah agar menutupi bagian-bagian tersebut.”

Menundukkan pandangan juga bagian dari rasa malu. Sebab, mata memiliki sejuta bahasa. Kerlingan, tatapan sendu, dan isyarat lainnya yang membuat berjuta rasa di dada seorang lelaki. Setiap wanita memiliki pandangan mata yang setajam anak panah dan setiap lelaki paham akan pesan yang dimaksud oleh pandangan itu. Karena itu, Allah SWT. memerintahkan kepada lelaki dan wanita untuk menundukkan sebagaian pandangan mereka.

Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An Nuur [24] : 31)

Karena itu bagi para wanita, pakailah pakaian yang yang sesuai syariat, tidak memakai wewangian secara berlebihan, batasi diri dalam berbicara dan menatap, serta jaga kewibawaan dalam beraktivitas. Ingatlah, tiada yang dapat meninggikan harga wanita melebihi sikap Iffah (menjaga kehormatan diri).

Islam tidak mengekang wanita. Seorang wanita bisa terlibat dalam kehidupan sosial bermasyarakat, berpolitik, dan berbagai aktivitas lainnya. Islam hanya memberi frame dengan adab dan etika. Sifat malu adalah salah satu frame yang harus dijaga oleh setiap wanita muslimah yang meyakini bahwa Allah SWT mengetahui pikiran isi hati yang tersimpan dalam dadanya.

Karena itu, menjadi penting bagi kita untuk menghiasi diri dengan sifat malu. Dari mana sebenarnya energi sifat malu bisa kita miliki? Sumber sifat malu adalah dari pengetahuan kita tentang keagungan Allah. Sifat malu akan muncul dalam diri kita jika kita benar-benar menyadari bahwa Allah itu Maha Mengetahui, Maha Melihat. Tidak ada yang bisa kita sembunyikan dari Penglihatan Allah. Segala lintasan hati dan pikiran, niat yang terbersit dalam hati kita, semua diketahui oleh Allah SWT.

Jadi, sumber sifat malu adalah muraqabah. Muraqabah adalah menerapkan kesadaran bahwa Allah selalu melihat dan  mengawasi  kita dalam segala keadaan. Bahwa Allah selalu mengetahui apa yang kita rasakan, ucapkan dan kita perbuat . Sifat itu hadir setika kita merasa di bawah pantauan Allah SWT. Dengan kata lain, ketika kita dalam kondisi ihsan, sifat malu ada dalam diri kita. Apa itu ihsan? “Engkau menyembah Allah seakan melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihatmu,” begitu jawaban Rasulullah SAW. atas pertanyaan Jibril tentang ihsan.

Jadi, bila masih ada dari kita atau adik dan atau anak kita, yang dalam berpakain mengikuti trend busana yang lagi banyak digandrungi para remaja dengan pakaian minim, ketat, maka sebaiknya kita menegurnya dan mengarahkannya pada cara berpakian yang benar menurut ajaran agama Islam. Tentunya kita tidak ingin, anak, adik, saudara kita atau orang yang kita sayangi menjadi ahli neraka dan orang yang dilaknat, yang disebutkan dalam hadits di atas. Apalagi Allah SWT telah menegaskan dalam firman-Nya di surah An Nuur ayat 31 (lihat diatas)

Dewi Yana

https://jalandakwahbersama.wordpress.com

82 responses to this post.

  1. Posted by aman025 on 23 Agustus 2009 at 22:00

    Asalam-o-alyekum….plz write in english..

    Khudahafiz

    Balas

  2. Assalamu alaikum

    baru balik dari mall yach???

    Artikelnya bagus sekali…

    Cuma..sebagian orang akan menerjemahkan kata2 terjemahan ” HENDAKLAH”
    Berarti hendaklah dalam arti boleh iya boleh tidak dalam pemahaman bahasa indonesia.
    itu dalam pemahaman sesorang bisa menjadi berjilbab tidak wajib.
    INI YANG SAYA KHAWATIRKAN dgn terjemahan alqur’an.

    Padahal seseorang yang mengerti bahasa arab…perintah tersebut teramat kuatnya…
    ini bahayanya terjemahan….terkadang umat salah memahami…
    yach maklumlah ..namanya juga terjemahan..takkan pernah sesempurna aslinya.
    Sampai saat ini saya belum bisa mengatasi hal ini.hanya lewat komen2 yang kritis saya utarakan.
    INSYA ALLAH jalan untuk itu pasti terbuka.

    Wassalam

    Balas

    • Wa’alaikum salam,
      Mas Ayruel, saya prihatin dengan pakaian, khususnya anak remaja, saya lihat pakaian mereka kebanyakan ketat membentuk tubuh. mungkin kalau Mas Ayruel jalan-jalan ke mall akan menemukan apa yg saya bilang.

      Untuk Bapak Aman025, URL Bapak tidak terbaca

      Untuk teman-teman yang lainnya, terima kasih atas tanggapan /komentarnya.
      (Dewi Yana)

      Balas

    • @ayruel, makasih atas pemahaman dari ‘hendaklah” menurut bahasa Arab

      @Dewi yana, minta tolong nih, gimana ya cara menempatkan google translate di wordpress, di tunggu jawabannya.

      hatur tengkiu

      Balas

  3. tulisan yg sangat mencerahkan……

    saya kira memang betul kata anda…tapi yg harus dicermati juga…mereka yg berjilbab bisa juga telanjang kalau berjilbab hanya memamerkan jilbabnya bukan lekuk tubuhnya….jilbab itu bukan sebaik baik pakaian…sebaik baik busana adalah busana takwa….bukan busana takwa baju koko dsb tapi ketakwaan kita akan ikhlas karena Allah SWT……pendapat saya adalah…mohon maap yaa mungkin saya yg salah….jilbab itu tidak wajib tapi menutup aurat wajib hukumnya……apa menutup aurat harus berjilbab?? saya kira setiap orang punya pemahaman yg berbeda2 asal bisa saling memahami bathin dari masing2 orang tapi terlebih dahulu pahami bathin dari diri sendiri…..

    Balas

    • Assalamu alaikum

      ach mastono ini ada2 aja…
      Jika Jilbab diartikan dalam kategori MODEL PAKAIAN,yach pasti maka berjilbab tidak wajib.
      Jilbab,,,boleh saja selendang,kain sarung,handuk,kertas,dll
      Pemahaman jilbab bagi umumnya masyarakat…hanya sebatas jilbab yang umum beredar di masyarakat.padahal yang namanya tutup kepala ini bukan mesti yang terbuat dari kain.bisa juga kertas.plastik .asal bahan yang tak transparan.serta berfungsi untuk menutup aurat.

      wassalam

      Balas

      • saya setuju dengan anda…tapi maksud saya adalah pemahaman pakaian itu tidak hanya sekedar fisik….bisakah kita bertransformasi dari yg fisik atau jasmani itu ke bathin? dan yg bathin itu sebagus bagus pakaian adalah takwa…..semoga kalau yang ini kita bisa sepakat…tapi kalau ada perbedaan bisa jadi saya yang salah…kebenaran hakiki hanya milik Allah SWT…..makasih atas responnya mas….

      • Alhamdulillah..ternyata kita sependapat mastono.

        Betul ..memang Taqwa adalah pakaian terbaik..
        Berjilbab sekalipun tapi tingkahnya kayak pelacur…maka ..tentu saja hanya menambah daftar dosa .akan tetapi seorang pelacur(melacur mungkin karena dipakasa dll) walaupun tak berjilbab tapi ada Taqwa padanya,maka jika ALLAH menghendaki ..maka HidayahNYA akan diberikanNYA.Maka Insya ALLAH mendapatkan Husnul Khotimah.

        Makasih juga sharing ilmunya mastono…

  4. “Malu adalah bagian dari iman, dan keimanan itu berada di surga. Ucapan jorok berasal dari akhlak yang buruk dan akhlak yang buruk tempatnya di neraka.”
    Seharusnya dan sepantasnyalah seperti itu, apalah jadinya jika kita tidak punya rasa malu lagi, tetapi (maaf) yang terjadi sekarang ini justru karena tidak memiliki lagi rasa malu sehingga Ke****an-pun dipamerkan.
    Mbak Yana, apa kabar keluarga dan anak-anak, semoga puasa pada hari ini terasa lebih nikmat dibandingkan hari sebelumnya. Maha Besar Allah yang telah memberikan kenikmatan puasa kepada Mbak Yana dan keluarga.

    Balas

  5. terimakasih sharingnya dewi.. walaupun bundo sudah menggunakan jilbab, tapi memang masih harus terus memperbaiki diri, bahwa sebaik”nya pakaian kita adalah pakaian takwa.. InsyaAllah terus berusaha..

    Balas

  6. banyak diantara kita yang telah kehilangan malu-nya. berbuat dosa dianggap biasa. tiada sedikitpun merasa malu kepada Allah ataupun orang lain dan diri sendiri.

    Balas

  7. Iya.. kayaknya Yana abis shopping di mall,..heheeee
    Malu udah pasti menjadi ukuran keimanan. Malu pada Allah… kenapa kok gak bisa nurutin perintahNya

    Balas

  8. Kayanya gak salah kalau disetiap doa yang kita panjatkan kita meminta Kepada Allah agar rasa malu dan taat dihadirkan lagi pada para wanita (muslimah).
    Me;ihat kenyataan seperti itu agak miris juga, salah satu cara mungkin kita mulai dari kita, dari keluarga kita, dari orang-0rang yang kita cinta.
    Semoga…
    Amiin

    Balas

  9. Assalamu’alaikum mbak.
    Dapet award nich dari deby.
    diambil ya mbak http://mazdeby.wordpress.com/2009/08/24/award-lagi-pasopati-award/

    Balas

  10. Iya, Sifat malu memang sekrang ini jarang dimiliki orang wanita, bahkan malah kebalik, mereka tidak malu untuk berbusana tapi telanjang, tetapi mereka malah malu untuk berbusana sesuai syariah.
    sungguh orang-orang yang celaka ya? semuanya sudah terpengaruh sedikit demi sedikit hingga menjadi banyak kayak dijaman sekarang ini, dari pertama menghilangkan jilbab sampai sekarang sudah memperlihatkan tubuh.
    kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang

    Balas

  11. ya itulah idealnya busan wanita. Semoga harapan itu bisa terwujud. Amien

    Balas

  12. benar sekali mbak, gimana dengan sifat yang suka malu-maluin..
    apakah juga bagian dari iman? tolong dijelaskan ya..
    salam hangat

    Balas

    • Assalamu’alaikum,
      Perhatikan Hadits No. : 3, 6, 7 dan 8 diatas.
      Kalau seseorang melakukan perbuatan seperti mengumbar aurat, ini masuk dalam katagori orang yg malu-maluin kita sebagai umat beragama yg tahu benar akan kewajiban kita menutup aurat, itu tanda dari imannya yang sudah mulai hilang, karena malu adalah bagian dari iman.
      (Dewi Yana)

      Balas

  13. Mohon doanya mbak,
    semoga saya bisa berjuang mengajari kelaurga dan anak-anakuntuk bisa tetap berpakaian syari’i

    anakku 5 hanya 1 yang laki-laki..duh 5 wanita yang semuanya harus saya doakan supaya bisa tidka malu-maluin..

    Balas

  14. wah..makasih mba atas pencerahannya..
    boleh saya minta artikelnya, biar saya kasih ke adik2 saya…
    setidaknya ikut memberikan pencerahan bagi mereka agar tidak ikut terjebak arus…

    terima kasih..

    Balas

  15. Beruntunglah orang yang masih punya malu…….

    Balas

  16. Selamat Sore mbak Yana dan Keluarga, saya hanya ingin menyapa…saya dan keluarga barusan berbuka puasa….mbak dan keluarga sudah berbuka ? Makin semangat dong puasannya….

    Balas

  17. Posted by ILYAS AFSOH on 24 Agustus 2009 at 20:39

    hasbunallah wa nikmal wakil

    Balas

  18. Assalammualaikum Wr.Wb malam Mba Dewi..:mrgreen: *malem-malem gangguin orang* terima kasih pencerahan dari Mba Dewi semoga setelah membaca tulisan Mba Dewi, aku punya Malu lagi dan ga malu-maluin lagi ya Mba..maklum wong deso aku Mba

    selamat menjalankan Ibadah Shaum Mba Dewi

    -salam- ^_^

    Balas

  19. Salam kenal,, 😉
    nice post

    Balas

  20. klo boleh saya kasih saran, teruslah menulis, semoga semakin banyak orang yg mendapat petunjuk Allah melalui blog ini… amiiin.

    Balas

  21. Saya juga merasa gregetan kalo udh jalan2 ke Mall..
    apakah mereka yang gak malu2 itu gak sadar akan adzab yang akan mereka terima jika menggunakan pakaian yang telanjang…??
    selain itu ada juga wanita2 berjilbab yang berpakaian ketat dan tidak malu pacaran ditempat umum..
    phhh…

    ya Allah..
    semoga mereka dapat terbuka hatinya untuk menutup auratnya…

    Balas

  22. assalamualaikum
    terima kasih kerana sudi berkunjung ke laman saya semoga penyebaran ilmu dan dakwah tidak terhenti sampai bila bila…semoga Allah memberi ganjarannya…terima kasih untuk itu..

    MALU SEBAHAGIAN DARIPADA IMAN

    kata Nabi s.a.w. apabila kamu tidak malu buat lah apa yang engkau mahu..malu ada pembatasannya. kadang2 tu malu itu perlu di sesuaikan dengan keadaannya. jangan malu mempertahankan agama,maruah,keluarga dan negara.

    disamping itu juga kita jangan malu menyebarkan dakwah dan info agama dan bermanfaat kepada semua walau dengan apa cara media yang kita guna.
    wassalam

    Balas

  23. Judulnya bagus.

    Tapi isinya tambah bagus.

    saya juga risih mbak kalo lihat cewek jaman sekarang.
    apa nggak malu ya pake pakaian yang bolong2 gitu.

    Semoga mereka insaf..

    Balas

  24. malu sama Allah…itu yg paling tinggi derajatnya

    Balas

  25. Asalamualaikum

    Terima kaseh kerana tulisannya terlalu bermakna dan menarik sekali

    Terima kaseh samoga ketemu kembali.

    Balas

  26. Assalamualaikum mba, salam kenal yah🙂
    Oh ya, sangat prihatin ya mba melihat para wanita mengumbar aurat begitu, rasanya mau sendiri

    Balas

  27. Rasa malu sudah semakin bergeser. Tahun 80an di TVRI, adegan ciuman sangat tabu ditampilkan. Sekarang berbalik 180 derajat.

    Pengumbar syahwat menyerang pendukung UUP dengan kata ‘munafik’. Kalau gitu, entah stempel apa yang harus dicap pada pengumbar syahwat itu.

    Lagian, kadang kita dapati juga penyeru anti pornografi gak konsisten dengan ucapannya. http://andaleh.blogsome.com/2008/04/10/p121/

    Thx 4 sharing🙂

    Balas

  28. terimakasih sudah masukkan link blog saya di sini..
    alhamdulillah saya sudah link kan blog ini juga di blog saya (waRnawaRnisahabat)..

    semoga ukhuwah ini dapat selalu terjaga..

    Balas

  29. alhamdulillah ketika rasa tersebut masih mengindap di hati hamba Allah ..

    tak lucu jika anak kecil bisa khatam di ramadhan ini yang dewasa pegang alq’uran saja tidak.

    malu akan memotivasi lebih baik

    Balas

  30. bener juga mba.. kadang karena ga punya rasa malu kita jadi ga takut dosa malah menghalalkan segala cara, padahal sebenernya malah jauh dari Rodho ALLAH.

    semoga kita termasuk muslimah yg selalu diberikan kebaikan dan jauh dari segala keburukan, AMIN.

    iya ya mb…. kita sebagai wanita ga bisa puasa penuh, saya malah baru hari ini dapat menjalankan puasa pertama, jadi uda bolong 3 puasanya hehe…. namanya juga kodrat ya mb?? Hikss🙂

    Balas

  31. selamat menunaikan ibadah puasa….semoga bisa membawa barokah..wah isi blog ini selalu pencerahan dan berbobot banget…met menanti buka puasa

    Balas

  32. subhanallah. selamat berpuasa lagi deh. hehehe… nice info mbak. thanks for sharing😀

    btw, buka puasa pake apa hari ini?

    Balas

  33. Bulan yang penuh himah yang didalamnya terdapat luapan ampunan dan berkah. Marilah kita pergunakan bulan ini dengan sebaik2nya. Bulan yang meningkatkan rasa keimanan yang membumbung tinggi pada setiap muslim. Diharapkan tidak hanya bulan yang trend doank, masjid penuh minggu pertama, habis itu bolong deh. Mari kita semangat untuk menjadi muslim yang baik dimulai dari sekarang

    salam. mampir ke blog kami

    Balas

  34. Posted by KangBoed on 25 Agustus 2009 at 16:33

    Romadhan menggetarkan Jiwa2 yang Haus akan Cinta Kasih Allah, sementara Kasih Sayang Allah tiada terbatas. Semoga Menjadi Berkah untuk Semua Saudara2ku wabil khususon Mbake Dewi Yana yang saya Hormati dan Kasihi.

    MOHON MA’AF LAHIR & BATHIN DARI KALIAN SEMUANYA…..semoga terbuka untukku sekeluarga.

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll

    Balas

  35. Posted by KangBoed on 25 Agustus 2009 at 16:37

    IMAN ADALAH CINTA… dalam CINTA BERBUAH KASIH SAYANG, KETULUSAN, KEIKHLASAN, KERINDUAN, RASA INGAT, SABAR, MALU DAN BEGITU BANYAK BUAH BUAH YANG POSITIF DARI CINTA…

    ENERGI CINTA TIDAK DAPAT DI BENDUNG OLEH APAPUN MELUAP DAHSYAT MENEMBUS DIMENSI TERHALUS YANG TIADA TERDETEKSI OLEH MAKHLUK LAINNYA

    Balas

  36. Assalamu alaikum,

    Mbak Dewi,
    Ada award dari saya, silahkan ambil di http://rawapada.com/2009/0/25/pasopati-award

    Mohon diterima dengan baik, semoga berkenan & salam sejahtera..

    Balas

  37. Jangan malu terus ah…, banyak yang dimulutnya bilang malu tetapi hatinya nggak malu…mestinya kalau mulut bilang malu, justru karena hati membisikan kata-kata malu itu….janganlah kita seperti pepatah “Lain di mulut lain di hati “.
    Jalan-jalan menjelang Buka puasa mbak, sama anak-anak nih, semoga sikecil ( ah…sayang saya tidak tahu namanya…), juga kukuh belajar berpuasa…Mbak, Mas dan Adek…sebenta lagi azan magrib berkumandang, puasa hari ini berakhir dengan penuh kemenangan. Semoga Rahmatnya terus mengalir dan mengalir seperti air sungai yang tidak pernah berhenti….mbak saya pamit dulu. Selamat berbuka puasa dengan keluarga…..Salam.

    Balas

  38. Romadhan menggetarkan Jiwa2 yang Haus akan Cinta Kasih Allah, sementara Kasih Sayang Allah tiada terbatas. Semoga Menjadi Berkah untuk Semua Saudara2ku wabil khusus yang saya Hormati dan Kasihi.

    Balas

  39. Posted by zacky4style on 26 Agustus 2009 at 08:48

    http://silaturahmikita.wordpress.com/
    mengucapkan terima kasih tentang rasa malu dan ihsan.

    Balas

  40. Bener banget mba…

    Balas

  41. jadi pen malu teh😳
    makasi teh atas penjelasan dan pencerahannya

    **jadi n9aca wat diri sendiri neeh..

    Balas

  42. assalamu’alaikum…..
    saya kira malu itu sifat yang sedikit negatif…..karena allah swt berkata bahwa allah membenci makhluknya yang putus asa dan nggak percaya diri….
    tapi di blog ini saya mendapat terjemahan bahwa malu itu bukan sifat yang negatif melainkan bagian dari iman.

    salam peace dewi yana

    Balas

  43. dakwah melalui blog, it good…
    Lanjutkan…

    Balas

  44. Asalamualaikumna

    Anakanda Puan Dewi Yana, selepas Pakcik baca pos diatas pakcik malu, bulan puasa ni blog dukun asmara ditukar nama blog Islami pakcikli00 dan artikalnya cerita pasal agama, tapi taklah sehebat macam tulisan anakanda., sudah buat kueh hari raya ke ?. Sudi sudikanlah membetul tulisan pakcik mana yang silap, pakcik ni bukan arif sangat pasal agama, tapi nak cuba menulis juga, nak ikut msacam Dewi Yana.

    terima kaseh salam hormat.

    Balas

  45. Subhanallah, terima kasih atas pencerahannya.

    Balas

  46. gpp tokh gag komen… asal hadir dan meninggalkan jejak sajja saiia uda seneng bukan maen🙂 terimakasii sekali lagi atas kehadirannya🙂

    Balas

  47. menurut kakek saya …
    sebelum Islam datang ke Indonesia …
    budaya malu sudah dimiliki oleh bangsa ini …
    tapi aneh makin kesini banyak orang semakin kehilangan rasa malu ..
    budaya malu hanya terpampang sebatas simbol di dinding-dinding kantor, dsj ..
    budaya malu hanya sebatas poster yang dipajang (yang mungkin) jarang ada yang membacanya ..

    Salam Ramadhan Al Mubarok 1430 H
    Salam Hangat Selalu dari AbulaMedia.com

    Balas

  48. tulisan yg bagus… elnudha crew mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa…

    Balas

  49. Posted by KangBoed on 27 Agustus 2009 at 00:00

    Para Sahabat mari kita gunakan momentum PUASA RAMADHAN ini untuk mempersatukan RASA.. membentuk satu keluarga besar dalam persaudaraan ber dasarkan CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. menghampiri DIA.. menjadikan ALLAH sebagai SANG MAHA RAJA dalam diri.. menata diri.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Tenang ..
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    Balas

  50. wah tulisannya selalu menggugah hati untuk kebaikan…kunjungan pagi menjelang sahur

    Balas

  51. hadddiirr….
    pagi2 gini… menyambangi sahabat untuk mencari kopi untuk bekal puasa nanti…

    malu jaman sekarang memang sudah salah kaprah en nggak genah lagi…
    mereka lebih malu tidak punya uang daripada malu karena harta yang mereka dapatkan dengan cara tidak halal…
    mereka lebih malu dibilang kuper dgn dandangan ‘kampungan’ dari pada malu karena aurat mereka menjadi tontonan…

    hhh…, malu pada dunia tanpa malu pada akherat… entahlah…, apakah kita masih punya muka untuk berjumpa sang khaliq saat tiba waktunya kelak…

    cu….

    btw, mbak.. PR nya turun tuh…🙂

    Balas

  52. Assalamualaikum wr.wb
    Tulisan yang mencerahkan dan bermanfaat untuk kita semua.
    Dalam hal jilbab, tentu kita teringat saat seorang perempuan yang dibunuh karena mengenakan jilbab di Jerman pada 1 Juli 2009 lalu. Dr. Marwa El Sherbini syahid karena keteguhannya mempertahankan jilbab. Peristiwa itu hendaknya mengingatkan kaum muslimah di manapun berada.
    Silahkan mampir ke blog saya. terima kasih.
    Waalaikumsalam wr.wb

    Balas

  53. Assalamu’alaikum mbak..

    Mbahas tentang Lailatul Qodar donk mbak?😀

    Balas

  54. harusnya orang timur memiliki rasa malu yang besar. karena malu adalah satu kearifan lokalnya. tapi buktinya… sekarang orang yang malu malah dikatain malu-maluin.

    Balas

  55. Assalamu’alaikum,
    Untuk Mas Deby, bahasan tentang Lailatul Qadar, bisa dilihat di tulisan Puasa Ramadhan.

    Untuk Mas Faza,cukup atau tidak cukupnya Muhasabah yang dilakukan, itu tergantung pada diri orang masing-masing, kalau boleh saya menyarankan, sebaiknya kita melakukan musahabah sesering mungkin, tanpa dibatasi jumlah berapa kali dalam setahun kita muhasabah.

    Untuk Mas Qarrabin, saya sudah email ke alamat email Mas Qarrabin, tentang cara memasang Google translate di blog, berikut kodenya, semoga berguna.

    Untuk semua teman-teman, saya sedang ada sedikit masalah, entah itu komputer saya atau dijaringan internet , dimana kalau saya memberikan komentar, tulisannya lama munculnya, biasanya tidak pernah seperti ini, barangkali ada teman-teman yang tahu penyebabnya dan tahu solusinya? Terima kasih.
    (Dewi Yana)

    Balas

  56. mampir siang sambil berteduh dari panasnya matahari🙂

    Balas

  57. Salam kenal sahabat

    Blog ini sangat bagus, tertata dengan apik, layout juga sudah mengarah ke blog profesional dan artikel – artikelnya juga sangat berkualitas

    Silahkan submit artikel anda di yebooo.com, buat artikel anda jadi lebih banyak diakses orang lain.

    Terima kasih banyak

    Balas

  58. slalu ajah ketinggalan baca tulisan Mba … jadi malu🙂
    hanya dengan dakwah … masyarakat bisa berubah …

    Balas

  59. Setelah selesai shalat tarawih berkemas mengunjungin rumah blog sahabat yang punya menu penyejuk jiwa,
    saya numpang baca aja ah gak pake komen yah… he he

    Salam

    Balas

  60. hmm, apakah ada tulisan ‘galat’ di wordpress-nya?

    Balas

    • Assalamu’alaikum,
      Terima kasih Mas Dias, Alhamdulillah sekarang sudah normal kembali, tidak ada tulisan galat di WP, ngga tahu kenapa kemarin kalau saya komentar, tulisannya lambat sekali munculnya, tapi Alhamdulillah sekarang sudah tidak lagi.Tapi kalau saya menjawab komentar di blog sendiri, masih tetap lambat tulisannya tampil, itu kenapa ya Mas?

      Untuk Mas Reva, terima kasih atas bantuannya.

      Untuk Mas Batjoe, terima kasih, saya sependapat dgn anda, sebuah pendapat yang sangat bagus.

      Kepada teman-teman semua, barangkali ada yang tahu, dan bisa membantu saya, karena sampai sekarang, kalau saya menjawab komentar di blog saya sendiri, tulisannya masih lama munculnya, terima kasih.
      (Dewi Yana)

      Balas

  61. ass….
    wanita itu adalah makluk yang sangat2 disayang oleh Allah dan Nabi Muhammad SAW tapi Nabi merasa sedih kenapa wanita juga yang paling banyak nantinya di dalam alam neraka! dan salah satunya adalah cara berpakaian kaum hawa sendiri yang menjerumuskan mereka menjadi keduniawian (harus cantik di depan semua orang) padahal kalau cantinya itu untuk suami halal jadinya dan parahnya lagi laki2 juga seneng melihat yang begitu jadi malu dalam artian kami adalah harus MALU DIKEDUA BELAH PIHAK BAIK LAKI2 MAUPUN WANITANYA .
    mungkin begitu ya mba dewi pendapat kami yang bodoh ini hehehehhehhhe
    salam persaudaran yang paling hangat dari kami.
    wassalam

    Balas

  62. Datang berkunjung ke Blog sahabat

    Balas

  63. Semoga kedatangan bulan puasa ini bisa menjadikan kita sebagai manusia yang lebih empati, tawakal dan taqwa.

    Salam Persahabatan.

    Balas

  64. Posted by diah pramesti on 28 Agustus 2009 at 13:02

    bener jg mba, kadang klo liat yg berkostum kayak begitu jd malu sendiri…
    pura2 ga liat aja…😯

    Balas

  65. Posted by batjoe on 28 Agustus 2009 at 17:06

    selamat sore mba dewi
    saya lihat blognya bagus baget ya… beli atau buat sendiri
    kalau pasang jam kaya apa ya?
    tinggalnya dimana kok jamnya waktunya sama dengan balikpapan.

    Balas

    • Assalamu’alaikum,
      Ini blog buat sendiri, blog gratisan. Untuk pasang jam, tinggal klik di jam saya tersebut, dan ikuti petunjuknya (ada berbagai macam model jam disana). Saya tinggal di Jakarta.
      (Dewi Yana)

      Balas

  66. Posted by Siti Maemunah on 8 Februari 2010 at 18:06

    mbak Dewi, saya ijin share tulisan ini di fesbuk ya.. makasih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: