Archive for September, 2009

CINTA DUNIA

Cinta dunia adalah sesuatu yang sangat berbahaya. Perhatikan sabda Rasulullah saw berikut ini: “Kalau begitu, bergembiralah dan berharaplah memperoleh sesuatu yang melapangkan diri kalian. Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku kahwatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.” (Hadits riwayat Muslim (2961) dan al-Bukhari (6425), dan Ibnu Abi ad-Dunya dalam kitab tentang Zuhud hal. 73)

Perhatikan Firman Allah SWT berikut ini: “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Q.S. Al-Hadiid [57]:20)  Cinta dunia adalah segala sesuatu yang membuat kita lalai kepada Allah,  misalnya, shalat, saum atau sedekah,  dan kalaupun kita tetap melakukannya tapi tetap dikatakan sebagai urusan dunia,  jika niatnya ingin dipuji makhluk hingga hati lalai terhadap Allah.

Baca lebih lanjut

AMANAH

Semua, segala sesuatu yang ada di alam fana ini, berawal dari ketiadaan, kemudian Allah menciptakannya menjadi ada. Makhluk hidup diciptakan Allah untuk misi dan peranan serta fungsi masing-masing. Hewan, misinya adalah untuk kepentingan manusia. Oleh karena itu Allah SWT tidak membebani hewan dengan syari’at, mereka juga tidak perlu diberi peraturan, sebab tanpa peraturan pun mereka tidak akan menimbulkan bencana dan kerusakan di muka bumi ini.

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS. Al-Ahzab [33]: 72).

Baca lebih lanjut

SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1430 H

Kumpulan kartu ucapan SMS Lebaran 1430H Selamat Idul Fitri

MOHON MAAF LAHIR BATIN

Dewi Yana

Jalan Dakwah Bersama 

Teman-teman semua, saya mohon maaf bila agak terlambat dalam menjawab komentar teman-teman, hal tersebut dikarenakan kesibukan Lebaran, dimana banyak tamu yang datang dan banyak juga saudara yang harus dikunjungi, harap maklum, terima kasih (Dewi Yana)

 

Buku ke tiga saya : CUKUPLAH ALLAH

cukuplah Allah! cover baru

Assalamu’alaikum,

Buku Ke tiga saya : CUKUPLAH ALLAH, dengan kata pengantar dari Ust. Jefri Al Buchori ( Uje).  Ukuran buku : 14 X 20.5 cm, tebal 160 halaman. Penerbit : Zikrul Hakim.

Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ust. Jefri Al Buchori yang telah sangat baik pada saya dan berkenan memberikan kata pengantar untuk buku ke tiga saya ini.

Selain itu, saya pun ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ust. Yusuf Mansur,  yang telah sangat baik pada saya, dan membantu saya dalam banyak hal, hingga buku ini diterbitkan.

InsyaAllah, buku ini akan ada di semua toko buku Gramedia, pada bulan Oktober  2009 nanti, setelah lebaran.  InsyaAllah ada di Gramedia Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Padang, Pekan Baru, dan Medan.

Saya mohon doa dan dukungan dari semua teman-teman untuk buku ke tiga saya ini, terima kasih.

Wa’alaikum salam,

Dewi Yana

Teman-teman semua, karena ada dari teman-teman yang bertanya tentang buku ini, berikut ini penjelasan singkatnya :

Hasbiyallah (cukuplah Allah) adalah kalimat yang mengandung makna yang sangat dalam akan keyakinan kita kepada Allah SWT. Yaitu keyakinan bahwa kepunyaan Allah, segala yang ada di langit dan di bumi serta apa yang ada didalamnya. keyakinan bahwa Allah SWT yang Maha Mencukupi segala hajat kebutuhan kita. Keyakinan bahwa kita  selalu berada dalam jaminan-Nya. Keyakinan yang sangat kuat bahwa  Allah SWT selalu mendampingi kita dalam segala keadaan, selalu menolong kita dan tidak pernah membiarkan kita menjalani ketetapan-Nya tanpa kelembutan-Nya. Keyakinan yang sangat kuat bahwa Allah SWT akan selalu mendampingi kita dalam menjalani hidup.

Intinya, Hasbiyallah disini, dimaksudkan agar kita semua dapat memandang semua persoalan hidup dengan lebih baik, lebih bijak, serta menyikapi setiap realita kehidupan ini dengan adab penerimaan yang baik. Dengan Hasbiyallah, penulis berharap, kita akan merasa lapang sekalipun saat kita dikepung oleh berbagai ketidakmungkinan, dan tetap merasakan ketenangan dan kebahagiaan bahkan disaat yang paling tidak memungkinkan sekalipun,  Insya Allah.

Dewi Yana

NIAT

Niat adalah landasan dalam melakukan perbuatan, niat juga berarti kehendak atau tujuan, atau keinginan kuat yang diikuti dengan tindakan nyata. Niat termasuk perbuatan hati maka tempatnya adalah didalam hati, bahkan semua perbuatan yang hendak dilakukan oleh manusia, niatnya secara otomatis tertanam didalam hatinya.

Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh bagian di akhirat, kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Hud [11]: 15-16).

Baca lebih lanjut

NIKMAT YANG BERUBAH MENJADI AZAB/BENCANA

Betapa banyak dan besar nikmat yang telah Allah SWT anugerahkan kepada kita. Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah kita mensyukuri semua nikmat yang dikaruniakan-Nya kepada kita. Karena bersukur berarti mempertahankan nikmat. Tapi ada dari kita yang setelah dianugerahi berbagai macam nikmat dan kemudahan serta kelapangan oleh Allah SWT berubah menjadi kufur. Inilah yang dapat mengubah nikmat menjadi bencana.

Bila ada yang bertanya, “dapatkah nikmat berubah menjadi azab/ bencana?” Maka jawabannya, Iya hal itu dapat terjadi.  Karena itu, marilah kita senantiasa berdoa, seperti doa yang diajarkan  Rasulullah Saw sebagai berikut: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat, dari azab yang datang tiba-tiba, berubahnya keselamatan yang diberikan oleh-Mu dan dari semua kemurkaan-Mu. ” (HR. Muslim).

Baca lebih lanjut