Archive for September 9th, 2009

Buku ke tiga saya : CUKUPLAH ALLAH

cukuplah Allah! cover baru

Assalamu’alaikum,

Buku Ke tiga saya : CUKUPLAH ALLAH, dengan kata pengantar dari Ust. Jefri Al Buchori ( Uje).  Ukuran buku : 14 X 20.5 cm, tebal 160 halaman. Penerbit : Zikrul Hakim.

Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ust. Jefri Al Buchori yang telah sangat baik pada saya dan berkenan memberikan kata pengantar untuk buku ke tiga saya ini.

Selain itu, saya pun ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ust. Yusuf Mansur,  yang telah sangat baik pada saya, dan membantu saya dalam banyak hal, hingga buku ini diterbitkan.

InsyaAllah, buku ini akan ada di semua toko buku Gramedia, pada bulan Oktober  2009 nanti, setelah lebaran.  InsyaAllah ada di Gramedia Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Padang, Pekan Baru, dan Medan.

Saya mohon doa dan dukungan dari semua teman-teman untuk buku ke tiga saya ini, terima kasih.

Wa’alaikum salam,

Dewi Yana

Teman-teman semua, karena ada dari teman-teman yang bertanya tentang buku ini, berikut ini penjelasan singkatnya :

Hasbiyallah (cukuplah Allah) adalah kalimat yang mengandung makna yang sangat dalam akan keyakinan kita kepada Allah SWT. Yaitu keyakinan bahwa kepunyaan Allah, segala yang ada di langit dan di bumi serta apa yang ada didalamnya. keyakinan bahwa Allah SWT yang Maha Mencukupi segala hajat kebutuhan kita. Keyakinan bahwa kita  selalu berada dalam jaminan-Nya. Keyakinan yang sangat kuat bahwa  Allah SWT selalu mendampingi kita dalam segala keadaan, selalu menolong kita dan tidak pernah membiarkan kita menjalani ketetapan-Nya tanpa kelembutan-Nya. Keyakinan yang sangat kuat bahwa Allah SWT akan selalu mendampingi kita dalam menjalani hidup.

Intinya, Hasbiyallah disini, dimaksudkan agar kita semua dapat memandang semua persoalan hidup dengan lebih baik, lebih bijak, serta menyikapi setiap realita kehidupan ini dengan adab penerimaan yang baik. Dengan Hasbiyallah, penulis berharap, kita akan merasa lapang sekalipun saat kita dikepung oleh berbagai ketidakmungkinan, dan tetap merasakan ketenangan dan kebahagiaan bahkan disaat yang paling tidak memungkinkan sekalipun,  Insya Allah.

Dewi Yana