AMANAH

Semua, segala sesuatu yang ada di alam fana ini, berawal dari ketiadaan, kemudian Allah menciptakannya menjadi ada. Makhluk hidup diciptakan Allah untuk misi dan peranan serta fungsi masing-masing. Hewan, misinya adalah untuk kepentingan manusia. Oleh karena itu Allah SWT tidak membebani hewan dengan syari’at, mereka juga tidak perlu diberi peraturan, sebab tanpa peraturan pun mereka tidak akan menimbulkan bencana dan kerusakan di muka bumi ini.

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS. Al-Ahzab [33]: 72).

Hidup kita adalah sebuah perjuangan untuk melaksanakan amanah dari Allah SWT. Amanah tersebut hanyalah diberikan kepada kita, dan tidak kepada makhluk-makhluk lainnya, seperti; langit, bumi dan gunung, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT tersebut di atas. Oleh karena kita menerima dan memikul amanah tersebut, maka hidup kita adalah perjuangan untuk merealisasikan amanah tersebut.   Amanah merupakan janji untuk dipenuhi dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Siapa yang dapat memenuhinya dengan baik, ia akan memperoleh pahala dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Sebaliknya, barangsiapa yang mengingkari atau mengkhianatinya, maka ia akan memperoleh imbalan yang seimbang dengan perbuatannya.

Amanah yang diberikan kepada kita terdiri atas amanah ibadah dan amanah kekhalifahan. Dengan amanah ibadah, kita sebagai manusia dan juga jin dituntut untuk tunduk, patuh, taat, berbakti dan menyembah hanya kepada Allah. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS Adz-Dzariat [51]: 56).

Dalam merealisasikan amanah ibadah ini, kita harus menjamin terpeliharanya hubungan kita dengan Allah (hablun minallah), yakni hubungan makhluk dengan Khaliknya. Melaksanakan kewajiban kita, mentaati peraturan-peraturan dan berbakti kepada Allah. Sebagaimana tertulis dalam firman Allah SWT berikut ini: “Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)” (QS Al-An’am [6]: 162-163).

Kemudian amanah tentang kekhalifahan, bahwa kita diciptakan Allah sebagai khalifah untuk melaksanakan segala peraturannya, demi untuk memakmurkan dan mensejahterakan bumi. Adam sebagai manusia pertama yang diciptakan Allah untuk tujuan ini dan berlaku juga untuk keturunan Adam sampai akhir zaman. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS Al-Baqarah [2]: 30). Selanjutnya dalam ayat lain Allah SWT berfirman: “Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-An’am [6] : 165).

Kita dijadikan sebagai khalifah penghuni dunia untuk memakmurkan dunia dan untuk melaksanakan tugas sebagai hamba Allah. Kita diberi kelengkapan hidup yang sesuai dengan tugas yang kita sandang. Kita diciptakan dalam struktur tubuh yang paling baik dan sempurna (rohani dan jasmani), yang dengan semua itu, agar kita mampu melaksanakan tugas kita sebagai pengemban amanah Allah SWT. Salah satu hal yang penting dalam struktur ini ialah kita diberinya akal, yang tidak diberikan kepada makhluk-makhluk lainnya. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini : “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk  yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin [95] : 4).

Itulah keutamaan kehendak, nalar, usaha, dan pemikulan beban. Itulah keistimewaan manusia dibanding banyak makhluk Allah lainnya. Itulah tolok ukur penghormatan yang dideklarasikan Allah, saat Allah memerintahkan para malaikat untuk sujud kepada Adam. Allah mendeklarasikannya di dalam Al-Qur’an melalui firman-Nya: “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS. Al-Isra’ [17]: 70).

Jadi, perbedaan kita dari makhluk lain adalah dalam memikul amanah, kita telah dikarunia-Nya akal dan pikiran untuk membedakan mana yang benar dan yang salah. Kita pun dituntut harus mengenal dan mengabdi pada-Nya, sesuai dengan firman-Nya di surah Adz-Dzariat ayat 56 (lihat diatas). Kita harus menyadari bahwa amanah itu, kelak akan diminta pertanggungjawabannya. Segala yang kita lakukan di dunia ini, kelak harus kita pertanggujng jawabkan di hadapan Allah SWT. Perhatikan juga firman Allah SWT berikut ini: ”Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka” (QS. Faathir {35} : 39)

Anak juga adalah amanah, anak bukan milik kita, tetapi milik Allah.  Kita harus memelihara, merawat dan mendidiknya dengan baik. Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:  “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci yakni Muslim).  Kedua-dua orang tuanyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani atau Majusi.”  (HR. Bukhari).

Menunaikan apa-apa yang dititipkan atau dipercayakan kepada kita oleh sesama manusia, itu juga amanah yang harus kita jaga dan laksanakan dengan sebaik-baiknya. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: ”Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS. An-Nisa [4]: 58).

Sekarang, mari kita semua tanyakan dengan jujur pada diri kita sendiri, sudahkah kita menunaikan amanah yang dititipkan kepada kita dengan benar? Jika belum, segera bertobatlah dan perbaiki semua, karena sangat besar sangsinya bila kita tidak dapat menunaikan amanah yang dipercayakan dan atau dititipkan kepada kita. Perhatikan firman Allah SWT dan hadits-hadits berikut ini:

  1. Allah SWT berfirman: ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al Anfaal [8] : 27)
  2. Dari Abu Bakar ra ia berkata Rasulullah saw bersabda: Tidak akan masuk surga orang yang suka menipu, orang kikir, dan orang yang buruk dalam mengelola harta yang menjadi tanggungannya.”  (HR. Tirmidzi).
  3. Rasulullah saw. bersabda, “Tiada iman pada orang yang tidak menunaikan amanah dan tiada agama pada orang yang tidak menunaikan janji.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)
  4. Tunaikanlah amanah pada orang yang memberikan amanah itu kepadamu, dan jangan kau khianati orang yang pernah mengkhianatimu.” (HR. Al-Imam Ahmad dan Ahlus Sunan)
  5. Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra, ia berkata: Bersabda Rasulullah saw: “Apabila amanah telah disia-siakan, maka tunggulah saat-saat kehancurannya”. Salah seorang bertanya: “Bagaimana bentuk menyia-nyiakan amanah itu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Apabila urusan itu diserahkan (dipercayakan) kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat-saat kehancurannya”. (Imam Bukhari)
  6. Hal ini juga diperjelas dengan sabda Rasulullah saw Setiap kalian adalah pemimpin dan karenanya akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Amir adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Lelaki adalah pemimpin di tengah keluarganya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan atas anak-anaknya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentangnya. Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang itu. Dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya.” (Muttafaq ‘Alaih)
  7. Tingginya tingkat keseriusan agama memandang masalah amanah ini terlihat dari riwayat ketika seorang penduduk Arab pegunungan datang bertanya kepada Rasulullah saw. “Apakah yang paling berat dalam agama dan yang paling ringan? Rasulullah saw memberi jawaban, “Yang paling ringan ialah mengucapkan dua kalimat syahadat, asyhadu anlaa ilaaha Illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah. Sedangkan yang paling berat ialah amanah. Tidak sempurna agama seseorang yang tidak menjaga amanah, tidak diterima shalat dan zakatnya.”  (HR. Al Bazar dari Ali bin Abi Thalib)
  8. Telah datang dalam sunnah Rasulullah saw hadits-hadits yang menunjukkan dilarangnya aparat pekerja dan pegawai mengambil sesuatu dari harta walaupun dinamakan hadiah, diantaranya hadits Abi Sa’id Hamid As-Saidi, ia berkata. “Artinya : Rasulullah saw mempekerjakan seseorang dari suku Al-Asad, namanya Ibnul Latbiyyah untuk mengumpulkan zakat, maka tatkala ia telah kembali ia berkata, ‘Ini untuk engkau dan ini untukku dihadiahkan untukku’. Ia (Abu Hamid) berkata, ‘Maka Rasulullah saw berdiri di atas mimbar, lalu memuja dan memuji Allah dan bersabda, ‘Kenapa petugas yang aku utus lalu ia mengatakan, ‘Ini adalah untuk kalian dan ini dihadiahkan untukku?! Kenapa dia tidak duduk di rumah bapaknya atau rumah ibunya sehingga dia melihat apakah dihadiahkan kepadanya atau tidak?! Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya! Tidaklah seorangpun dari kalian menerima sesuatu darinya melainkan ia datang pada hari Kiamat sambil membawanya di atas lehernya onta yang bersuara, atau sapi yang melenguh atau kambing yang mengembik’, kemudian beliau mengangkat kedua tangannya sampai kami melihat putih kedua ketiaknya, kemudian bersabda dua kali, ‘Ya Allah, apakah aku telah menyampaikan?” (Diriwayatkan Al-Bukhari 7174 dan Muslim 1832 dan ini adalah lafazhnya).

Termasuk di antara konsekuensi perintah untuk menunaikan amanah pada yang berhak menerimanya adalah perintah untuk menjaga amanah tersebut. Tidaklah mungkin seseorang menunaikan amanah itu tanpa menjaganya. Yang dimaksud menjaganya adalah tidak melampaui batas dan tidak pula menyepelekannya. Dia menjaganya sesempurna mungkin tanpa berlebihan dan tanpa meremehkan, sampai amanah itu tertunaikan pada yang berhak menerimanya.

Inilah yang harus kita ketahui, kemudian kita ajarkan kepada anak-anak, agar terbentuk sifat terpuji yang dapat menambah keimanan dalam diri anak-anak kita. Ketahuilah, menunaikan amanah termasuk tanda keimanan seseorang. Karena itu, jika kita dapati seseorang memiliki sifat amanah dalam segala sesuatu yang diamanahkan kepadanya, menunaikannya sesempurna mungkin, ketahuilah bahwa dia seorang yang kuat imannya.

Semoga kita semua bisa menjadi hamba Allah yang dapat menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya, baik itu amanah ibadah dan amanah khalifah di bumi ini, karena kelak, semua harus kita pertanggungjawabkan dihadapan-Nya. Dan semoga amanah yang Allah berikan kepada kita bukan menjadi beban bagi kita, tetapi menjadi ladang amal bagi kita semua.

Dewi Yana

https://jalandakwahbersama.wordpress.com

66 responses to this post.

  1. Assalamu’alaikum.
    Alhamdulillah, akhirnya bisa komen pertama

    Balas

  2. Subhanallah, demikian Allah memuliakan kita.. hingga amanah pun diberikanNYA pada kita

    Balas

  3. Jadi, amanah bukan untuk memperberat kita sebagai manusia tetapi justru untuk memuliakan kita. Betulkah pemahaman saya?

    Balas

  4. di akhir zaman seperti sekarang ini, semakin banyak orang yang khianat terhadap amanah yang diberikan kepadanya. bahkan ada sebagian orang yang berjuang merebut dan mencari amanah untuk tujuan mengkhianatinya. naudzubillah…

    Balas

  5. met lebaran ya mbak dewi, minal aidhin wal faidzin

    Balas

  6. Salam Takzim
    Huruf disusun menjadi kata
    Kata ditata menjadi pesan
    Bila jumpa tak bisa terlaksana
    Jadikan pesan pengganti insan
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H
    Buat JDB Bunda Dewi

    Salam Takzim Batavusqu

    Balas

  7. Sebagaimana yang telah di beri ruh, insan manapun menerimanya, bukankah itu amanah, penuhi dia dengan karya islami sebagai laporan akhir kehidaupan ruh akan membawa laporan prilaku, bila tidak baik laporan maka neraka tempatnya den laporan bukan direkayasa karena rekaman tercanggih milikNya jujur dalam merekam, tak sepersekian detik pun terlewati. Wahai pemberi amanah ruh, maapkan prilaku selama ini, berikan petunjuk seperti orang-orang terdahulu, amin
    Saalam Takzim Batavusqu

    Balas

  8. amanah mudah di janjikan sulit untuk dipraktekan. perlu ilmu dan pemahaman yang baik untuk bisa menjalankan amanah

    Balas

  9. Amanah yang tertuang di tulisan ini sungguh banyak makna dan manfaatnya. Ada satu kalimat yang buat aku berfikir, “Amanah yang diberikan kepada kita terdiri atas amanah ibadah dan amanah kekhalifahan.” sudah apa belum aku amanah itu ya…?? jujur aku sangat tertegun saat mengartikannya Mba sungguh sebuah amanah yang mudah, namun banyak yang melupakannya karena duniawi..Terima kasih Mba Dewi..tak bosan saya mampir disini selalu ada pencerahan yang sangat berharga..Amien

    -salam- ^_^

    Balas

  10. Amin Allahumma Amin untuk do’a pada paragraf terakhir. Blog walking dan salam ta’aruf

    Balas

  11. ass…. mba dewi … apa kabar kelaurga semunya maba? semoga masih dalam rahmat Allah SWT selalu..
    saya ada artkel baru (bersambung) saya mohon mba bisa kasih koment atau krtik juga tangapan di artikel itu khususnya bagian kedua….
    why ….? karean mba seorang wanita dan seorang ibu pasti lebih sportif ketimbang laki-laki seperti saya dan temen2…
    mohn sangat mba dari segi agama dan ceritanya……
    maksih mba dewi..
    salam buat masnya

    Balas

  12. Subhanallah, sebuah pencerahan yang sangat bermanfaat. Semoga Saya tetap bisa menjaga amanah yang diberikan.

    Balas

  13. Silaturrahmi kembali..termasuk amanah ye,xixixixi……
    Becanda kelawatan!

    Balas

  14. met lebaran juga mampir ya kemari dari blogspot nich ada oleh oleh

    Balas

  15. Amanah..kata yg mudah di ucapkan.. tapi kadang sulit di implementasikan.. apalagi di zaman sekarang ini…. segalanya ingin serba instan dan mengabaikan soal amanah.. .. namun sebagai orang beriman.. kita tetap hrs berupaya utk amanah.. lho.. .. gak nyambung ya… he3.. btw makasih jeng dewi atas suportnya..

    Balas

  16. Satu kata yang tiada tergantikan
    Kata MAAF nan tulus dan ikhlas
    Keluar dari lubuk hati terdalam
    Terselip khilaf dalam candaku,
    Tergores luka dalam tawaku,
    Terbelit pilu dalam tingkahku,
    Tersinggung rasa dalam bicaraku.
    Buruk laku tindak tandukku
    Hanya Harap dan MAAF terucap
    Mudah mudahan esok lebih baik
    Saat Hari Kemenangan telah tiba,
    Semoga diampuni salah dan dosa.
    Mari bersama bersihkan diri,
    Murnikan Jiwa dalam genggamanNYA
    sucikan keping hati di hari nan Fitri.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin

    Dari :
    “gus_rohman Sekeluarga”

    Balas

  17. Apakah hidup saya, mati saya…. sudah sepenuhnya hanya untuk ALLAH TA”ALA saja kah?
    Sepertinya masih belum… saya masih lebih banyak lalai nya dibanding ingay nya…
    Terima kasih bu untuk postingan – postingan yang mencerahkan ini…

    Balas

  18. Amanah. Satu kata yg akan mampu membawa kita masuk ke dalam surga-Nya ketika kita mampu melaksanakannya. Betapa bahagianya hati jika saya di ijinkan menjadi orang yg penuh amanah itu, Insya Allah, amin ya Allah…

    Minal Aidzin wal faidzin ya mbak… mohon maaf lahir dan batin.

    Maaf saya datang sekalian ingin menghaturkan rasa trimakasih yg sebesar-besarnya atas dukungannya terhadap artikel saya dulu sehingga Alhamdulillah artikel tersebut akhirnya bisa menjadi pemenang utama dalam kontes dindasmart.com
    Sungguh… semua ini ndak akan terjadi tanpa dukungan kalian. Trimakasih Sahabatku, tanpa kalian, saya ndak akan pernah berarti. Trimakasih.
    Salam.

    Balas

  19. Assalamu alaikum

    mau comment apa ya….

    nggak dapat celah sich…

    2 point itu dach sangat complex….
    Abid wa kholif…

    Wassalam

    Balas

  20. met lebaran ya mba…mohon maaf jika ada kesalahan yang disengaja ataupun tidak disengaja..

    Balas

  21. mdhn kita selalu mnjadi orang yg amanah……… amiiinnn

    isi blog qm tuh bagus bgt yah,,,,,,, tentang agama … salut 4 u…

    RESPECT to you

    Balas

  22. Mudahan** kita dalam rahmatnya dan selalu menjalankan amanahnya!
    Amiin…….
    █▓▒░ Selamat Idul Fitri 1430 H░▒▓█
    █▓▒░Mohon maaf lahir dan batin….░▒▓█

    Balas

  23. mari kita menjadi orang yg selalu menjaga amanah
    salam,

    Balas

  24. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H.Minal ‘aidin wal faizin.
    Setulus hati kami sampaikan Mohon Maaf Lahir dan Batin , untuk kesalahan dalam tulisan ataupun dalam komentar kami dan segala hal yang mungkin tidak berkenan di hati saudaraku tercinta , yang selama ini bersama sama dalam canda ria dalam tali persahabatan yaitu dalam satu wadah kebersamaan yang indah dari berbagai Suku , Ras dan Agama yang berbeda ! tapi tetap kokoh dalam Cinta , Damai , dan Kasih Sayang.

    Balas

  25. Kunjungan wajib. Ilmunya sangat mencerahkan…. Trims

    Balas

  26. Seandainya bisa, rasanya sy ingin menolak amanah yg diberikan pd saya, krn sangatlah berat mnjaga amanah. Tapi… Tugas kita adlh untuk tunduk dan patuh pd Allah. Apalagi Allah tlah mnjanjikan kbahagiaan bg yg tlh mnjaga amanah… Subhanallah…

    Balas

  27. Assalamu’alaikum,

    Memang berat amanah yang kita terima, tapi itu sebenarnya kehormatan dari Allah. Kita sebagai hamba Allah wajib menyembah-Nya. Dan sebagai bagian dari makhluk-Nya kita wajib memakmurkan bumi ini untuk kesejahteraan bersama.

    Terima kasih Mbak tulisannya.

    Salam buat keluarga

    Balas

  28. Moga Allah berkenan menjadikan kita orang-orang yang amanah….

    Met Iedul Fitri ya…

    Taqabbalallahu minna wa minkum

    Balas

  29. Belum bisa amanah nih…

    Balas

  30. sebuah pencerahan mbak, karena aman amanah ini betul-betul yang harus kita jalankan. Trims atas peringatan, pencerahan dan doanya. Salam.

    Balas

  31. amanah..kadang kita dibuat terlena olehnya sehingga kita lupa kalau sedang memikulnya..

    Balas

  32. amien amien ya rabbal alamiin…

    semoga kita senantiasa di tuntun menuju cinta dan ridhonya, agar supaya kita senantiasa menunaikan segala amanah dengan baik dan secara ikhlas tentunya

    minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin🙂

    Balas

  33. Yang paling berat untuk dipikul manusia ya, amanah…

    Balas

  34. met idul fitri..
    maaf laer n batin..
    taqabbalallhu minna wa minkum taqabbal ya kariim

    amanah.. satu kata yg bisa menghantarkan kita menjadi makhluk pilihan…
    jika kita sungguh2 menjalankannya

    link udah ku pasang mbak Yana.. thanks

    Balas

  35. salam lebaran,
    malangnya manusia mudah lupa tentang amanah lebih2 lagi para pemimpin yang mudah sangat pecah amanah dan tiada jujurnya.

    Balas

  36. AMANAH
    Satu kata yang berat dipikul. Pada masing-masing orang ada amanah di pundaknya, sesuai dengan maqomnya. Walaupun berat, tetapi sebenarnya dari satu kata amanah bisa dirumuskan menjadi banyak sekali responsibilty – tanggung jawab dalam pekerjaan.
    Contoh : Pekerjaan seorang penjaga pintu kereta. Siang-malam, tidak bisa meninggalkan kursinya karena amanah yang ditanggungnya. Dan amanah itu – yang menyangkut nyawa puluhan bahkan ratusan orang – dihargai dengan sedikit rupiah.
    Bagaimana dengan para penegak hukum dan birokrat pemerintahan? Amanah yang ditanggunggnya pasti lebih besar – karena penghargaan dalam rupiahnya juga lebih besar. Otomatis tanggungjawabnya juga besar.

    Sedih sekali kalau membandingkan sikap orang terhadap amanah yang dibebankan di pundaknya?

    Postingan yang bagus mbak Dewi. Salam takzim.

    Balas

  37. artikel yang bermanfaat, mengingatkan kembali bahwa ada amanah yang diberikan olehNya dalam menjalani hidup ini, yang kadang kala sering hampir terlupakan dengan kesibukan mengejar duniawi ..
    semoga bisa mengemban amanah itu dengan baik …
    ma kasih ya ..

    Iklan Gratis

    Balas

  38. Amanah.
    Sebenarnya tidak sulit menjalankan sebuah amanah. Yang membuatnya sulit pelaksana amanah selalu disertai dengan pamrih tertentu. Saya kira nggak kurang-kurangnya contoh yang diberikan Oleh Nabi Besar Muhammad SAW. Terlepas dari itu semua itulah seninya kita menjadi hamba Allah, ada plus dan minusnya.

    Balas

  39. jadi takut menyia-nyiakan amanah dari yang bikin hidup

    Balas

  40. […] semirip2 aslinya,tetap aja bekas itu masih ada.Sudah barang tentu Kita manusia sebagai Pengemban Amanah,takkan mampu mengubah hari kemaren yang kita lalui.sebagai misal […]

    Balas

  41. Segala yang ada di dunia selalu mengandung 2 unsur yang saling bertentangan; plus-minus, baik-buruk, dsb. Demikian pula berkenaan dengan kodrat manusia sebagai pengemban amanah, tentu tidak selalu mulus adanya. Bagaimanapun juga, sebagai muslim kita harus semaksimal mungkin senantiasa berpedoman pada ajaran Islam.

    Balas

  42. assalamuaikum
    membaca postingan anda saya jadi ingat saat membaca sebuah buku yang berjudul SEDANG ALLAH PUN CEMBURU,isi dari buku itu hampir sama persis saperti mbak dewi katakan dalam postingan ini,hanya bedanya mbak dewi menuliskan ini melalui postingan dan SEDANG ALLAH PUN CEMBURU ditulis melalui buku,jadi lebih detail.tetapi dengan sungguh kagum saya berkata bahwa saya selalu merasa lebih tenang setiap kali saya berkunjung dirumah mbak dewi karena postingan mbak selalu membuat saya berfikir tentang kehidupan abadi dan kehidupan duniawi.

    minal aidzin walfa’idzin mohon maaf lahir dan batin,ma’afkan atas kesalahan saya dalam berposting dan berkomentar.

    salam hangat

    Balas

  43. bagus banget artikelnya mbak yana……wah kalo saya memimpin diri sendiri saja tidak becus apalagi menjadi khalifah bagi orang lain, saya menasehati diri sendiri saja sering gagal apalagi menasehati orang lain…..amanah itu sungguh berat…. apalagi yg berhubungan dengan orang banyak…..mungkin kalo orang2 terutama para pemimpin baik itu pemerintahan maupun keagamaan bisa menjalankan amanat dengan baik serta mendahulukan introspeksi diri ketimbang menyalahkan orang lain…..negeri kita terutama umat islam akan damai yah……..

    Balas

  44. Astagfirulah… Astagfirulah… Astagfirulah…Astagfirulah…

    Balas

  45. amanah adalah salah satu sifat rosul yang patut kita tiru. semoga saja dan harapan kita semua para pemimpin kita semuannya amanah.amin

    Balas

  46. Posted by Siti Fatimah Ahmad on 28 September 2009 at 06:58

    Assalaamu’alaikum

    Mudahan sifat amanah sentiasa mengiringi kehidupan kita walau di mana kita berada. Senang dengan teman-teman yang namanya AMANAH. Sudah semestinya nama itu sentiasa mengingatkan mereka agar sentiasa amanah. Salam sayang buat nak Dewi.

    Balas

  47. Assalamu’alaikum.

    Semoga kita oleh Allah selalu diberi kekuatan Iman untuk bisa menjaga amanah, dan kita memohon supaya tidak dimasukkan kedalam golongan orang-orang yang lalai.

    ” Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai. Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi “.
    (QS. An Nahl : 107-109)

    Balas

  48. Silahturahmi ke tempat sahabat… Semoga kita semua, dapat selalu menjaga amanah…minimal belajar utk bisa melaksanakan amanah semampunya… Salam hangat dan damai selalu, utk Mbak Dewi Yana dan Keluarga…

    Balas

  49. aslkmwrwb,

    singgah membaca postingannya…
    nice post, terima kasih dah mengingatkan

    minal aidin wal faidzin ya, takabbalallahu minna wa minkum

    Balas

  50. HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRRRRRRR..
    Menyapa sahabatku chayank..
    MAAF..
    Baru jalan jalan dan keliling lagi..

    salam sayang

    Balas

  51. Sebulan sudah kita jalani Ramadhan bersama
    Malam penghujung hari yang indah ini
    Genderang Perang sudah di tabuh.
    Pekik Kemenangan dikumandangkan
    Alunan Nada Pengagungan dinyanyikan
    Suara Riang Gembira berkeliling kota
    Ramadhan dengan segala perniknya telah kita lewati bersama
    “Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”
    Mudah mudahan Jerit kemenangan ada dalam diri kita semua
    Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
    Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
    Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
    Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
    Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
    Bebenah dan jadikan momentum kemenangan ini
    Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
    Dahulu datang putih suci bersih
    Mudah mudahan kembali suci putih bersih
    Tiada kata yang terungkap lagi
    Mari kita bersama menyambut hari yang FITRI
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Dari :
    ” Kang Boed Sekeluarga “
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabat Sahabatkuku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

    Balas

  52. Posted by KangBoed on 29 September 2009 at 00:00

    mudah mudahan semangat lebaran.. semangat persahabatan dalam CINTA dan KASIH SAYANG terus melekat.. dan bertumbuh
    salam sayang untukmu

    Balas

  53. Kesimpulan setelah baca tulisan Mbak Dewi …

    Allah Sang Pemberi Amanah
    Manusia sang pemikul Amanah
    Abid Allah identitas pemikul Amanah
    Nikmat Allah bila menunaikannya dan Neraka bila tdk melaksanakannya
    Alam seperti; langit, bumi dan gunung obyek yang dipikul oleh manusia untuk “dimakmurkan” (Amanah Khalifah)
    Hidup kita adalah sebuah perjuangan untuk melaksanakan amanah dari Allah SWT

    maaf’s bila salah🙂

    Balas

  54. Salam kenal, mbak…

    assalamualaikum wrwb

    Balas

  55. Menunaikan amanah, salah satu ciri mukmin sejati.🙂 (QS 23:8) “Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. ”

    Maaf, mau sharing tentang Al-Mukminuun 1-11. http://andaleh.blogsome.com/2008/03/03/maksimal/

    Balas

  56. AMANAH….
    Ya Allah sudah amanahkan sy?….

    (maaf … ga nyambung)

    Balas

  57. semoga lita selalu menjadi
    orang yang amanah…,

    Balas

  58. terimakasih atas pencerahannya mbak🙂

    ada award tuk mbak di tempat saya, silahkan di ambil🙂 terimakasih🙂

    Balas

  59. Posting yang bagus.

    rugilan mereka yang ikut merusak bumi dengan menebang pohon hutan sembarangan, memburu hewan sebagai keseimbangan ekosistem. dll.

    Islam adalah agama yang sangat lentur, menghargai kemanusiaan. kadang manusialah yang menjadikan Islam itu terkesan kaku. Misalnya, Islam memerintahkan agar Manusia mencari rizki dunia seakan akan akan hidup selamanya, dan mencari jatah akherat seakan-akan akan mati besok. kita di perintahkan untuk mencari akherat tetapi jangan lupakan nasib d dunia. dan banyak hujah lain yang mengatur kelenturan, kasih sayang Allah SWT terhadap manusia.

    salam kenal,

    Balas

  60. Posted by cantigi on 30 September 2009 at 10:31

    maaf ya baru bisa berkunjung sekarang, maaf lahir bathin juga.. ^_^

    Balas

  61. Posted by Yep on 30 September 2009 at 13:11

    Amin…..
    Pencerahan yang sangat menyejukkan disiang hari ini Mbak 🙂
    Terima kasih Mbak Dewi Yana 🙂

    Salam
    Yep 🙂

    Balas

  62. seandainya kita semua menjadi orang yg amanah, betapa damainya dunia ini… nyaman hidup di bumi

    Balas

  63. amanah mudah untuk disanggupi tetapi sukar untuk dilaksanakan. Yana penulis buku ke? Boleh kah kita menulis buku bersama? Mungkin bisa sama-sama menulis buku bestseller..

    Balas

  64. delicate answers i like it

    Balas

  65. Hah I am literally the only reply to this awesome article!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: