Archive for Januari, 2010

Keutamaan Membaca Al Qur’an

Keutamaan Al-Qur’an yang terbesar adalah Al Quran merupakan kalam Allah Swt. Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan dengan penuh berkah. Al-Qur’an memberikan petunjuk manusia kepada jalan yang lurus. Tidak ada keburukan di dalamnya, oleh karena itu sebaik-baik manusia adalah mereka yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. Rasulullah SAW bersabda, ”Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori).

Al-Qur’an diturunkan untuk dibaca oleh setiap orang muslim, direnungkan dan dipahami makna, perintah dan larangannya, kemudian diamalkan. Sehingga ia akan menjadi hujjah baginya di hadapan Tuhannya dan pemberi syafa’at baginya pada hari Kiamat. Allah telah menjamin bagi siapa yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isi kandungannya tidak akan tersesat di dunia dan tidak celaka di akhirat, dengan firmanNya: “…. Barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (Thaha:123)

Baca lebih lanjut

Iklan

Merenungkan Hari Penghisaban

Segala yang ada di dunia ini akan musnah dan kita semua akan menuju ke alam berikutnya yaitu hari akhir, suatu kehidupan yang kekal tiada berakhir. Semua jiwa pasti akan kembali kepada pemilik dan penciptanya yaitu Allah Swt. Setelah ditiup sangkakala yang kedua seluruh manusia dibangkitkan dari kuburan-kuburan mereka dalam keadaan tidak membawa apa pun, tidak beralas kaki, tidak berbusana.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Aisyah, bahwa Rasulullah Saw bersabda “Manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berbusana, dan tidak berkhitan.” Kemudian Aisyah berkata: “Wahai Rasulullah Saw Apakah seluruh para wanita dan laki-laki seperti itu, sehingga saling melihat diantara mereka? Beliau Saw menjawab,: “Wahai Aisyah, Kondisi waktu itu amat menakutkan dari pada sekedar melihat antara satu dengan lainnya.” (HR: Al Bukhari no 6527 dan Muslim no. 2859)

Baca lebih lanjut

Puasa Sunnah

Tentunya kita sering mendengar tentang puasa sunnah. Selain Puasa wajib di bulan suci Ramadhan, kita juga di syariatkan untuk menjalankan ibadah puasa sunnah. Puasa sunnah banyak sekali manfaatnya dan sungguh bagi siapa saja yang sudah melaksanakannya, pasti tahu betapa nikmatnya melaksanakan puasa sunnah dan akan merasakan sedih dan menyesal bila kita tidak bisa melakukannya, yang mungkin disebabkan kita sedang sakit.

Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah SAW bersabda, “ Allah SWT berfirman “semua amal perbuatan anak adam adalah milik-Nya (dapat dicampuri hawa nafsu), kecuali puasa. Dia adalah untuk-Ku dan aku sendiri  yang akan membalasnya. Puasa itu merupakan perisai, maka jika seseorang sedang berpuasa, janganlah berkata keji atau ribut. Kalo seseorang mencaci maki padanya atau mengajak berkelahi, maka hendaknya dikatakan kepadannya “Sungguh aku sedang berpuasa”. Demi Allah yang jiwa Muhammad di tangan-Nya bau mulut orang yang berpuasa bagi Allah di hari kiamat adalah lebih harum dari bau minyak kesturi. Dan untuk orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan,  yaitu : ketika akan berbuka puasa dan akan ketika akan menghadap Allah bergembira akan menerima pahala puasanya”. (HR. Bukhari 4/88 dan HR. Muslim No. 1151).

Baca lebih lanjut

Bunuh Diri

Sebagai hamba Allah secara fitrah kita memiliki kelebihan dan kekurangan, manusia membutuhkan sejumlah hal baru, dalam meraihnya seseorang dapat mengalami keberhasilan atau kegagalan. Kalau berhasil, tidak masalah, namun kalau gagal? Ada dari kita yang bila sampai pada titik kegagalan dalam usaha atau hidupnya, maka ia  akan merasakan takut dan kecemasan yang berlebihan, kepanikan, kebingungan dan putus asa, karena merasa sudah tidak sanggup lagi menanggung semuanya.  Ini yang kadang membuat seseorang mengambil jalan pintas yang dia pikir dapat menyelesaikan masalahnya, yaitu mengakhiri hidup atau bunuh diri.

Akhir-akhir ini, sering kita lihat dan dengar berita di media masa tentang orang bunuh diri. Mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri adalah perbuatan dosa besar, dan neraka adalah ganjarannya. Perhatikan sabda Rasulullah Saw berikut ini, hadits riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:  Rasulullah Saw. bersabda: ”Barang siapa yang bunuh diri dengan benda tajam, maka benda tajam itu akan dipegangnya untuk menikam perutnya di neraka Jahanam. Hal itu akan berlangsung terus selamanya. Barang siapa yang minum racun sampai mati, maka ia akan meminumnya pelan-pelan di neraka Jahanam selama-lamanya. Barang siapa yang menjatuhkan diri dari gunung untuk bunuh diri, maka ia akan jatuh di neraka Jahanam selama-lamanya”.  (HR.Muslim No. 158)

Baca lebih lanjut

Menjadi Hamba Allah Yang Ikhlas

Pernahkah teman-teman merasa kecewa karena teman-teman merasa sudah berusaha berbuat yang terbaik untuk orang banyak, tapi masih dianggap kurang, dan bahkan dianggap salah, apa yang kita lakukan tersebut? Hingga hal tersebut membuat kita kecewa, sedih dan marah?  Kita ini hanya manusia biasa, kita tidak mungkin dapat memuaskan keinginan semua orang, dalam segala sesuatu yang kita  lakukan, pasti ada kekurangan dan kelebihannya. Pasti ada   pihak-pihak yang merasa puas dan ada juga pihak-pihak yang merasa kurang puas dengan apa yang kita lakukan, hal ini lumrah dan biasa terjadi, tinggal tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Coba kita tinjau sedikit kebelakang, apa niat dan tujuan kita dalam melakukan suatu perbuatan, apakah karena dan untuk Allah atau kalaupun alasan kita karena dan untuk Allah tetapi tidak murni, masih ada alasan lainnya?

Baca lebih lanjut

Sabar dan Syukur

Pagi ini saya membuka blog dan Alhamdulillah, saya lihat pagerank saya sudah naik menjadi pagerank 5. Alhamdulillah, rasa syukur yang sedalam-dalamnya pertama kali saya ucapkan kepada Allah Swt atas karunia-Nya ini, kemudian saya ucapkan terima kasih kepada Google, Alexa dan semua teman-teman blog Jalan Dakwah Bersama. Semua ini terjadi atas ijin Allah Swt dan dukungan dari Google, Alexa dan teman-teman blog Jalan Dakwah Bersama.

Dalam setiap segi kehidupan yang kita jalani, baik itu kejadian yang menyenangkan ataupun yang kurang menyenangkan, haruslah selalu kita sukuri dan kita terima dengan ikhlas. Disaat kita dihadapkan pada kenyataan yang kurang menyenangkan dalam hidup, misalnya saat kita gagal meraih yang kita inginkan, atau saat kita ditimpa suatu kesulitan, maka janganlah mengeluh. Bersyukurlah dalam segala keadaan, karena saat kita gagal meraih sesuatu yang kita inginkan, bisa jadi apa yang kita inginkan itu bukanlah yang terbaik dan yang paling cocok untuk kita, kita tidak pernah mengetahuinya secara pasti, hanya Allah yang Maha Tahu Segalanya, perhatikan firman-Nya berikut ini : Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS Al Baqarah {2] : 216). Dan perhatikan juga firman Allah SWT yang lain: ”……karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”(QS. An Nissa [4] : 19).

Baca lebih lanjut