Mintalah Pendapat Pada Hatimu

Assalamu’alaikum, teman2 semua, mohon maaf, InsyaAllah besok saya akan menjawab semua komentar teman2,  sekarang saya sedang ada kesibukan yg benar2 menyita waktu, harap maklum, terima kasih, wassalam (Dewi Yana)

———————————————————————————————–

Setiap orang memiliki cermin di dalam diri, itulah hati nurani.  Perkataan hati nurani adalah kejujuran. Anjurannya adalah kebaikan. Kecenderungannya adalah pada kebenaran, sifatnya adalah kasih sayang. Ia akan tenang bila kita berbuat baik dan gelisah bila kita berbuat dosa. Bila ia bersih dan sehat maka ia akan menjadi juru bicara Tuhan di dalam diri kita. Bila ia bening dan berkilat maka ia akan menangkap wajah Tuhan. Hanya sayangnya kita sering mencampakkan nurani kita sendiri bahkan membunuhnya dengan perilaku-perilaku kita. Curang hanya demi serupiah keuntungan, bohong hanya untuk kesenangan sesaat, kikir padahal harta melimpah, dengki terhadap kebahagian orang lain, menolak kebenaran karena sebuah gengsi.   Akibatnya nurani kita tertutup dan mati sehingga tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Seorang sahabat Nabi Saw yang bernama Wabishah ra datang dengan menyimpan pertanyaan di dalam hatinya tentang bagaimanakah cara membedakan antara kebajikan dan dosa. Sebelum Wabishah bertanya, cermin hati Nabi Saw telah menangkap isi hatinya. ” Wahai Wabishah, mau aku jawab langsung atau engkau utarakan pertanyaanmu terlebih dahulu?” Wabishah menjawab,” Jawab langsung saja, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,” Engkau datang untuk bertanya bagaimana membedakan antara kebajikan dan dosa.” Wabishah berkata, “Benar.” Beliau Saw merapatkan jari-jarinya dan menempelkannya pada dada Wabishah, seraya bersabda “Mintalah pendapat pada hatimu dan mintalah pendapat pada jiwamu, wahai Wabishah. Sesuatu itu adalah kebaikan bila ia membuat hati tenteram, membuat jiwa tenteram, sedangkan dosa membuat kegelisah dalam hati dan kegoncangan dalam dada.(Mintalah pendapat pada hatimu dan mintalah pendapat pada jiwamu), meskipun orang-orang telah memberikan pendapat mereka kepadamu tentang hal itu.” ( HR.al-Darimi dari Wabishah ra )

Namun bagi orang yang berhati munafik, banyak berbuat dosa dan maksiat akan sulit sekali mendapatkan pertimbangan hati. Karena hatinya sudahnya tertutup oleh tumpukan dosa, sehingga sulit membedakan mana yang benar dan mana yang salah dan tidak ada lagi rasa malu atau perasaan tidak enak ketika melakukan suatu perbuatan berdosa. Hati, mata, dan telinganya sudah ditutup. Makanya orang tersebut sering sekali melakukan dosa, misalnya berdusta/berbohong dan akan terus dilakukannya tanpa ada perasaan bersalah/berdosa lagi.

Sekarang ini cobalah kita tanyakan dengan jujur pada diri kita sendiri, pada posisi mana kita berada saat ini. Apakah kita termasuk orang yang merasa ”tidak nyaman” ketika kita mau melakukan perbuatan dosa? Atau kita tidak merasakan ketidaknyamanan itu lagi? Kalau iya, kita masih merasakan ketidaknyamanan, kegelisahan ketika kita mau melakukan suatu perbuatan dosa,  maka bersyukurlah, itu berarti hati nurani kita masih hidup dan pertahankan serta tingkatkanlah, ketakwaan, keimanan dan kedekatan kita kepada Allah.  Namun jika ternyata kita temukan diri kita, sudah tidak pernah merasakan rasa bersalah, gelisah, saat kita mau dan sudah melakukan perbuatan dosa, maka segera bertobatlah, karena jangan-jangan kita sudah terlalu lama berada dalam kelompok orang-orang yang tidak malu melakukan dosa, atau merasa biasa-biasa saja ketika melakukan suatu perbuatan dosa yang kita anggap sebagai dosa kecil,  misalnya berdusta? Tanyakan dengan jujur pada diri kita masing-masing, dan hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya.

Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku untuk senantiasa berpegang pada agama-Mu. (HR Muslim, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dewi Yana

https://jalandakwahbersama.wordpress.com

41 responses to this post.

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Saya yakin setiap kita pasti mempunyai hati nurani yang selalu mengajak kepada kebaikan. Namun sering kali kita dengan sengaja tidak mempedulikan suara dari hati nurani tersebut

    Balas

  2. Posted by pluma on 7 Mei 2010 at 00:29

    salam kenal…mohon bantuannya sobat.. link anda sudah terpasang pada blog saya.. back link ya.. trimakasih..

    Balas

  3. Subhanallah, sebuah ulasan tentang betapa penting menggunakan dan menjaga hati. Moga Allah tetap memberikan cahanyaNya untuk hati setiap manusia.

    Balas

  4. Posted by putu on 8 Mei 2010 at 03:00

    Alhamdulillah….
    terima kasih telah berbagi mbak….
    sungguh masukan yang mulia.

    salam kenal.

    Balas

  5. Assalamu’alaikum wr.wb.

    Hati merupakan bagian yang sangat penting dalam perjalanan hidup kita. Kebersihan hati harus tetap dijaga. Sebab kalau seseorang sekali saja berbohong atau berbuat tidak jujur akan sulit untuk bercermin dengan hatinya.
    Kalau hati kita jaga dengan keimanan,keikhlasan dan kejujuran , kita akan memiliki hati nurani, hati yang disinari cahaya. Sebaliknya bila hati kita sudah tercemar dengan ketidakjujuran akan memiliki hati dhulmani, hati yang gelap.

    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    Balas

  6. Posted by Nisa on 8 Mei 2010 at 14:33

    nurani.. kuharap saya masih punya😦

    Balas

  7. Hati tidak akan pernah berdusta…

    Balas

  8. Selamat sore Bu… lama baru sempat mampir disini.

    Balas

  9. Template yang sama untuk blog WP saya.

    Balas

  10. Posted by si3 on 8 Mei 2010 at 22:22

    Waduh…….. kadang suara hati bisa dikalahkan oleh bisikan syaithon. Smg hal itu tdk terjadi

    Balas

  11. biasanya demi kesenangan batinnya, hati nurani tidak lagi didengarnya. semoga kita termasuk orang yg masih bisa mendengar hati nurani. amin

    artikelnya cocok buat koruptor nih😀

    Balas

  12. salam kenal mas. mas.. mhon bantuannya ya.. link anda sudah terpasang di blog saya. backlink ya…

    Balas

  13. pagi mbak,saya ingin kasih tahu bahwa link yang anda pasang dengan keyword pasang iklan baris itu arahan linknya salah bukan pada hostingjenius.com tetapi pasangbarisiklan.com.mohon diganti ya di link baliknya dengan keyword pasang iklan baris tapi diarahkan ke pasangbarisiklan.com bukan hostingjenius.com
    terima kasih

    Balas

  14. […] Bunda Dewi Yana […]

    Balas

  15. Posted by yani on 12 Mei 2010 at 15:59

    penyakit hati juga lebih berbahaya dr penyakit lainnya ya mba.. hati nurani adalah yg paling murni dan jujur, semoga kita semua selalu mau mendengarkannya

    Balas

  16. asalamualaikum, menurut saya ketika kita bohong pada orang lain itu sama saja dengan kita bohong pada diri sendiri

    Balas

  17. ass wr.wb salam buat semua temen yang berkunjung di blog ini semoga mendapat ketetapan dan kebersihan hati selamanya dijalan allah.thnks mbk dewi postingnya.

    Balas

  18. Kita sering menggunakan emosi disaat kita terdesak / dalam masalah berat

    Balas

  19. good post guys…its news…

    Balas

  20. Mudah2an Allah Taala selalu memberikan kebaikan kepada kita dan hati kita selalu juga hanya kepada Allah

    Balas

  21. berikan kesempatan aku berdo’a dan aminkan do’aku ini.
    “Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku untuk senantiasa berpegang pada agama-Mu.” Amin. Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

    Balas

  22. Assalamualaikum Mbak Dewi Yana,
    Terima kasih atas masukannya mengenai Wabishah dalam membedakan kebaikan dan dosa.
    Dalam dunia yang hiruk pikuk ini kadang salah atau benar bisa sangat tertutup oleh derasnya arus informasi yang kemudian bukan tidak mungkin membutakan kita.

    Hati nurani kita saat ini benar-benar diuji sekali jika dibandingkan dengan situasi dimasa lalu dimana era informasi sekarang begitu sangat cepat.

    btw, mengenai pendapat mbak untuk saya menulis buku, apakah mbak bisa memberi saran bagaimana menulis buku yang baik ?

    Terima kasih mbak Dewi Yana, Wassalam.

    Balas

  23. hallo kakak…
    ……………….

    kadang ku capke kak main blogger…
    udah hampir setngah tahun….
    tapi tidak menghasilkan =(..

    but i must keep in faith
    i believe
    someday Allah swt. will give light for me =)

    SPIRIT!!!

    FANTA!!!

    COCA COLAA!! <== gilanya kumat 😄

    salam hangat
    dari
    blogger abnormal

    Balas

  24. Semoga Allah selalu melindungi kita🙂

    Balas

  25. Posted by dira on 15 Mei 2010 at 20:32

    Mampir ke blog yg penuh nasihat…
    Hati memang wasit bagi prilaku kita, sayangnya kadang pemain gak menghiraukan, meskipun wasit sudah meniupkan peluit.. jadilah hati ini lama2 tumpul.

    Balas

  26. Posted by klikharry on 16 Mei 2010 at 01:30

  27. Dengan berbicara pada hati akan terbitlah kecerdasan dan kearifan diri.
    Inilah yang dilakukan orang terdahulu, mereka melipat lesannya di dalam dada.

    Balas

  28. Semoga hati nurani kita masih merasakah kegelisahan saat melakukan maksiat. Ya Allah … terima kasih sudah mengingatkan, Dewi….

    Balas

  29. Posted by wahyuni on 21 Mei 2010 at 12:59

    pada dasarnya hati nurani itu selalu mengatakan apa yang sebenarnya harus kita perbuat… salam hangat sobat…

    Balas

  30. benar mbak, hati tak akan berbohong dan tentunya suci dalam memberikan pendapat

    Balas

  31. Posted by khoirunnisa on 29 Mei 2010 at 11:06

    Subhanallah ..
    terimakasih sangat,walaupun saya baru anak 17 tahun,hehe ..
    tapii,jujur membaca jalan dakwah ini,hati saya serasa teduhh,dan ayem ..
    semoga kita semua mendapat limpahan kasih sayang ALLAH SWT ..
    amin . .

    Balas

  32. Posted by Jalalludin Muhammad Akbar on 29 Juni 2010 at 20:08

    Assalamuallaikum,,,Ap kabar mbak,,,kita sdh berteman di FB,,,,Boleh Ak Share ,,,Ak suka sekali,,,terimakasih Wasalamuallaikum

    Balas

  33. artikelx sgt mendidik……

    http://www.menone.wordpress.com/

    salam kenal semuanya………….

    Balas

  34. Uswatun hasanah? Siapa lagi kalo bukan Nabi Muhammad, bangga rasanya jadi umat nya, mudah2an bisa mencontoh dan juga tetap dijadikan umat nya yang setia, sampai ajal menjemput. Amien

    Balas

  35. Izin baca lagi ya… Lagi perlu banget siraman rohani nih…

    Balas

  36. Posted by Zakaria HS on 20 Februari 2011 at 15:20

    Ingin rasanya saya bertatap muka dengan sipenulis, karena tulisan ini adalah menggongcangkan jiwa yang hatinya mati, dan membangkitkan hati yang tidur.

    Semoga tulisan yang lain menyusul. sangat bermanfaati ni.

    zak

    Balas

  37. Wah, mantep nih ilmunya ..makasih mbak udah di share ke kita2…

    Balas

  38. Assalamualaikum ukhti, subhanallah bacaan yg bagus..
    saya minta izin share blog nya di fb saya..

    Trims

    Dinda

    Balas

  39. bener bgt,,, pendapat dari hati itu murni dari diri kita sendiri ,,

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: