Archive for the ‘IBADAH’ Category

Puasa Sunnah

Tentunya kita sering mendengar tentang puasa sunnah. Selain Puasa wajib di bulan suci Ramadhan, kita juga di syariatkan untuk menjalankan ibadah puasa sunnah. Puasa sunnah banyak sekali manfaatnya dan sungguh bagi siapa saja yang sudah melaksanakannya, pasti tahu betapa nikmatnya melaksanakan puasa sunnah dan akan merasakan sedih dan menyesal bila kita tidak bisa melakukannya, yang mungkin disebabkan kita sedang sakit.

Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah SAW bersabda, “ Allah SWT berfirman “semua amal perbuatan anak adam adalah milik-Nya (dapat dicampuri hawa nafsu), kecuali puasa. Dia adalah untuk-Ku dan aku sendiri  yang akan membalasnya. Puasa itu merupakan perisai, maka jika seseorang sedang berpuasa, janganlah berkata keji atau ribut. Kalo seseorang mencaci maki padanya atau mengajak berkelahi, maka hendaknya dikatakan kepadannya “Sungguh aku sedang berpuasa”. Demi Allah yang jiwa Muhammad di tangan-Nya bau mulut orang yang berpuasa bagi Allah di hari kiamat adalah lebih harum dari bau minyak kesturi. Dan untuk orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan,  yaitu : ketika akan berbuka puasa dan akan ketika akan menghadap Allah bergembira akan menerima pahala puasanya”. (HR. Bukhari 4/88 dan HR. Muslim No. 1151).

Baca lebih lanjut

MENJAWAB PANGGILAN ALLAH TEPAT WAKTU

Awal shalat ditandai dengan berkumandangnya azan, tetapi sering kita temukan, baik itu di pasar, dikantor, atau tempat-tempat lain masih saja mereka yang mengaku  umat muslim sibuk dengann urusannya masing-masing. Mereka tidak bergegas memenuhi panggilan azan untuk shalat, bahkan ada juga dari mereka yang benar-benar melalaikan sholat lima waktu.

Shalat di awal waktu adalah amalan yang paling utama di sisi Allah.
Dari Abdullah Ibnu Mas’ud, ia berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah tentang amalan yang paling utama, beliau menjawab: “Shalat di awal waktunya.” (HR. Imam Al Bukhari dan Muslim)

Baca lebih lanjut

JANGAN MENINGGALKAN SHALAT

Kita semua pasti tahu bahwa shalat adalah perkara yang amat penting. Namun, kenyataannya kalau kita melihat disekeliling kita, masih ada orang yang dalam KTP nya mengaku beragama Islam, namun biasa meninggalkan shalat. Dan yang lebih aneh lagi, tidak ada rasa bersalah dalam diri mereka. Waktu saya tanya, mereka  bilang, bahwa mereka tahu dan sadar, kalau meninggalkan shalat itu dosa, tapi tetap saja tidak ada perbaikan. Istilahnya, sadar sih sadar, tapi tidak mau insyaf.

Mereka mengaku beragama islam, tapi tidak mematuhi perintah Allah SWT untuk melaksanakan shalat. Perhatikan  firman Allah SWT berikut ini: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku/mengabdi kepada-Ku” ( QS. Adz Dzariyat : 56).  Serta perhatikan juga firman Allah SWT berikut ini: “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku-lah beserta orang-orang yang ruku” (QS. Al Baqarah [2] : 43)

Baca lebih lanjut

PUASA RAMADHAN

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah [2]:183)

Rasulullah SAW bersabda: “Islam dibangun di atas lima hal: bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan haji ke Baitullah.” (Hadits, Muttafaqun ‘alaih dari Ibnu ‘Umar)

Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Hal ini karena kistimewaan yang dimiliki oleh bulan Ramadhan diantara bulan-bulan lainnya. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kasih sayang, rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Pada bulan ini, semua amal kebaikan diberi ganjaran berpuluh kali lipat dari bulan biasa, sehingga pada bulan inilah, kita dapat menabung amal shaleh sebanyak mungkin sebagai bekal di akhirat kelak.

Bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan diantara keutamaannya adalah :

  1. Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an.  Allah SWT berfirman:  “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS.Al-Baqarah [2]: 185). Rasulullah SAW  bersabda: “Bila datang bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan dibelenggulah para setan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
  2. Pada bulan Ramadhan pula terdapat malam Lailatul Qadar.  Allah SWT berfirman:  “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.” (Al-Qadar [97]: 1-5)
  3. Penghapus Dosa. “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Adapun keutamaan menjalankan ibadah puasa antara lain :

  1. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka”  (HR. Ahmad 3/241, 3/296 dari Jabir, Ahmad 4/22 dan Utsman bin Abil ‘Ash. Ini adalah hadits yang shahih)
  2. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah maka di antara dia dan neraka ada parit yang luasnya seperti antara langit dengan bumi” (HR. Tirmidzi no. 1624)
  3. Dari Sahl bin Sa’ad ra, dari Nabi SAW (bahwa beliau) bersabda: “Sesungguhnya dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar-Royyan orang-orang yang puasa akan masuk di hari kiamat nanti dari pintu tersebut, tidak ada orang selain mereka yang memasukinya. Jika telah masuk orang terkahir yang puasa ditutuplah pintu tersebut. Barangsiapa yang masuk akan minum, dan barangsiapa yang minum tidak akan merasa haus untuk selamanya” (HR Bukhari 4/95, Muslim 1152)
  4. Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah SAW bersabda, “ Allah SWT berfirman “semua amal perbuatan anak adam adalah milik-Nya (dapat dicampuri hawa nafsu), kecuali puasa. Dia adalah untuk-Ku dan aku sendiri  yang akan membalasnya. Puasa itu merupakan perisai, maka jika seseorang sedang berpuasa, janganlah berkata keji atau ribut. Kalo seseorang mencaci maki padanya atau mengajak berkelahi, maka hendaknya dikatakan kepadannya “Sungguh aku sedang berpuasa”. Demi Allah yang jiwa Muhammad di tangan-Nya bau mulut orang yang berpuasa bagi Allah di hari kiamat adalah lebih harum dari bau minyak kesturi. Dan untuk orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan,  yaitu : ketika akan berbuka puasa dan akan ketika akan menghadap Allah bergembira akan menerima pahala puasanya”. (Bukhari 4/88, Muslim no. 1151,)

Islam bukanlah agama yang memberatkan bagi setiap pemeluknya. Banyak kemudahan yang dapat kita temui dalam islam. Salah satu kemudahan tersebut adalah tentang kewajiban puasa Ramadhan. Ada beberapa orang yang diberi kelonggaran untuk tidak menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Berikut adalah beberapa dalil yang terkait dengan hal tersebut (tidak saya kutip semuanya) :

  1. ”(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. Al Baqarah [2]: 184)
  2. Ucapan Ibnu Abbas: wanita yang hamil dan wanita yang menyusui apabila khawatir atas kesehatan anak-anak mereka, maka boleh tidak puasa dan cukup membayar fidyah memberi makan orang miskin ” (HR. Abu Dawud ). Hadits Shahih
  3. “Diriwayatkan dari Nafi’ dari Ibnu Umar: Bahwa sesungguhnya istrinya bertanya kepadanya (tentang puasa Ramadhan), sedang ia dalam keadaan hamil. Maka ia menjawab : Berbukalah dan berilah makan sehari seorang miskin dan tidak usah mengqadha puasa .” (HR. Baihaqi) Hadits Shahih
  4. “Diriwayatkan dari Hamzah Al-Islamy : Wahai Rasulullah, aku dapati bahwa diriku kuat untuk puasa dalam safar, berdosakah saya ? Maka beliau SAW bersabda : hal itu adalah merupakan kemurahan dari Allah SWT, maka barangsiapa yang menggunakannya maka itu suatu kebaikan dan barangsiapa yang lebih suka untuk terus puasa maka tidak ada dosa baginya ” ( HR. Muslim)
  5. Wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan menjalankan ibadah puasa Ramadhan, sesuai dengan hadits berikut ini:  “Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra. ia berkata : Disaat kami haid di masa Rasulullah SAW, kami dilarang puasa dan diperintahkan mengqadhanya, dan kami tidak diperintah mengqadha Shalat ”  (HR. Bukhari Muslim).
  6. “Diriwayatkan dari Sa’id Al-Khudry ra. ia berkata : Kami bepergian bersama Rasulullah SAW. ke Makkah, sedang kami dalam keadaan puasa. Selanjutnya ia berkata : Kami berhenti di suatu tempat. Maka Rasulullah SAW. bersabda: Sesungguhnya kamu sekalian sudah berada ditempat yang dekat dengan musuh kalian, dan berbuka lebih memberi kekuatan kepada kamu. Ini merupakan rukhsah, maka diantara kami ada yang masih puasa dan ada juga yang berbuka. Kemudian kami berhenti di tempat lain. Maka beliau juga bersabda: Sesungguhnya besok kamu akan bertemu musuh, berbuka lebih memberi kekuatan kepada kamu sekalian ,maka berbukalah. Maka ini merupakan kepastian, kamipun semuanya berbuka. Selanjutnya bila kami bepergian beserta Rasulullah SAW. kami puasa .” (H.R Ahmad, Muslim dan Abu Dawud)

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA

  1. Dari Abu Hurairah ra. bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW telah bersabda : Barang siapa yang muntah dengan tidak sengaja, padahal ia sedang puasa  maka tidak wajib qadha (puasanya tetap sah), sedang barang siapa yang berusaha sehinggga muntah dengan sengaja, maka hendaklah ia mengqadha (puasanya batal). (H.R : Abu Daud dan At-Tirmidzi)
  2. Diriwayatkan dari Aisyah ra ia berkata : Disaat kami berhaidh ( datang bulan ) dimasa Rasulullah SAW. kami dilarang puasa dan diperintah untuk mengqadhanya dan kami tidak diperintah untuk mengqadha shalat. (H.R : Al-Bukhari dan Muslim )
  3. “Dari Abu Hurairah ra.: bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW. telah bersabda : Barangsiapa yang terlupa, sedang dia dalam keadaan puasa, kemudian ia makan atau minum, maka hendaklah ia sempurnakan puasanya. Hal itu karena sesungguhnya Allah hendak memberinya karunia makan dan minum “ (Hadits Shahih, riwayat Al-Jama’ah kecuali An-Nasai).
  4. “…dan makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam (fajar ), kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam…” ( Al-Baqarah : 187).
  5. Diriwayatkan dari Hafshah, ia berkata : Telah bersabda Nabi Muhammad SAW. Barang siapa yang tidak berniat untuk puasa (Ramadhan) sejak malam, maka tidak ada puasa baginya. (HR. Abu Daud) hadits shahih.

Demikian yang dapat saya uraikan tentang puasa Ramadhan, tentunya teman-teman ada yang lebih mengetahui dengan lebih detail dari yang saya tulis,  saya mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam tulisan saya ini.

Saya dan keluarga, mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1430 H, kepada seluruh teman-teman dan pembaca blog Jalan Dakwah Bersama,  mohon maaf atas segala salah dan khilaf.

Dewi Yana

https://jalandakwahbersama.wordpress.com

http://dewiyana.cybermq.com

 

 

DOA

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Allaahumma shalli wasallim wabaarik ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammadi. Astaghfirullahal a’dzhiim wa atuubu ilaih.

Ya Allah, selamatkanlah kami semua dari semua dosa dan perbuatan kami sendiri. Selamatkanlah dari kehinaan dan permaluan. Selamatkanlah dari fitnah dunia dan segala apa yang membahayakannya. Ya Allah, Engkau yang menahan sesuatu dan menjaganya. Engkau jugalah pemilik segala pertolongan yang kami-kami butuhkan. Semua beban kami, kesulitan kami, kesusahan kami, hanya Engkau yang mampu mengatasinya. Hanya Engkau ya Allah. Tidak ada selain Engkau yang mampu menolong kami. Tidak ada satupun pertolongan manusia bisa menolong kami jika Engkau tiada menghendakinya.

Dan tidak ada satupun bahaya menimpa kami jika Engkau juga tiada mengizinkannya. Ya Allah, terlalu kecil semua urusan kami buat-Mu. Bahkan semua urusan manusia jika dikumpulkan dan dihadapkan pada-Mu, juga teramat kecil. Tiadalah salah kami yang lemah ini bener-benar bergantung kepada-Mu. Jika ada dosa kami, maka ampunilah ya Allah. Jangan sampai dosa kami menyengsarakan kami dunia akhirat

Dan jika ada kebaikan dari diri kami, mudah-mudahan ia mencukupi buat diri kami mendapatkan rahmat-Mu. Wahai yang maha pengasih dan yang maha peyayang, sungguh kami sangat berhajat akan pertolongan-Mu. Ya Allah, betapa kami-kami ini sudah menjadi hamba-Mu yang lalai dan lalai terus. Diberi sedikit nikmat saja, sudah lari kami menjauh dari diri-Mu. Adalah pantas jika kemudian kesusahan dan kesulitan kembali Engkau hidangkan di kehidupan kami.

Ya Allah, kami pahami semua kesulitan kami adalah sebuah bentuk Kasih Sayang-Mu terhadap kami. Engkau tidak menghendaki kami susah di negeri yang kami tidak bisa lagi kembali. Engkau menghendaki kami bertaubat dan meniti jalan lagi kembali menuju diri-Mu. Ya Allah, bimbinglah kami agar kami bisa menemukan mutiara di balik semua kesusahan kami. Penuhi hati kami dengan kesabaran, keikhlasan menjalani hidup, dan niatan yang kuat untuk memenuhi hidup kami dengan ibadah kepada-Mu. Ya Allah, kepada siapa lagi kami mengadu jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami bersandar jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami berlindung dari segala ketakutan dan kegelisahan kami, jika bukan kepada-Mu.

Tunjukkan segala jalan buat kami untuk mendapatkan ridha-Mu dan Pertolongan-Mu. Ya Allah, sesiapa yang membaca doaku ini, lalu ia menambahinya dengan apa-apa yang menyesakkan dadanya, kabulkanlah. Sesiapa yang membaca doa ini, dan kemudian ia menambahi dengan apa yang memusingkannya, dan dengan apa yang menjadi hajatnya, kabulkanlah ya Allah. Engkau betul-betul Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang tidak mungkin bagi diri-Mu. Kekuasaan-Mu tiada berbatas dan tiada bertepi.

Laa hawla walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adzhiem, washallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihii ajma’iin, walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin.   (Ustadz  Yusuf Mansur)

SHALAT

Shalat adalah sebagai sarana menyampaikan hajat kepada Allah.  Memanjatkan puji syukur dan sebagai sarana untuk membersihkan hati. Dalam shalat terdapat berbagai rahasia Tuhan, cahaya-cahaya ilmu dan ma’rifat.

Mengutip buku Al Hikam, Ibn Athaillah Al Sakandari, Nabi Muhammad saw bersabda : Tiada diberikan kepada seorang hamba di dunia ini sesuatu yang lebih baik daripada diijinkan shalat dua raka’at.  Sebab shalat itu sebagai hubungan langsung antara hamba dengan Allah, bertemu, berkata-kata, berkhalwat.  Disitulah seorang menyatakan kehambaan, kerendahan, kehinaan, hajat dan kebutuhannya.

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS. Thaahaa, ayat 14)

Shalat adalah kewajiban sekaligus kebutuhan setiap Muslim. Karena shalat merupakan hubungan langsung antara seorang hamba dengan Penciptanya. Shalat juga merupakan benteng keimanan kita yang dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. 

 Perhatikan firman Allah SWT berikut ini :  ”Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”  (QS. Al ‘Ankabuut, ayat 45)

Terkadang, ada dari kita yang tidak menyadari pentingnya shalat. Sering kita saksikan orang melakukan shalat dengan tergesa-gesa. Bahkan kadang ada sebagian dari kita, yang sering menunda-nunda shalat, karena merasa tanggung, sedang mengerjakan suatu pekerjaan. (sedang beraktifitas)

Coba kita renungkan, kita ingin hidup kita berjalan mulus, sehat, rejeki lancar dan  urusan kita mudah. Tapi kita sering mengabaikan Allah yang Maha Pemberi Segala yang kita butuhkan itu.  Kita sering tidak segera menjawab panggilan-Nya untuk shalat di awal waktu shalat, ketika Azan berkumandang, kita masih tetap larut dalam kesibukan kita.  Kita melupakan fitrah kita diciptakan-Nya.  Bukankah di surah Adz Dzariyat ayat 56 Allah swt berfirman :  ”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku / mengabdi pada-Ku.”

 Kemudian disaat kita diberikan ujian kesulitan, yang bisa jadi ujian tersebut sebagai teguran atas kelalaian kita pada-Nya, barulah kita memperbaiki shalat kita, barulah kita jadi lebih sering mengingat-Nya, kita mulai mencari-Nya, kita mulai mendekatkan diri pada-Nya.

Mengutip Al Hikam, Ibn Athaillah al Sakandari, Wahb bin Munabbiih berkata, Allah swt berfirman : “Hai anak Adam, ta’atilah perintah-Ku dan jangan engkau beritahukan kepada-Ku apa yang menjadi hajat kebutuhan yang baik bagimu (yakni engkau jangan mengajari kepada-Ku apakah yang baik bagimu).  Sesungguhnya Aku telah mengetahui kepentingan hamba-Ku.  Aku memuliakan siapa yang patuh pada perintah-Ku dan menghina siapa yang meremehkan perintah-Ku.  aku tidak menghiraukan kepentingan hamba-ku sampai hamba-ku memperhatikan hak-ku (yakni memperhatikan kewajibannya terhadap aku)”

 Dengan memperhatikan firman-firman Allah tersebut diatas, kita harus meyakini, bahwa sebenarnya, hidup kita susah atau senang, sebenarnya itu sangat terkait dan tergantung pada seberapa besar keimanan kita kepada Allah dan pada seberapa besar kita menempatkan Allah dalam hati, sudahkah menjadi prioritas utama? Karena semua firman Allah pasti benarnya. 

Karena itu, bagi siapapun yang saat ini sedang mendapat kelapangan dan kemudahan hidup, jangan sampai kelapangan itu menjauhkan kita dari Allah.  Seharusnya itu menjadikan sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Pemberi Segala.  Mudah-mudahan kita diampuni Allah dan bisa menjadi hamba yang istiqamah dalam ketaatan, baik disaat kita senang maupun susah. Dan semoga kita bisa menjadi hamba Allah yang bisa segera menjawab panggilan-Nya, mengutamakan shalat diawal waktu shalat.

 Dewi Yana

http://dewiyana.cybermq.com

https://jalandakwahbersama.wordpress.com

SHOLAT TAHAJUD

Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dilaksanakan pada malam hari, setelah bangun tidur. Pelaksanaan sholat tahajud ini akan bernilai lebih jika dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir.  Sebelum perintah sholat lima waktu turun, Rasulullah Muhammad saw pernah memerintahkan para pengikutnya untuk melakukan sholat tahajud. Hal ini tersirat dalam beberapa hadist:

 

Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda : “ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)

 

Bersabda Nabi Muhammad SAW : “Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )

 

Selain itu, Allah sendiri juga berfirman: Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
(QS Al Isro ayat 79)

 

 

Waktu yang paling afdhal untuk melaksanakan shalat Tahajud adalah  :

1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )

Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu adalah 1/3 malam yang terakhir. Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?”  Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rasulullah saw sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rasulullah saw bersabda :  “Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang  melaksanakannya.” (HR Ahmad)

Nabi Muhammad saw bersabda  : 

“Pada tiap malam Allah SWT turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeruKu, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepadaKu, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim)

 

Jumlah rakaat shalat Tahajut :

  1. Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13     (tiga belas) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah saw :“ Shalat malam itu, dua-dua”      (HR Ahmad, Bukhari dan Muslim)

Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada raka’at pertama setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.

Rasulullah SAW bersabda :

“Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya
disiram air.” (HR Abu Daud)

 

DEWI  YANA

http://dewiyana.cubermq.com

 

ZIKIR

Zikir, merupakan amalan ibadah yang paling ringan dan mudah untuk dilakukan dimana saja, kapan saja dan dalam keadaan kita yang bagaimanapun. Tidak ada suatu kewajiban yang diwajibkan oleh Allah kepada hambaNya, melainkan ada batas-batasnya.  Kemudian bagi orang yang berudzur dimaafkan bila tidak dapat melakukannya, kecuali zikir, tidak ada batas, tidak ada udzur yang dapat diterima untuk tidak berzikir, kecuali jika berubah akal (gila). Ini karena zikir adalah pelita penerangan dan  jalan yang paling mudah ditempuh untuk bisa sampai kepada Allah.

Dan Allah SWT telah memerintahkan kita untuk selalu berzikir pada-Nya, seperti tertulis dalam firman-Nya disurah Al Baqarah ayat 152 :  ”Berzikirlah kamu kepada-Ku niscaya Aku berzikir kepadamu”  Jangan pernah meninggalkan zikir, karena kita belum tentu selalu ingat kepada Allah diwaktu kita berzikir.  Sebab kelalaian kita terhadap Allah saat kita tidak berzikir, lebih berbahaya daripada kelalaian kita terhadap Allah ketika kita berzikir. Maksudnya adalah, kadang ada dari kita yang mulut dan hati kita berzikir, tapi kemudian pikiran kita memikirkan hal lain, walaupun kita berzikir, tapi kadang ingatan kita teralih dari Allah (tidak khusu’ dalam zikir kita). Apabila hal itu terjadi disaat kita sedang berzikir, maka hal tersebut tetap jauh lebih baik, daripada kelalaian kita tidak mengingat Allah, diwaktu kita sedang tidak berzikir.

Semoga Allah menaikkan derajat kita dari zikir dengan kelalaian, menjadi zikir yang disertai ingat terhadap Allah (khusu). Kita harus ingat, bahwa zikir adalah satu-satunya jalan yang terdekat menuju kepada Allah.  Orang yang benar dalam keimanannya terhadap Allah SWT adalah  orang yang selalu mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berakata : Ya Tuhan Kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau , maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Al Imran 191)

Dalam hadits Qudsy Allah berfirman :  Aku selalu mengikuti sangkaan hamba-Ku terhadap diri-Ku dan Aku selalu menyertainya ketika ia berzikir kepada-Ku.  Jika ia berzikir dalam hati, Akupun berzikir padanya dalam diri-Ku, dan jika ia berzikir pada-Ku didepan umum, Akupun berzikir padanya dimuka umum yang lebih baik dari golongannya, dan bila ia mendekat pada-Ku sejengkal Aku mendekat padanya sehasta dan bila ia mendekat pada-Ku sehasta Aku mendekat padanya sedepa  dan bila ia datang kepada-Ku berjalan Aku datang kepadanya berlari. (HR Muslim)

Siapaun yang menjaga zikir dan doa serta terus berlindung kepada Allah maka hatinya akan tenang, sebagaiman firman Allah :  Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Arra’du :28)

Allah SWT berfirman :   Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al Ahzaab :41)

Dan perhatikan juga firman-Nya  di surah Al Baqarah ayat 200 : “Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (denga menyebut) Allah, sebagimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang mendo’a:”Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.” (QS. Al Baqarah :200).

BEBERAPA KEUTAMAAN ZIKIR ADALAH:

1. Zikir dapat mengusir setan dan melindungi orang yang berzikir darinya,

  Sebagaimana sabda Rasulullah saw : Artinya: “Dan Aku (Yahya bin Zakariya) memerintahkan kalian untuk banyak berzikir kepada Allah. Permisalannya itu seperti seseorang yang dikejar-kejar musuh lalu ia mendatangi benteng yang kokoh dan berlindung di dalamnya. Demikianlah seorang hamba tidak dapat melindungi dirinya dari setan kecuali dengan zikir kepada Allah.” [Hadits riwayat imam Ahmad dalam Musnadnya (4/202),

Manusia ketika lalai dari zikir maka setan langsung menempel dan menggodanya serta menjadi teman yang selalu menyertainya, sebagaimana firman Allah: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran/ zikir Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur’an) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (QS. Az Zukhruf:36).

Seorang hamba tidak mampu melindungi dirinya dari Setan kecuali dengan zikir kepada Allah.

2. Zikir dapat menghilangkan kesedihan, kegundahan dan depresi dan dapat mendatangkan ketenangan, kebahagian dan kelapangan hidup. Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam firmanNya:

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du :28)

3.  Zikir menghapus dosa dan menyelamatkannya dari adzab Allah, karena zikir merupakan satu kebaikan yang besar dan kebaikan menghapus dosa dan menghilangkannya. Tentunya hal ini dapat menyelamatkan orang yang berzikir dari adzab Allah sebagaimana sabda Rasulullah saw :  Artinya: “Tidaklah seorang manusia mengamalkan satu amalan yang lebih menyelamatkan dirinya dari adzab Allah dari dzikrullah.” [Hadits riwayat Ahmad dalam Musnadnya 5/239 dan dishohihkan Syeikh Al Albaniy dalam Shohih Al Jami’ no. 5644]

5. Zikir menghasilkan pahala, keutamaan dan karunia Allah

Zikir adalah amalan ibadah yang paling mudah dilakukan, dan zikir merupakan amalan ibadah yang paling agung dan utama. Nabi SAW telah menjelaskan betapa besar pahala zikir, sebagaimana tertulis dalam sabda Nabi SAW : “Barang siapa mengucapkan (zikir):  dalam sehari seratus kali, maka itu sama dengan pahala sepulih budak, ditulis seratus kebaikan untuknya dan dihapus seratus dosanya. Juga menjadi pelindungnya dari setan pada hari itu sampai sore dan tidak ada satupun yang lebih utama dari amalannya kecuali seorang yang beamal dengan amalan yang lebih banyak dari hal itu.” [Hadits riwayat Al Bukhori dalam shohihnya, kitab badi’ Al Kholq bab Sifat Iblis Wa Junuduhu no. 3293, Muslim dalam shohihnya kitab Ad Du’a wa Zikir wa Taubah wal Istighfar bab Fadhlu Al tahlil Wa Takbir wa Tahmid no. 2691]

6 . Zikir menjadi sebab mendapatkan Rahmat dari Allah dan salawat dari para malaikat-Nya, sebagamana firman Allah:  Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al Ahzaab:41-43)

9. Banyak berzikir dapat menjauhkan seseorang dari kemunafikan, karena orang munafik sangat sedikit berzikir kepada Allah, sebagaimana tertulis dalam firman-Nya ”  “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut nama Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An Nisa’:142)

10. Zikir adalah amalan yang paling baik, paling suci dan paling tinggi derajatnya, sebagaimana dinyatakan Rasulullah SAW  dalam sabdanya

 “Inginkah kalian aku beritahu amalan kalian yang terbaik dan tersuci serta tertinggi pada derajat kalian, ia lebih baik dari berinfak emas dan perak dan lebih baik dari kalian menjumpai musuh lalu kalian memenggal kepalanya dan mereka memenggal kepala kalian?” Mereka menjawab:’ ya’, lalu Rasulullah menjawab: “Dzikrullah”“. (Hadits riwayat At Tiurmidzi)

Adab dalam berzikir.
Berzikir memiliki adab-adab yang perlu diperhatikan dan diamalkan, diantaranya:

  1. Ikhlas dalam berzikir mengharap ridha Allah SWT.
  1. Berzikir dengan zikir dan wirid yang telah dicontohkan Rasulullah SAW, karena zikir adalah ibadah. Memahami makna dan penunjukkannya dan khusu’ dalam melakukannya. Ibnul Qayim berkata: ‘Zikir yang paling utama dan manfaat adalah yang sesuai lisan dengan hati dan merupakan zikir yang telah dicontohkan Rasulullah serta orang yang berzikir memahami makna dan tujuan kandungannya (Dinukil dari Fiqh Al Ad’iyah wal Azkar hal. 9)

 

Setelah kita mengetahui tentang keutamaan zikir dan betapa pentingnya zikir untuk kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, masih inginkah kita terus hanyut dalam kehidupan dunia dan segenap kesibukannya, yang akhirnya melalaikan kita dari zikir kepada Allah? Sedangkan kita mengetahui dengan pasti, bahwa setan tidak pernah lalai mengawasi kita, menunggu kita lalai dan kemudian menjerumuskan kita. Sadarkah kita bahwa gejolak hawa nafsu pun hanya bisa kita taklukkan dengan banyak berzikir kepada Allah SWT. Karena zikir akan membuahkan keimanan yang kuat, membuat kita dekat dengan Allah, membuat kita merasakan pengawasan-Nya, yang tentunya akan membuat kita menjauhi maksiat dan akan menumbuhkan sikap tawakal dan qanaah dalam diri kita. Qanaah terhadap segala pemberian, perlakuan, ketentuan, pembagian rezeki yang telah diatur Allah untuk kita. Dan semua itu, bisa kita awali dengan satu hal mudah dan ringan untuk dilakukan, yaitu berzikir.

 

 

DEWI YANA

http://groupsyahoo.com/group/jalandakwah

http://www/ygroupsblog.com

JALAN REZEKI

Alhamdulillah segala puji bagi Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang telah mengkaruniakan petunjuk dan jalan bagi semua umat-Nya agar kita semua tidak berada dalam kegelapan, tidak berada dalam keraguan dalam usaha kita mencari penghidupan. Allah, melalui Rasul-Nya telah memberikan kita petunjuk jalan-jalan rezeki yang telah diatur dan dijelaskan dalam Al Quran dan as sunnah. Seandainya kita mau memahaminya, menyadarinya dan menggunakan jalan-jalan itu dengan baik, niscaya Allah Yang Maha Pemberi Rezeki dan Yang Memiliki Kekuatan akan memudahkannya mencapai jalan-jalan untuk mendapatkan rezeki dari setiap arah, serta akan dibukakan keberkahan dari langit dan bumi.

“Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.” (QS. Hud 56). “Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Adz Dzariyat : 58)

Baca lebih lanjut