Archive for the ‘TASAWUF’ Category

Mengatasi Kegundahan Hati

Ada beberapa teman yang menghubungi dan curhat pada saya, seputar masalah ujian yang menimpanya, dan dari mereka yang menghubungi saya via email atau sms, kebanyakan pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan hampir sama, intinya tentang kegundahan hati mereka dalam menjalani hidup

Saya membuat tulisan ini, antara lain berdasar pada curhat teman-teman ke saya. Tulisan ini bukan untuk membeberkan kepercayan mereka kepada saya, karena saya pun tidak akan mengungkap nama dan permasalahan mereka. Tulisan ini saya buat untuk semua teman-teman, baik yang pernah curhat kepada saya ataupun tidak, dan untuk semua teman-teman dimanapun berada, barangkali ada yang mengalami/mempunyai pertanyaan yang sama.

Baca lebih lanjut

Iklan

ALLAH SWT MAHA PENGAMPUN

Pernahkah teman-teman merasa bersalah terhadap Allah Swt karena telah tidak tabah atau tidak lulus dengan ujian yang diberikan-Nya? Atau pernahkah teman-teman merasa bersalah kepada Allah Swt karena telah berbuat suatu kesalahan atau dosa? Yang mana semua kesalahan dan dosa tersebut menyebabkan hati kita jadi tidak tenang dan pikiran kita sepertinya tertutup. Dan yang sangat menyedihkan adalah, dimana kita jadi tidak bisa lagi merasakan indah dan bahagianya dekat dengan Allah.  Kemudian kita akan merasa cemas dan takut, kalau-kalau Allah Swt mencabut kenikmatan dekat dengan-Nya dan mencabut cinta dalam hati kita pada-Nya?.

Bagi yang pernah mengalaminya, segeralah bertaubat dengan sungguh-sungguh taubat. Mengakui dengan jujur dan menyesal betapa kita telah menzalimi diri kita dengan semua kesalahan yang kita lakukan.  Bila kita melakukan hal tersebut, InsyaAllah dalam shalat kita, Allah Swt yang Maha Pengampun, akan memberikan kita jawaban yang menenangkan hati kita.

Baca lebih lanjut

CINTA DUNIA

Cinta dunia adalah sesuatu yang sangat berbahaya. Perhatikan sabda Rasulullah saw berikut ini: “Kalau begitu, bergembiralah dan berharaplah memperoleh sesuatu yang melapangkan diri kalian. Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku kahwatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.” (Hadits riwayat Muslim (2961) dan al-Bukhari (6425), dan Ibnu Abi ad-Dunya dalam kitab tentang Zuhud hal. 73)

Perhatikan Firman Allah SWT berikut ini: “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Q.S. Al-Hadiid [57]:20)  Cinta dunia adalah segala sesuatu yang membuat kita lalai kepada Allah,  misalnya, shalat, saum atau sedekah,  dan kalaupun kita tetap melakukannya tapi tetap dikatakan sebagai urusan dunia,  jika niatnya ingin dipuji makhluk hingga hati lalai terhadap Allah.

Baca lebih lanjut

AMANAH

Semua, segala sesuatu yang ada di alam fana ini, berawal dari ketiadaan, kemudian Allah menciptakannya menjadi ada. Makhluk hidup diciptakan Allah untuk misi dan peranan serta fungsi masing-masing. Hewan, misinya adalah untuk kepentingan manusia. Oleh karena itu Allah SWT tidak membebani hewan dengan syari’at, mereka juga tidak perlu diberi peraturan, sebab tanpa peraturan pun mereka tidak akan menimbulkan bencana dan kerusakan di muka bumi ini.

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS. Al-Ahzab [33]: 72).

Baca lebih lanjut

NIAT

Niat adalah landasan dalam melakukan perbuatan, niat juga berarti kehendak atau tujuan, atau keinginan kuat yang diikuti dengan tindakan nyata. Niat termasuk perbuatan hati maka tempatnya adalah didalam hati, bahkan semua perbuatan yang hendak dilakukan oleh manusia, niatnya secara otomatis tertanam didalam hatinya.

Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh bagian di akhirat, kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Hud [11]: 15-16).

Baca lebih lanjut

NIKMAT YANG BERUBAH MENJADI AZAB/BENCANA

Betapa banyak dan besar nikmat yang telah Allah SWT anugerahkan kepada kita. Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah kita mensyukuri semua nikmat yang dikaruniakan-Nya kepada kita. Karena bersukur berarti mempertahankan nikmat. Tapi ada dari kita yang setelah dianugerahi berbagai macam nikmat dan kemudahan serta kelapangan oleh Allah SWT berubah menjadi kufur. Inilah yang dapat mengubah nikmat menjadi bencana.

Bila ada yang bertanya, “dapatkah nikmat berubah menjadi azab/ bencana?” Maka jawabannya, Iya hal itu dapat terjadi.  Karena itu, marilah kita senantiasa berdoa, seperti doa yang diajarkan  Rasulullah Saw sebagai berikut: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat, dari azab yang datang tiba-tiba, berubahnya keselamatan yang diberikan oleh-Mu dan dari semua kemurkaan-Mu. ” (HR. Muslim).

Baca lebih lanjut

MENGAPA DOAKU BELUM DIKABULKAN ?

Mungkin ada dari kita yang pernah bertanya-tanya dalam hati, mengapa doa yang kita panjatkan belum juga dikabulkan Allah? Atau mengapa pertolongan Allah belum datang juga, untuk mengatasi kesulitan yang sedang kita alami? Padahal kita telah sungguh-sungguh berdoa.

Ada beberapa sebab mengapa doa tidak segera dikabulkan dan ada hikmah yang terkandung didalamnya:

  1. Allah SWT berfirman: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah [2] : 186). Dalam firman Allah  SWT diatas, jelas sekali disebutkan, bahwa Aku mengabulkan permohonan oran gyang berdoa kepada-Ku, maka hendaklah ia memenuhi (segala perintah-Ku)….. Perhatikan ayat ini dengan seksama, dan tanyakan dengan jujur pada diri kita sendiri, sudahkan kita memenuhi segala perintah-Nya? Atau kita hanya berdoa dan mendatangi-Nya saat kita sedang mengalami kesusahan saja? Tanyakan juga dengan jujur pada diri sendiri, kapankah kita terakhir kali berdoa dengan penuh kekhusu’ an dan benar-benar mendekatkan diri pada-Nya? Tanyakan dengan jujur pada diri sendiri, apakah saat kita dalam keadaan senang dan saat kita tidak ada masalah/kesulitan, kita berdoa dan menghadap pada-Nya, sebaik dan sesering saat kita ditimpa kesulitan? Tanyakan dengan jujur pada diri kita, seberapa banyak kita mengingat-Nya disaat kita berada dalam kelapangan/kemudahan? Sudahkah kita mengutamakan-Nya, diatas urusan dunia kita, baikd alam keadaan kita lapang atau sempit?
  2. Sebab tertundanya pengabulan doa kita adalah karena kita belum memenuhi syarat-syarat diterimanya doa. Mungkin kurang khusyu’ dalam berdoa, atau dalam berdoa,  kita kurang merendahkan diri dan sikap pasrah secara total kepada Allah .
  3. Mungkin karena kita belum bertobat, bertobat yang sungguh-sungguh tobat (nasuha). Atau mungkin ada makanan kita mengandung syubhat atau ada hak milik orang lain pada diri kita dan kita belum mengembalikannya. Karena itu, kita harus bertobat dengan taubat nasuha, dengan melengkapi syrat-syaratnya dan mengembalikan hak orang lain yang mungkin masih ada pada kita.  Perhatikan sabda Rasulullah saw berikut ini: ”Hai Saad (Ibn Abi Waqash), makanlah makanan yang baik-baik niscaya engkau akan menjadi orang yang doanya dikabulkan. Dalam hadits sahih lainnya disebutkan:  ”Lalu Rasulullah mengisahkan seseorang yang rambutnya acak-acakan dan berdebu, sementara tangannya menengadahkan ke langit untuk berdoa, ”Ya Allah, ya Allah”. Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram. Diberi makan dari sumber yang haram. Bagaimana doanya dikabulkan? (HR. Muslim, Tirmizi dan Ahmad)
  4. Penyebab lainnya, mungkin Allah SWT sengaja menyimpan pahala dan balasan doa kita di akhirat kelak atau Allah menghilangkan keburukan dari kita. Diriwayatkan dari Ubadah bin Shamit ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda: ”Tidaklah seorang Muslim yang ada di atas bumi berdoa kepada Allah dengan suatu doa kecuali Dia pasti mengabulkan doa itu atau menghilangkan keburukan darinya selama ia tidak berdoa untuk keburukan atau memutuskan hubungan silaturahim.”. Seseorang berkata ,”Bagaimana jika kita memperbanyak doa?”. Rasulullah Saw bersabda: ”Allah lebih banyak lagi mengabulkan doanya atau menghilangkan keburukan darinya.” (HR. Tirmizi, Ahmad, Ibn Hibban)
  5. Allah SWT tidak segera mengabulkan doa kita, untuk kebaikan kita sendiri. Adakalanya jika seseorang dikabulkan doanya dengan segera, mungkin dia akan lupa diri sehingga Allah menunda terkabulnya doa. Tidak sedikit orang yang di saat miskin ia seorang hamba yang takwa kepada Allah, rajin ibadahnya, namun setelah kaya ia lupa Allah dan jauh dari Allah. Ingatlah, Allah Maha mengetahui, sedangkan kita tidak. Dan Pilihan Allah untuk kita adalah pilihan yang terbaik

Baca lebih lanjut