Posts Tagged ‘IBADAH’

Bersahabat Dengan Al Quran

Sesulit apapun kehidupan yang sedang dijalani, dan seberat apapun perjuangan yang sedang dihadapi, pasti akan terasa lebih ringan dan damai jika ada sahabat yang selalu setia menyertai, dibanding jika semuanya harus ditanggung seorang diri.  Dan sebaliknya, keberhasilan spektakuler yang kita raih pun terasa tak berarti apabila tidak ada siapa-siapa untuk tempat berbagi. Demikianlah hidup ini jadi miris sekali jika selamanya harus dijalani sendiri, maka itu sahabat yang setia harus kita cari sebagai teman berbagi apa saja yang kita alami.

Sebelum mencari sahabat manusia, kita sebaiknya bersahabat terlebih dulu dengan Al-Quran. Dikarenakan dalam Al-Quran kita dapat menemukan panduan hidup yang benar. Sebaliknya apabila kita jauh dari Al-Quran dan tidak menjadikannya sahabat kita, maka hidup kita akan mudah diperdaya oleh rayuan dan bujukan setan untuk dijadikan sahabatnya. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam firman Allah: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (QS. Az-Zukhruf {43} : 36).

Baca lebih lanjut

Keutamaan Menghafal Al Quran

Al Qur’an adalah kemuliaan yang paling tinggi. Al Quran adalah kalam Allah Swt. Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan dengan penuh berkah, Al-Qur’an memberikan petunjuk manusia kepada jalan yang lurus. Tidak ada keburukan di dalamnya, oleh karena itu sebaik-baik manusia adalah mereka yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. Rasulullah SAW bersabda, ”Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al Qur’an) dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30)

Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Rabb-mu (Al Quran) (QS. Al Kahfi : 27)

Dan firman-Nya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al Quran)… (QS. Al Ankabut : 45)

Dan firman-Nya: Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Rabb negeri ini (Mekah) yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. * Dan supaya aku membacakan al-Qur’an (kepada manusia). “. (QS. an-Naml: 91-92)

Baca lebih lanjut

Shalat Khusu’

Kekhusu’an shalat seseorang akan berpengaruh dalam keseharian orang itu menjalani hidupnya. Karena shalat yang benar akan melindungi seseorang dari perbuatan dosa dan maksiat, menyelamatkannya dari tindakan keji dan munkar. Sebagaimana tertulis dalam firman Allah Swt : ”…. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS. Al-Ankabut:45)

Khusyu’ adalah puncak mujahadah dalam beribadah, hanya dimiliki oleh mukmin yang selalu bersungguh-sungguh dalam muraqabatullah. Khusyu’ bersumber dari dalam hati yang memiliki iman kuat dan sehat. Maka khusyu’ tidak dapat dibuat-buat atau direkayasa oleh orang yang imannya lemah.

Baca lebih lanjut

Keutamaan Membaca Al Qur’an

Keutamaan Al-Qur’an yang terbesar adalah Al Quran merupakan kalam Allah Swt. Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan dengan penuh berkah. Al-Qur’an memberikan petunjuk manusia kepada jalan yang lurus. Tidak ada keburukan di dalamnya, oleh karena itu sebaik-baik manusia adalah mereka yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. Rasulullah SAW bersabda, ”Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori).

Al-Qur’an diturunkan untuk dibaca oleh setiap orang muslim, direnungkan dan dipahami makna, perintah dan larangannya, kemudian diamalkan. Sehingga ia akan menjadi hujjah baginya di hadapan Tuhannya dan pemberi syafa’at baginya pada hari Kiamat. Allah telah menjamin bagi siapa yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isi kandungannya tidak akan tersesat di dunia dan tidak celaka di akhirat, dengan firmanNya: “…. Barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (Thaha:123)

Baca lebih lanjut

Puasa Sunnah

Tentunya kita sering mendengar tentang puasa sunnah. Selain Puasa wajib di bulan suci Ramadhan, kita juga di syariatkan untuk menjalankan ibadah puasa sunnah. Puasa sunnah banyak sekali manfaatnya dan sungguh bagi siapa saja yang sudah melaksanakannya, pasti tahu betapa nikmatnya melaksanakan puasa sunnah dan akan merasakan sedih dan menyesal bila kita tidak bisa melakukannya, yang mungkin disebabkan kita sedang sakit.

Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah SAW bersabda, “ Allah SWT berfirman “semua amal perbuatan anak adam adalah milik-Nya (dapat dicampuri hawa nafsu), kecuali puasa. Dia adalah untuk-Ku dan aku sendiri  yang akan membalasnya. Puasa itu merupakan perisai, maka jika seseorang sedang berpuasa, janganlah berkata keji atau ribut. Kalo seseorang mencaci maki padanya atau mengajak berkelahi, maka hendaknya dikatakan kepadannya “Sungguh aku sedang berpuasa”. Demi Allah yang jiwa Muhammad di tangan-Nya bau mulut orang yang berpuasa bagi Allah di hari kiamat adalah lebih harum dari bau minyak kesturi. Dan untuk orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan,  yaitu : ketika akan berbuka puasa dan akan ketika akan menghadap Allah bergembira akan menerima pahala puasanya”. (HR. Bukhari 4/88 dan HR. Muslim No. 1151).

Baca lebih lanjut

Shalat Sunnah Rawatib

Shalat sunnah rawatib, yang dimaksud dengan shalat sunnah rawatib, yaitu shalat-shalat yang dilakukan Rasulullah Saw atau dianjurkan bersama shalat wajib, baik sebelum maupun sesudahnya. Ada yang mendefinisikannya dengan shalat sunnah yang ikut shalat wajib (Shahîh Fiqhis-Sunnah, Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim, al-Maktabah at-Taufiqiyyah, Mesir, tanpa cetakan dan tahun {1/372} )

Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab dari seorang hamba adalah shalatnya. Apabila bagus maka ia telah beruntung dan sukses, dan bila rusak maka ia telah rugi dan menyesal. Apabila kurang sedikit dari shalat wajibnya maka Rabb ‘Azza wa jalla berfirman: “Lihatlah, apakah hamba-Ku itu memiliki shalat tathawwu’ (shalat sunnah)?” Lalu shalat wajibnya yang kurang tersebut disempurnakan dengannya, kemudian seluruh amalannya diberlakukan demikian” (HR At-Tirmidzi No. 413 dan Ibnu Majah No. 1425. Dishahihkan Al-Albani dalam shahih Al-Jami Ash-Shaghir No. 2020)

Baca lebih lanjut

DOA

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Allaahumma shalli wasallim wabaarik ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammadi. Astaghfirullahal a’dzhiim wa atuubu ilaih.

Ya Allah, selamatkanlah kami semua dari semua dosa dan perbuatan kami sendiri. Selamatkanlah dari kehinaan dan permaluan. Selamatkanlah dari fitnah dunia dan segala apa yang membahayakannya. Ya Allah, Engkau yang menahan sesuatu dan menjaganya. Engkau jugalah pemilik segala pertolongan yang kami-kami butuhkan. Semua beban kami, kesulitan kami, kesusahan kami, hanya Engkau yang mampu mengatasinya. Hanya Engkau ya Allah. Tidak ada selain Engkau yang mampu menolong kami. Tidak ada satupun pertolongan manusia bisa menolong kami jika Engkau tiada menghendakinya.

Dan tidak ada satupun bahaya menimpa kami jika Engkau juga tiada mengizinkannya. Ya Allah, terlalu kecil semua urusan kami buat-Mu. Bahkan semua urusan manusia jika dikumpulkan dan dihadapkan pada-Mu, juga teramat kecil. Tiadalah salah kami yang lemah ini bener-benar bergantung kepada-Mu. Jika ada dosa kami, maka ampunilah ya Allah. Jangan sampai dosa kami menyengsarakan kami dunia akhirat

Dan jika ada kebaikan dari diri kami, mudah-mudahan ia mencukupi buat diri kami mendapatkan rahmat-Mu. Wahai yang maha pengasih dan yang maha peyayang, sungguh kami sangat berhajat akan pertolongan-Mu. Ya Allah, betapa kami-kami ini sudah menjadi hamba-Mu yang lalai dan lalai terus. Diberi sedikit nikmat saja, sudah lari kami menjauh dari diri-Mu. Adalah pantas jika kemudian kesusahan dan kesulitan kembali Engkau hidangkan di kehidupan kami.

Ya Allah, kami pahami semua kesulitan kami adalah sebuah bentuk Kasih Sayang-Mu terhadap kami. Engkau tidak menghendaki kami susah di negeri yang kami tidak bisa lagi kembali. Engkau menghendaki kami bertaubat dan meniti jalan lagi kembali menuju diri-Mu. Ya Allah, bimbinglah kami agar kami bisa menemukan mutiara di balik semua kesusahan kami. Penuhi hati kami dengan kesabaran, keikhlasan menjalani hidup, dan niatan yang kuat untuk memenuhi hidup kami dengan ibadah kepada-Mu. Ya Allah, kepada siapa lagi kami mengadu jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami bersandar jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami berlindung dari segala ketakutan dan kegelisahan kami, jika bukan kepada-Mu.

Tunjukkan segala jalan buat kami untuk mendapatkan ridha-Mu dan Pertolongan-Mu. Ya Allah, sesiapa yang membaca doaku ini, lalu ia menambahinya dengan apa-apa yang menyesakkan dadanya, kabulkanlah. Sesiapa yang membaca doa ini, dan kemudian ia menambahi dengan apa yang memusingkannya, dan dengan apa yang menjadi hajatnya, kabulkanlah ya Allah. Engkau betul-betul Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang tidak mungkin bagi diri-Mu. Kekuasaan-Mu tiada berbatas dan tiada bertepi.

Laa hawla walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adzhiem, washallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihii ajma’iin, walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin.   (Ustadz  Yusuf Mansur)

SHALAT

Shalat adalah sebagai sarana menyampaikan hajat kepada Allah.  Memanjatkan puji syukur dan sebagai sarana untuk membersihkan hati. Dalam shalat terdapat berbagai rahasia Tuhan, cahaya-cahaya ilmu dan ma’rifat.

Mengutip buku Al Hikam, Ibn Athaillah Al Sakandari, Nabi Muhammad saw bersabda : Tiada diberikan kepada seorang hamba di dunia ini sesuatu yang lebih baik daripada diijinkan shalat dua raka’at.  Sebab shalat itu sebagai hubungan langsung antara hamba dengan Allah, bertemu, berkata-kata, berkhalwat.  Disitulah seorang menyatakan kehambaan, kerendahan, kehinaan, hajat dan kebutuhannya.

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS. Thaahaa, ayat 14)

Shalat adalah kewajiban sekaligus kebutuhan setiap Muslim. Karena shalat merupakan hubungan langsung antara seorang hamba dengan Penciptanya. Shalat juga merupakan benteng keimanan kita yang dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. 

 Perhatikan firman Allah SWT berikut ini :  ”Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”  (QS. Al ‘Ankabuut, ayat 45)

Terkadang, ada dari kita yang tidak menyadari pentingnya shalat. Sering kita saksikan orang melakukan shalat dengan tergesa-gesa. Bahkan kadang ada sebagian dari kita, yang sering menunda-nunda shalat, karena merasa tanggung, sedang mengerjakan suatu pekerjaan. (sedang beraktifitas)

Coba kita renungkan, kita ingin hidup kita berjalan mulus, sehat, rejeki lancar dan  urusan kita mudah. Tapi kita sering mengabaikan Allah yang Maha Pemberi Segala yang kita butuhkan itu.  Kita sering tidak segera menjawab panggilan-Nya untuk shalat di awal waktu shalat, ketika Azan berkumandang, kita masih tetap larut dalam kesibukan kita.  Kita melupakan fitrah kita diciptakan-Nya.  Bukankah di surah Adz Dzariyat ayat 56 Allah swt berfirman :  ”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku / mengabdi pada-Ku.”

 Kemudian disaat kita diberikan ujian kesulitan, yang bisa jadi ujian tersebut sebagai teguran atas kelalaian kita pada-Nya, barulah kita memperbaiki shalat kita, barulah kita jadi lebih sering mengingat-Nya, kita mulai mencari-Nya, kita mulai mendekatkan diri pada-Nya.

Mengutip Al Hikam, Ibn Athaillah al Sakandari, Wahb bin Munabbiih berkata, Allah swt berfirman : “Hai anak Adam, ta’atilah perintah-Ku dan jangan engkau beritahukan kepada-Ku apa yang menjadi hajat kebutuhan yang baik bagimu (yakni engkau jangan mengajari kepada-Ku apakah yang baik bagimu).  Sesungguhnya Aku telah mengetahui kepentingan hamba-Ku.  Aku memuliakan siapa yang patuh pada perintah-Ku dan menghina siapa yang meremehkan perintah-Ku.  aku tidak menghiraukan kepentingan hamba-ku sampai hamba-ku memperhatikan hak-ku (yakni memperhatikan kewajibannya terhadap aku)”

 Dengan memperhatikan firman-firman Allah tersebut diatas, kita harus meyakini, bahwa sebenarnya, hidup kita susah atau senang, sebenarnya itu sangat terkait dan tergantung pada seberapa besar keimanan kita kepada Allah dan pada seberapa besar kita menempatkan Allah dalam hati, sudahkah menjadi prioritas utama? Karena semua firman Allah pasti benarnya. 

Karena itu, bagi siapapun yang saat ini sedang mendapat kelapangan dan kemudahan hidup, jangan sampai kelapangan itu menjauhkan kita dari Allah.  Seharusnya itu menjadikan sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Pemberi Segala.  Mudah-mudahan kita diampuni Allah dan bisa menjadi hamba yang istiqamah dalam ketaatan, baik disaat kita senang maupun susah. Dan semoga kita bisa menjadi hamba Allah yang bisa segera menjawab panggilan-Nya, mengutamakan shalat diawal waktu shalat.

 Dewi Yana

http://dewiyana.cybermq.com

https://jalandakwahbersama.wordpress.com

SHOLAT TAHAJUD

Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dilaksanakan pada malam hari, setelah bangun tidur. Pelaksanaan sholat tahajud ini akan bernilai lebih jika dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir.  Sebelum perintah sholat lima waktu turun, Rasulullah Muhammad saw pernah memerintahkan para pengikutnya untuk melakukan sholat tahajud. Hal ini tersirat dalam beberapa hadist:

 

Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda : “ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)

 

Bersabda Nabi Muhammad SAW : “Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )

 

Selain itu, Allah sendiri juga berfirman: Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
(QS Al Isro ayat 79)

 

 

Waktu yang paling afdhal untuk melaksanakan shalat Tahajud adalah  :

1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )

Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu adalah 1/3 malam yang terakhir. Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?”  Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rasulullah saw sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rasulullah saw bersabda :  “Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang  melaksanakannya.” (HR Ahmad)

Nabi Muhammad saw bersabda  : 

“Pada tiap malam Allah SWT turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeruKu, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepadaKu, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim)

 

Jumlah rakaat shalat Tahajut :

  1. Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13     (tiga belas) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah saw :“ Shalat malam itu, dua-dua”      (HR Ahmad, Bukhari dan Muslim)

Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada raka’at pertama setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.

Rasulullah SAW bersabda :

“Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya
disiram air.” (HR Abu Daud)

 

DEWI  YANA

http://dewiyana.cubermq.com

 

ZIKIR

Zikir, merupakan amalan ibadah yang paling ringan dan mudah untuk dilakukan dimana saja, kapan saja dan dalam keadaan kita yang bagaimanapun. Tidak ada suatu kewajiban yang diwajibkan oleh Allah kepada hambaNya, melainkan ada batas-batasnya.  Kemudian bagi orang yang berudzur dimaafkan bila tidak dapat melakukannya, kecuali zikir, tidak ada batas, tidak ada udzur yang dapat diterima untuk tidak berzikir, kecuali jika berubah akal (gila). Ini karena zikir adalah pelita penerangan dan  jalan yang paling mudah ditempuh untuk bisa sampai kepada Allah.

Dan Allah SWT telah memerintahkan kita untuk selalu berzikir pada-Nya, seperti tertulis dalam firman-Nya disurah Al Baqarah ayat 152 :  ”Berzikirlah kamu kepada-Ku niscaya Aku berzikir kepadamu”  Jangan pernah meninggalkan zikir, karena kita belum tentu selalu ingat kepada Allah diwaktu kita berzikir.  Sebab kelalaian kita terhadap Allah saat kita tidak berzikir, lebih berbahaya daripada kelalaian kita terhadap Allah ketika kita berzikir. Maksudnya adalah, kadang ada dari kita yang mulut dan hati kita berzikir, tapi kemudian pikiran kita memikirkan hal lain, walaupun kita berzikir, tapi kadang ingatan kita teralih dari Allah (tidak khusu’ dalam zikir kita). Apabila hal itu terjadi disaat kita sedang berzikir, maka hal tersebut tetap jauh lebih baik, daripada kelalaian kita tidak mengingat Allah, diwaktu kita sedang tidak berzikir.

Semoga Allah menaikkan derajat kita dari zikir dengan kelalaian, menjadi zikir yang disertai ingat terhadap Allah (khusu). Kita harus ingat, bahwa zikir adalah satu-satunya jalan yang terdekat menuju kepada Allah.  Orang yang benar dalam keimanannya terhadap Allah SWT adalah  orang yang selalu mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berakata : Ya Tuhan Kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau , maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Al Imran 191)

Dalam hadits Qudsy Allah berfirman :  Aku selalu mengikuti sangkaan hamba-Ku terhadap diri-Ku dan Aku selalu menyertainya ketika ia berzikir kepada-Ku.  Jika ia berzikir dalam hati, Akupun berzikir padanya dalam diri-Ku, dan jika ia berzikir pada-Ku didepan umum, Akupun berzikir padanya dimuka umum yang lebih baik dari golongannya, dan bila ia mendekat pada-Ku sejengkal Aku mendekat padanya sehasta dan bila ia mendekat pada-Ku sehasta Aku mendekat padanya sedepa  dan bila ia datang kepada-Ku berjalan Aku datang kepadanya berlari. (HR Muslim)

Siapaun yang menjaga zikir dan doa serta terus berlindung kepada Allah maka hatinya akan tenang, sebagaiman firman Allah :  Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Arra’du :28)

Allah SWT berfirman :   Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al Ahzaab :41)

Dan perhatikan juga firman-Nya  di surah Al Baqarah ayat 200 : “Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (denga menyebut) Allah, sebagimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang mendo’a:”Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.” (QS. Al Baqarah :200).

BEBERAPA KEUTAMAAN ZIKIR ADALAH:

1. Zikir dapat mengusir setan dan melindungi orang yang berzikir darinya,

  Sebagaimana sabda Rasulullah saw : Artinya: “Dan Aku (Yahya bin Zakariya) memerintahkan kalian untuk banyak berzikir kepada Allah. Permisalannya itu seperti seseorang yang dikejar-kejar musuh lalu ia mendatangi benteng yang kokoh dan berlindung di dalamnya. Demikianlah seorang hamba tidak dapat melindungi dirinya dari setan kecuali dengan zikir kepada Allah.” [Hadits riwayat imam Ahmad dalam Musnadnya (4/202),

Manusia ketika lalai dari zikir maka setan langsung menempel dan menggodanya serta menjadi teman yang selalu menyertainya, sebagaimana firman Allah: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran/ zikir Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur’an) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (QS. Az Zukhruf:36).

Seorang hamba tidak mampu melindungi dirinya dari Setan kecuali dengan zikir kepada Allah.

2. Zikir dapat menghilangkan kesedihan, kegundahan dan depresi dan dapat mendatangkan ketenangan, kebahagian dan kelapangan hidup. Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam firmanNya:

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du :28)

3.  Zikir menghapus dosa dan menyelamatkannya dari adzab Allah, karena zikir merupakan satu kebaikan yang besar dan kebaikan menghapus dosa dan menghilangkannya. Tentunya hal ini dapat menyelamatkan orang yang berzikir dari adzab Allah sebagaimana sabda Rasulullah saw :  Artinya: “Tidaklah seorang manusia mengamalkan satu amalan yang lebih menyelamatkan dirinya dari adzab Allah dari dzikrullah.” [Hadits riwayat Ahmad dalam Musnadnya 5/239 dan dishohihkan Syeikh Al Albaniy dalam Shohih Al Jami’ no. 5644]

5. Zikir menghasilkan pahala, keutamaan dan karunia Allah

Zikir adalah amalan ibadah yang paling mudah dilakukan, dan zikir merupakan amalan ibadah yang paling agung dan utama. Nabi SAW telah menjelaskan betapa besar pahala zikir, sebagaimana tertulis dalam sabda Nabi SAW : “Barang siapa mengucapkan (zikir):  dalam sehari seratus kali, maka itu sama dengan pahala sepulih budak, ditulis seratus kebaikan untuknya dan dihapus seratus dosanya. Juga menjadi pelindungnya dari setan pada hari itu sampai sore dan tidak ada satupun yang lebih utama dari amalannya kecuali seorang yang beamal dengan amalan yang lebih banyak dari hal itu.” [Hadits riwayat Al Bukhori dalam shohihnya, kitab badi’ Al Kholq bab Sifat Iblis Wa Junuduhu no. 3293, Muslim dalam shohihnya kitab Ad Du’a wa Zikir wa Taubah wal Istighfar bab Fadhlu Al tahlil Wa Takbir wa Tahmid no. 2691]

6 . Zikir menjadi sebab mendapatkan Rahmat dari Allah dan salawat dari para malaikat-Nya, sebagamana firman Allah:  Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al Ahzaab:41-43)

9. Banyak berzikir dapat menjauhkan seseorang dari kemunafikan, karena orang munafik sangat sedikit berzikir kepada Allah, sebagaimana tertulis dalam firman-Nya ”  “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut nama Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An Nisa’:142)

10. Zikir adalah amalan yang paling baik, paling suci dan paling tinggi derajatnya, sebagaimana dinyatakan Rasulullah SAW  dalam sabdanya

 “Inginkah kalian aku beritahu amalan kalian yang terbaik dan tersuci serta tertinggi pada derajat kalian, ia lebih baik dari berinfak emas dan perak dan lebih baik dari kalian menjumpai musuh lalu kalian memenggal kepalanya dan mereka memenggal kepala kalian?” Mereka menjawab:’ ya’, lalu Rasulullah menjawab: “Dzikrullah”“. (Hadits riwayat At Tiurmidzi)

Adab dalam berzikir.
Berzikir memiliki adab-adab yang perlu diperhatikan dan diamalkan, diantaranya:

  1. Ikhlas dalam berzikir mengharap ridha Allah SWT.
  1. Berzikir dengan zikir dan wirid yang telah dicontohkan Rasulullah SAW, karena zikir adalah ibadah. Memahami makna dan penunjukkannya dan khusu’ dalam melakukannya. Ibnul Qayim berkata: ‘Zikir yang paling utama dan manfaat adalah yang sesuai lisan dengan hati dan merupakan zikir yang telah dicontohkan Rasulullah serta orang yang berzikir memahami makna dan tujuan kandungannya (Dinukil dari Fiqh Al Ad’iyah wal Azkar hal. 9)

 

Setelah kita mengetahui tentang keutamaan zikir dan betapa pentingnya zikir untuk kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, masih inginkah kita terus hanyut dalam kehidupan dunia dan segenap kesibukannya, yang akhirnya melalaikan kita dari zikir kepada Allah? Sedangkan kita mengetahui dengan pasti, bahwa setan tidak pernah lalai mengawasi kita, menunggu kita lalai dan kemudian menjerumuskan kita. Sadarkah kita bahwa gejolak hawa nafsu pun hanya bisa kita taklukkan dengan banyak berzikir kepada Allah SWT. Karena zikir akan membuahkan keimanan yang kuat, membuat kita dekat dengan Allah, membuat kita merasakan pengawasan-Nya, yang tentunya akan membuat kita menjauhi maksiat dan akan menumbuhkan sikap tawakal dan qanaah dalam diri kita. Qanaah terhadap segala pemberian, perlakuan, ketentuan, pembagian rezeki yang telah diatur Allah untuk kita. Dan semua itu, bisa kita awali dengan satu hal mudah dan ringan untuk dilakukan, yaitu berzikir.

 

 

DEWI YANA

http://groupsyahoo.com/group/jalandakwah

http://www/ygroupsblog.com