Posts Tagged ‘IBADAH’

SHALAT

Shalat adalah sebagai sarana menyampaikan hajat kepada Allah.  Memanjatkan puji syukur dan sebagai sarana untuk membersihkan hati. Dalam shalat terdapat berbagai rahasia Tuhan, cahaya-cahaya ilmu dan ma’rifat.

Mengutip buku Al Hikam, Ibn Athaillah Al Sakandari, Nabi Muhammad saw bersabda : Tiada diberikan kepada seorang hamba di dunia ini sesuatu yang lebih baik daripada diijinkan shalat dua raka’at.  Sebab shalat itu sebagai hubungan langsung antara hamba dengan Allah, bertemu, berkata-kata, berkhalwat.  Disitulah seorang menyatakan kehambaan, kerendahan, kehinaan, hajat dan kebutuhannya.

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS. Thaahaa, ayat 14)

Shalat adalah kewajiban sekaligus kebutuhan setiap Muslim. Karena shalat merupakan hubungan langsung antara seorang hamba dengan Penciptanya. Shalat juga merupakan benteng keimanan kita yang dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. 

 Perhatikan firman Allah SWT berikut ini :  ”Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”  (QS. Al ‘Ankabuut, ayat 45)

Terkadang, ada dari kita yang tidak menyadari pentingnya shalat. Sering kita saksikan orang melakukan shalat dengan tergesa-gesa. Bahkan kadang ada sebagian dari kita, yang sering menunda-nunda shalat, karena merasa tanggung, sedang mengerjakan suatu pekerjaan. (sedang beraktifitas)

Coba kita renungkan, kita ingin hidup kita berjalan mulus, sehat, rejeki lancar dan  urusan kita mudah. Tapi kita sering mengabaikan Allah yang Maha Pemberi Segala yang kita butuhkan itu.  Kita sering tidak segera menjawab panggilan-Nya untuk shalat di awal waktu shalat, ketika Azan berkumandang, kita masih tetap larut dalam kesibukan kita.  Kita melupakan fitrah kita diciptakan-Nya.  Bukankah di surah Adz Dzariyat ayat 56 Allah swt berfirman :  ”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku / mengabdi pada-Ku.”

 Kemudian disaat kita diberikan ujian kesulitan, yang bisa jadi ujian tersebut sebagai teguran atas kelalaian kita pada-Nya, barulah kita memperbaiki shalat kita, barulah kita jadi lebih sering mengingat-Nya, kita mulai mencari-Nya, kita mulai mendekatkan diri pada-Nya.

Mengutip Al Hikam, Ibn Athaillah al Sakandari, Wahb bin Munabbiih berkata, Allah swt berfirman : “Hai anak Adam, ta’atilah perintah-Ku dan jangan engkau beritahukan kepada-Ku apa yang menjadi hajat kebutuhan yang baik bagimu (yakni engkau jangan mengajari kepada-Ku apakah yang baik bagimu).  Sesungguhnya Aku telah mengetahui kepentingan hamba-Ku.  Aku memuliakan siapa yang patuh pada perintah-Ku dan menghina siapa yang meremehkan perintah-Ku.  aku tidak menghiraukan kepentingan hamba-ku sampai hamba-ku memperhatikan hak-ku (yakni memperhatikan kewajibannya terhadap aku)”

 Dengan memperhatikan firman-firman Allah tersebut diatas, kita harus meyakini, bahwa sebenarnya, hidup kita susah atau senang, sebenarnya itu sangat terkait dan tergantung pada seberapa besar keimanan kita kepada Allah dan pada seberapa besar kita menempatkan Allah dalam hati, sudahkah menjadi prioritas utama? Karena semua firman Allah pasti benarnya. 

Karena itu, bagi siapapun yang saat ini sedang mendapat kelapangan dan kemudahan hidup, jangan sampai kelapangan itu menjauhkan kita dari Allah.  Seharusnya itu menjadikan sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Pemberi Segala.  Mudah-mudahan kita diampuni Allah dan bisa menjadi hamba yang istiqamah dalam ketaatan, baik disaat kita senang maupun susah. Dan semoga kita bisa menjadi hamba Allah yang bisa segera menjawab panggilan-Nya, mengutamakan shalat diawal waktu shalat.

 Dewi Yana

http://dewiyana.cybermq.com

https://jalandakwahbersama.wordpress.com

Iklan

SHOLAT TAHAJUD

Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dilaksanakan pada malam hari, setelah bangun tidur. Pelaksanaan sholat tahajud ini akan bernilai lebih jika dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir.  Sebelum perintah sholat lima waktu turun, Rasulullah Muhammad saw pernah memerintahkan para pengikutnya untuk melakukan sholat tahajud. Hal ini tersirat dalam beberapa hadist:

 

Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda : “ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)

 

Bersabda Nabi Muhammad SAW : “Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )

 

Selain itu, Allah sendiri juga berfirman: Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
(QS Al Isro ayat 79)

 

 

Waktu yang paling afdhal untuk melaksanakan shalat Tahajud adalah  :

1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )

Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu adalah 1/3 malam yang terakhir. Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?”  Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rasulullah saw sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rasulullah saw bersabda :  “Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang  melaksanakannya.” (HR Ahmad)

Nabi Muhammad saw bersabda  : 

“Pada tiap malam Allah SWT turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeruKu, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepadaKu, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim)

 

Jumlah rakaat shalat Tahajut :

  1. Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13     (tiga belas) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah saw :“ Shalat malam itu, dua-dua”      (HR Ahmad, Bukhari dan Muslim)

Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada raka’at pertama setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.

Rasulullah SAW bersabda :

“Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya
disiram air.” (HR Abu Daud)

 

DEWI  YANA

http://dewiyana.cubermq.com

 

ZIKIR

Zikir, merupakan amalan ibadah yang paling ringan dan mudah untuk dilakukan dimana saja, kapan saja dan dalam keadaan kita yang bagaimanapun. Tidak ada suatu kewajiban yang diwajibkan oleh Allah kepada hambaNya, melainkan ada batas-batasnya.  Kemudian bagi orang yang berudzur dimaafkan bila tidak dapat melakukannya, kecuali zikir, tidak ada batas, tidak ada udzur yang dapat diterima untuk tidak berzikir, kecuali jika berubah akal (gila). Ini karena zikir adalah pelita penerangan dan  jalan yang paling mudah ditempuh untuk bisa sampai kepada Allah.

Dan Allah SWT telah memerintahkan kita untuk selalu berzikir pada-Nya, seperti tertulis dalam firman-Nya disurah Al Baqarah ayat 152 :  ”Berzikirlah kamu kepada-Ku niscaya Aku berzikir kepadamu”  Jangan pernah meninggalkan zikir, karena kita belum tentu selalu ingat kepada Allah diwaktu kita berzikir.  Sebab kelalaian kita terhadap Allah saat kita tidak berzikir, lebih berbahaya daripada kelalaian kita terhadap Allah ketika kita berzikir. Maksudnya adalah, kadang ada dari kita yang mulut dan hati kita berzikir, tapi kemudian pikiran kita memikirkan hal lain, walaupun kita berzikir, tapi kadang ingatan kita teralih dari Allah (tidak khusu’ dalam zikir kita). Apabila hal itu terjadi disaat kita sedang berzikir, maka hal tersebut tetap jauh lebih baik, daripada kelalaian kita tidak mengingat Allah, diwaktu kita sedang tidak berzikir.

Semoga Allah menaikkan derajat kita dari zikir dengan kelalaian, menjadi zikir yang disertai ingat terhadap Allah (khusu). Kita harus ingat, bahwa zikir adalah satu-satunya jalan yang terdekat menuju kepada Allah.  Orang yang benar dalam keimanannya terhadap Allah SWT adalah  orang yang selalu mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berakata : Ya Tuhan Kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau , maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Al Imran 191)

Dalam hadits Qudsy Allah berfirman :  Aku selalu mengikuti sangkaan hamba-Ku terhadap diri-Ku dan Aku selalu menyertainya ketika ia berzikir kepada-Ku.  Jika ia berzikir dalam hati, Akupun berzikir padanya dalam diri-Ku, dan jika ia berzikir pada-Ku didepan umum, Akupun berzikir padanya dimuka umum yang lebih baik dari golongannya, dan bila ia mendekat pada-Ku sejengkal Aku mendekat padanya sehasta dan bila ia mendekat pada-Ku sehasta Aku mendekat padanya sedepa  dan bila ia datang kepada-Ku berjalan Aku datang kepadanya berlari. (HR Muslim)

Siapaun yang menjaga zikir dan doa serta terus berlindung kepada Allah maka hatinya akan tenang, sebagaiman firman Allah :  Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Arra’du :28)

Allah SWT berfirman :   Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al Ahzaab :41)

Dan perhatikan juga firman-Nya  di surah Al Baqarah ayat 200 : “Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (denga menyebut) Allah, sebagimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang mendo’a:”Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.” (QS. Al Baqarah :200).

BEBERAPA KEUTAMAAN ZIKIR ADALAH:

1. Zikir dapat mengusir setan dan melindungi orang yang berzikir darinya,

  Sebagaimana sabda Rasulullah saw : Artinya: “Dan Aku (Yahya bin Zakariya) memerintahkan kalian untuk banyak berzikir kepada Allah. Permisalannya itu seperti seseorang yang dikejar-kejar musuh lalu ia mendatangi benteng yang kokoh dan berlindung di dalamnya. Demikianlah seorang hamba tidak dapat melindungi dirinya dari setan kecuali dengan zikir kepada Allah.” [Hadits riwayat imam Ahmad dalam Musnadnya (4/202),

Manusia ketika lalai dari zikir maka setan langsung menempel dan menggodanya serta menjadi teman yang selalu menyertainya, sebagaimana firman Allah: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran/ zikir Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur’an) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (QS. Az Zukhruf:36).

Seorang hamba tidak mampu melindungi dirinya dari Setan kecuali dengan zikir kepada Allah.

2. Zikir dapat menghilangkan kesedihan, kegundahan dan depresi dan dapat mendatangkan ketenangan, kebahagian dan kelapangan hidup. Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam firmanNya:

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du :28)

3.  Zikir menghapus dosa dan menyelamatkannya dari adzab Allah, karena zikir merupakan satu kebaikan yang besar dan kebaikan menghapus dosa dan menghilangkannya. Tentunya hal ini dapat menyelamatkan orang yang berzikir dari adzab Allah sebagaimana sabda Rasulullah saw :  Artinya: “Tidaklah seorang manusia mengamalkan satu amalan yang lebih menyelamatkan dirinya dari adzab Allah dari dzikrullah.” [Hadits riwayat Ahmad dalam Musnadnya 5/239 dan dishohihkan Syeikh Al Albaniy dalam Shohih Al Jami’ no. 5644]

5. Zikir menghasilkan pahala, keutamaan dan karunia Allah

Zikir adalah amalan ibadah yang paling mudah dilakukan, dan zikir merupakan amalan ibadah yang paling agung dan utama. Nabi SAW telah menjelaskan betapa besar pahala zikir, sebagaimana tertulis dalam sabda Nabi SAW : “Barang siapa mengucapkan (zikir):  dalam sehari seratus kali, maka itu sama dengan pahala sepulih budak, ditulis seratus kebaikan untuknya dan dihapus seratus dosanya. Juga menjadi pelindungnya dari setan pada hari itu sampai sore dan tidak ada satupun yang lebih utama dari amalannya kecuali seorang yang beamal dengan amalan yang lebih banyak dari hal itu.” [Hadits riwayat Al Bukhori dalam shohihnya, kitab badi’ Al Kholq bab Sifat Iblis Wa Junuduhu no. 3293, Muslim dalam shohihnya kitab Ad Du’a wa Zikir wa Taubah wal Istighfar bab Fadhlu Al tahlil Wa Takbir wa Tahmid no. 2691]

6 . Zikir menjadi sebab mendapatkan Rahmat dari Allah dan salawat dari para malaikat-Nya, sebagamana firman Allah:  Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al Ahzaab:41-43)

9. Banyak berzikir dapat menjauhkan seseorang dari kemunafikan, karena orang munafik sangat sedikit berzikir kepada Allah, sebagaimana tertulis dalam firman-Nya ”  “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut nama Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An Nisa’:142)

10. Zikir adalah amalan yang paling baik, paling suci dan paling tinggi derajatnya, sebagaimana dinyatakan Rasulullah SAW  dalam sabdanya

 “Inginkah kalian aku beritahu amalan kalian yang terbaik dan tersuci serta tertinggi pada derajat kalian, ia lebih baik dari berinfak emas dan perak dan lebih baik dari kalian menjumpai musuh lalu kalian memenggal kepalanya dan mereka memenggal kepala kalian?” Mereka menjawab:’ ya’, lalu Rasulullah menjawab: “Dzikrullah”“. (Hadits riwayat At Tiurmidzi)

Adab dalam berzikir.
Berzikir memiliki adab-adab yang perlu diperhatikan dan diamalkan, diantaranya:

  1. Ikhlas dalam berzikir mengharap ridha Allah SWT.
  1. Berzikir dengan zikir dan wirid yang telah dicontohkan Rasulullah SAW, karena zikir adalah ibadah. Memahami makna dan penunjukkannya dan khusu’ dalam melakukannya. Ibnul Qayim berkata: ‘Zikir yang paling utama dan manfaat adalah yang sesuai lisan dengan hati dan merupakan zikir yang telah dicontohkan Rasulullah serta orang yang berzikir memahami makna dan tujuan kandungannya (Dinukil dari Fiqh Al Ad’iyah wal Azkar hal. 9)

 

Setelah kita mengetahui tentang keutamaan zikir dan betapa pentingnya zikir untuk kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, masih inginkah kita terus hanyut dalam kehidupan dunia dan segenap kesibukannya, yang akhirnya melalaikan kita dari zikir kepada Allah? Sedangkan kita mengetahui dengan pasti, bahwa setan tidak pernah lalai mengawasi kita, menunggu kita lalai dan kemudian menjerumuskan kita. Sadarkah kita bahwa gejolak hawa nafsu pun hanya bisa kita taklukkan dengan banyak berzikir kepada Allah SWT. Karena zikir akan membuahkan keimanan yang kuat, membuat kita dekat dengan Allah, membuat kita merasakan pengawasan-Nya, yang tentunya akan membuat kita menjauhi maksiat dan akan menumbuhkan sikap tawakal dan qanaah dalam diri kita. Qanaah terhadap segala pemberian, perlakuan, ketentuan, pembagian rezeki yang telah diatur Allah untuk kita. Dan semua itu, bisa kita awali dengan satu hal mudah dan ringan untuk dilakukan, yaitu berzikir.

 

 

DEWI YANA

http://groupsyahoo.com/group/jalandakwah

http://www/ygroupsblog.com

JALAN REZEKI

Alhamdulillah segala puji bagi Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang telah mengkaruniakan petunjuk dan jalan bagi semua umat-Nya agar kita semua tidak berada dalam kegelapan, tidak berada dalam keraguan dalam usaha kita mencari penghidupan. Allah, melalui Rasul-Nya telah memberikan kita petunjuk jalan-jalan rezeki yang telah diatur dan dijelaskan dalam Al Quran dan as sunnah. Seandainya kita mau memahaminya, menyadarinya dan menggunakan jalan-jalan itu dengan baik, niscaya Allah Yang Maha Pemberi Rezeki dan Yang Memiliki Kekuatan akan memudahkannya mencapai jalan-jalan untuk mendapatkan rezeki dari setiap arah, serta akan dibukakan keberkahan dari langit dan bumi.

“Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.” (QS. Hud 56). “Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Adz Dzariyat : 58)

Baca lebih lanjut